Tampilkan postingan dengan label Muhsin Labib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhsin Labib. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Februari 2016



Dituduh “SYIAH”

Oleh : Muhsin Labib

Sejak dulu mereka gemas dengan sikap toleran beberapa tokoh intelektual, ulama besar dan gagal menemukan setitik alasan untuk memojokkan mereka.
Karena tidak menemukan secuil alasan membasmi popularitas tokoh-tokoh toleran, ditempuhlah beberapa modus operandi, Salah satunya adalah fitnah.

 Modus pertama: Pemutarbalikan Fakta.

Meski selalu jadi sasaran pembunuhan, Syi’ah ditampilkan sebagai pelaku via ceramah-ceramah, situs-situs wahabi dan video-video gratis.
Disinformasi ini intensif dengan kedok tabligh meski yang datang drop-dropan, bedah buku acak-acakan dan sebagainya oleh kawanan yang mengaku intelektual dan ulama.

Akibatnya, Syi’ah jadi stigma negatif bagi siapapun yang dikenal / dianggap Syi’ah dan berdampak terhadap kehidupan ekonominya juga lainnya.

 Modus kedua: Penyesatan.

Syi’ah digambarkan melalui provokasi vulgar sebagai kumpulan ajaran-ajaran ngawur orang-orang yang berencana masuk neraka.

Karena penyesatan ini dilakukan berupa penghakiman in absentia dalam mesjid dan mushala-mushala dan situs-situsnya, sebagian masyarakat terpengaruh.
Lalu beredarlah “Syi’ah sesat” di tengah masyarakat. Selanjutnya intoleransi dan anti kebhinekaan dianggap bukti relijiusitas.
Setelah disesatkan, berikutnya Syi’ah dikafirkan. Pengkafiran penambahan volume dan bobot fitnah dari modus penyesatan sebelumnya.

 Modus ketiga: Adalah dengan tujuan utama pemusnahan, intimidasi dan diskriminasi.

Orang yang dicap kafir dipandang lebih hina dari tikus got.
Tikus adalah makhluk yang paling teraniaya di Jakarta. Jalan-jalan jadi galeri sadisme. Roda-roda melumatnya tanpa setitik iba padahal ia diciptakan untuk hidup.
Dilukiskan sebagai pelaku kejahatan di Suriah >> disesatkan >> dikafirkan >> halal dianggap tikus got. Sampang adalah buktinya.

Sasaran berikutnya adalah orang-orang non Syi’ah yang tidak menganggap Syi’ah sebagai sesat, kafir, atau bahkan yang kurang lantang membencinya.
Karena menolak ajakan menuduh seseorang sebagai maling, diapun dituduh maling. Inilah represi intelektual dan pelanggaran HAM.
Supaya pengkafir-pengkafir itu leluasa mengais pahala dengan melakukan apa saja orang-orang “kafir” itu, siapapun yang iba dianggap sesat lalu kafir.

Memberikan stigma Syi’ah kepada tokoh-tokoh toleran bertujuan masyarakat yang dikira termakan hate speech berkedok tabligh menyesatkannya.
Disyi’ahkan supaya rating turun. Sambil menanti itu, mereka distribusikan misionaris-misionaris menggempur ulama toleran dengan stigma Syi’ah untuk take over.

Bila tokoh-tokoh pendukung toleransi disyi’ahkan, yang tersisa hanya 2; yang dikafirkan dan mengkafirkan. Setelah itu, yang ada yang mengkafirkan.

Cap “Syi’ah” bukan tuduhan, justru atribut berkelas karena identik dengan peradaban Islam yang dibangun diatas filsafat, tasawuf, teks dan lain sebagainya.
Sebagian malah santai disesatkan dan bugar dikafirkan. Kalau kami tidak disesatkan wahabi, kita jadi sama dengan mereka donk!” seloroh mereka.
Meski Syi’ah adalah atribut mulia bagi penganutnya, kata ini di”PKI”kan dan efektif jada alat peras dan palu godam pembunuhan karakter.

