Tampilkan postingan dengan label Nigeria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nigeria. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Desember 2015

Oleh: Ismail Amin

Syaikh Ibrahim Zakzaky, pimpinan Gerakan Islam Nigeria bukan hanya ulama untuk kalangan muslim Syiah di negaranya namun juga Ahlus Sunnah... organisasi yang dibentuk dan dipimpinnya terbuka untuk semua kalangan umat Islam Nigeria.... dia berjuang dan kerap kali mengkritik rezim Nigeria yang korup, bukan untuk kepentingannya pribadi apalagi sekedar untuk memperjuangkn dakwah mazhab yang diyakininya...

Dia dicintai umat Islam di negaranya.. bahkan oleh komunitas Kristiani, yang mayoritas di negaranya.... dia hanya dibenci oleh Boko Haram, kelompok takfiri yang mengkafirkannya, dan rezim Abuja yang merasa dikuliti kebejatannya, dalam setiap ceramah yang disampaikannya...

Semoga kedamaian segera terwujud di Nigeria... salam dan tasliyat untukmu pemimpin syuhada Nigeria....

[ket. foto: momen Syaikh Ibrahim memimpin shalat ghaib untuk jamaah haji yang menjadi korban tragedi Mina 2015]

Serangan ratusan personil tentara Nigeria ke Masjid Baqiyatullah dan kediaman Syaikh Ibrahim Zakzaky sejak sabtu (12/12) masih berbuntut panjang. Pihak militer Nigeria mengatakan penyebab serangan tersebut dipicu oleh ribuan warga Syiah kota Zaria yang menahan arak-arakan militer yang menuju kota tersebut dengan lemparan bom molotov dan berusaha hendak membunuh Kepala Staff Angkatan Darat, Letnan Jenderal Tukur Yusuf Buratai yang turut berada dalam konvoi tersebut. 

Pihak The Islamic Movement of Nigeria pimpinan Syaikh Ibrahim Zakzaky telah membantah tuduhan tersebut, dengan menyebut gerakan mereka sejak berdirinya menentang keras aksi kekerasan, dan para pengikutnya tidak diperkenankan menyerang siapapun dengan menggunakan senjata, terlebih lagi melawan militer.

Meski tuduhan subversif tersebut tidak terbukti, pihak militer menyerang Masjid Baqiyatullah, membakar dan meratakannya dengan tanah dan menyerang kediaman Syaikh Ibrahim Zakzaky serta menangkapnya. Gugur dalam peristiwa tersebut 1000 lebih warga Syiah kota Zaria yang menjadi tameng hidup bagi Syaikh Ibrahim Zakzaky, mereka menolak ulama besar kharismatik mereka ditangkap terlebih lagi militer berambisi untuk membunuh pemimpin gerakan Islam Nigeria yang kerap mengkritik rezim tersebut.

Disebutkan Syaikh Ibrahim Zakzaky telah ditangkap pihak tentara, namun sampai saat ini kondisi dan nasibnya tidak diketahui. Meski sebagian sumber telah menyebutkan ia telah meninggal dunia setelah sebelumnya disiksa pihak militer, namun berita tersebut belum bisa dikonfirmasi.

Sampai hari ini, komunitas muslim Syiah Nigeria tetap melakukan aksi unjuk rasa menentang dan mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan pihak militer tersebut. Demonstran menuntut kalaupun warga Syiah Zaria telah melakukan kesalahan, harusnya pengadilan dan hukum berperan, bukan dengan melakukan aksi penyerangan bersenjata secara membabibuta yang merenggut nyawa lebih dari seribu warga sipil yang tidak bersalah. 

Sampai saat ini PBB maupun dunia internasional masih bungkam dalam menyikapi tragedi kemanusiaan di Nigeria.[ABNA] 

Berikut dua foto terakhir Syaikh Ibrahim Zakzaky pasca penangkapan oleh militer.



Ribuan rakyat Nigeria di berbagai kota menggelar demonstrasi sebagai bentuk protes terhadap perlakuan keji militer Nigeria kepada Muslim Syiah. Mereka mengutuk keras kesewenang-wenangan ini, dan menuntut agar Ayatullah Ibrahim Zakzaky segera dibebaskan.

Atas besarnya jumlah massa, sekolah-sekolah dan kegiatan bisnis di Tudun Wada pun ditutup.

Juru bicara Islamic Movement menyatakan bahwa serangan militer Nigeria dan penahanan Zakzaky adalah insiden yang terencana. Ia menuding pemerintah sengaja menargetkan komunitas Muslim Syiah.

Badan hak asasi manusia dan kelompok aktivis mengecam keras perlakukan pemerintah Nigeria. (LI)




Selasa, 15 Desember 2015

Seorang ulama terkemuka asal Nigeria dalam pernyataannya yang merujuk kepada orang Zionis , menyebut Israel sebagai makhluk paling rendah di muka bumi yang "hanya memahami bahasa pembunuhan".
Dirinya pernah berbicara di sebuah konferensi di London pada hari Rabu, 6/10  yang lalu, yang diselenggarakan oleh sebuah kelompok anti Israel.