Cap Syi’ah bukan tuduhan, justru atribut berkelas karena identik dengan peradaban Islam yang dibangun diatas filsafat, tasawuf, teks dan lain sebagainya.
Dengan modus-modus itu, genosida bisa dilakukan dalam tempo sesingkat-singkatnya karena suara Quraish Sihab, Said Agil Siraj, Dien Samsudin, dan lain sebagainya dibungkam dengan cap Syi’ah.

Dulu mereka sebarkan foto-foto video korban teror dengan menuduh Syi’ah pelakunya. Kini setelah terungkap siapa pelakunya, mereka bilang itu jihad dan seruan khalifah.

Tag: #Tokoh Pendukung Toleransi 

Selasa, 17 November 2015

oleh: Muhsin Labib

Jumat terakhir Ramadhan adalah hari monumental. Itulah hari yang telah disahkan oleh Imam Khomeini sebagai Hari Internasional Quds. Beliau menyeruakan umat Islam dan seluruh pecinta keadilan untuk turun ke jalan meneriakkan yel-yel anti Zionisme dan sekutunya serta memekikkan dukungan bagi perjuangan rakyat Palestina menghadapi Zionisme yang didukung secara terang-terangan oleh Amerika dan Barat dan didukung secara diam-diam oleh rezim-rezim sekutu AS di Timur Tengah dan Dunia.


 Banyak orang, bahkan dari kalangan Muslim yang tidak akrab dengan Yaumul Quds. Aksi demo Yaumul Quds memiliki banyak dimensi, antara lain:

 Dimensi Ideologis 
 Secara hierarkis, mematuhi perintah faqih merupakan bagian dari kesadaran teologis (aqidah). Aqidah sebagai sesuatu yang abstrak hanya bias diwujudkan dalam bentuk aksi dan tindakan nyata. Selain merupakan pola pengamalan aqidah, melakukan aksi demo anti Zionisme bias dianggap sebagai salah satu cara mendeklarasikan baraah terhadap Thaghut, kaum mustakbirin dan kezaliman.

Dimensi Mistik 
 Berjalan sambil meneriakaan yel-yel anti zionisme dan kezaliman global di tengah ketidakpedulian adalah pengukuhan taubat dan tazkiyatunnafs seklaigus upaya menyadarkan diri untuk tidak menjadi zalim. Menangkal sinar panas surya, dan menerjang asap dan debu dalam keadaan puasa adalah momentum mengajarkan diri untuk merasakan manisnya kezuhudan, kesahajaan dan syahadah.

Dimensi Fikih 
 Sebagai penentu hukum wila’i, maka perintah Wali Amril Muslimin untuk melakukan aksi anti Zionisme pada setiap Jumat terakhir Ramadhan tidak biss dipisahkan dari ritual puasa. Salah satu dimensi puasa yang paripurna adalah berbagi dengan para mustadhafin.

 Dimensi Nasionalisme dan Konstitusi 
 Sebagai bangsa yang mendukung kemerdekaan setiap bangsa yang terjajah dan Negara penggagas Konferensi Asia Afrika (GNB), aksi damai menentang pendudukan Palestina merupakan wujud nasionalisme yang tertuang dalam UUD 45. Cinta Tanah Air harus diaplikasikan dalam bentuk dukungan nayata untuk bangsa-bangsa tertindah. Bangsa Palestina adalah satu-atunya anggota GNB yang belum merdeka.

 Dimensi Kemanusiaan 
 Ia juga merupakan isu kemanusiaan karena diiringi oleh perilaku rasialis Zionis yang membunuh sesama manusia hanya karena berbeda agama, merampas tanah dan kebebasannya melalui pembantaian massal paling sadis, membunuh anak kecil dan perempuan, merobohkan rumah, merampas harta benda dan mengusir penduduknya dari kampung halaman mereka.

Terbaru

Seri Kekejaman ISIS

Video




VIDEO Terbaru

Random Post

↑ pks