Ulama Kharismatik yang bernama, Syaikh Ibrahim Zakzaky, adalah kepala Gerakan Islam di Nigeria dan akan menjadi tamu dari Komisi Hak Asasi Islam (IHRC) di London dalam acara Al-Quds Day, sebuah demonstrasi tahunan dalam mendukung gerakan perlawanan terhadap Israel.

IHRC mengatakan bahwa acara satu hari bertajuk "Spirit of Islamist Activism" yang diadakan di Islamic Center Inggris di barat laut London, dan akan membahas "tantangan besar bagi revitalisasi iman dan prakteknya di dunia modern dengan menghadirkan ulama terkenal secara internasional dan akademisi.

Sebelumnya, dalam ceramah selama Operasi Cast tahun lalu, website IMN melaporkan bahwa Syaikh Zakzaky mengatakan bahwa "hari ini adalah hari untuk mengekspresikan solidaritas kami dengan Palestina yang terbunuh di Gaza oleh orang-orang Yahudi yang terbuang."

Israel menurutnya, tidak hanya menginginkan menghancurkan Gaza tetapi seluruh wilayah, seperti Yordania, Suriah, Mesir dan hal itu tidak akan berakhir meski mereka telah selesai dengan Gaza dan yang akan menjadi agen akhirnya adalah Mubarak dari Mesir, jika mereka berhasil. "

Syeikh Zakzaky, telah menjalani hukuman penjara selama beberapa kali oleh rezim-rezim Nigeria, ia juga menuduh Israel menggunakan senjata kimia di Gaza yang menyebabkan korban mengalami leukemia. Ia juga mengecam negerinya sendiri karena menjalin dan menjaga hubungan dengan Israel, yang ia sebut sebagai "anak-anak monyet dan babi."

Di antara mereka yang dijadwalkan untuk berbicara di konferensi ini adalah Ahmet Faruk Unsal, perwakilan dari lembaga Kemanusiaan IHH Turki, dan Sayyid Saeed Reza Ameli dari Universitas Teheran.
Oleh: Dina Y Soelaiman*

Di bandara internasional Hammad, Doha, saya melihat pria yang mengenakan jubah coklat dan serban putih itu. Ekspresi wajahnya tenang, seolah tak terusik oleh lalu-lalang orang dari berbagai penjuru dunia yang transit di bandara ini untuk melanjutkan perjalanan entah kemana. Namanya Syekh Ibrahim Zakzaky. Saya mengenali wajahnya, karena dia ‘terkenal’ sebagai ulama yang setiap tahun menggalang demo anti-Israel (Al Quds Day, hari Jumat terakhir setiap Ramadhan) di Nigeria yang dihadiri ratusan ribu orang. Tiba-tiba saja, dua hari ini saya kembali membaca namanya di berbagai media: tentara Nigeria mengepung rumahnya, menembaki puluhan-ratusan jamaahnya, dan menahannya.

Syekh. IBRAHIM ZAKZAKY 

Ibrahim Zakzaky sudah beraktivitas social-politik berhaluan Islam sejak mahasiswa tahun 1970-an (antara lain menjadi Sekjen Muslim Student Society Nigeria) dan beberapa kali dipenjara dalam kurun 1980-1990. Namun baru dalam kurun 1 tahun terakhir ia dan pengikutnya mengalami intimidasi bersenjata, yaitu sbb:

Demo Anti Israel pada Hari Al Quds Sedunia yang dipimpin oleh Syekh Ibrahim Zakzaky di Nigeria 

  • 1.Dalam demonstrasi pro-Palestina (=anti-Israel) Al Quds Day Juli 2014 (Ramadhan 1435 H), tentara Nigeria menembaki warga. Demo digelar di 24 kota besar di Nigeria, terutama di kawasan utara, oleh Nigerian Islamic Movement, yang dipimpin oleh Ibrahim Zakzaky. Aksi damai itu berlangsung lancar, kecuali di kota Zaria, tempat tinggal Ibrahim Zakzaky. Di Zaria, tentara Nigeria menembaki massa secara brutal, 35 orang tewas, 108 terluka. 

  • 2. Tiga putra Zakzaky tewas, yaitu Hameed (22) mahasiswa Aeronautical Engineering, Ahmad (21), mahasiswa Chemical Engineering (keduanya kuliah di China, dan Mahmoud (19), mahasiswa Islamic Studies di Lebanon. Anaknya yang lain, Ali, terluka di bagian kaki. [1]

  • 3. Saat kejadian ini, Presiden Nigeria adalah Goodluck Jonathan, beragama Kristen. Tentara Nigeria mengklaim, serangan itu terjadi sebagai reaksi aksi diri karena para demonstran terlebih dulu menembak tentara. 

  • 4. Ibrahim Zakzaky dalam wawancaranya dengan Sahara, mengatakan, “Kami tidak bersenjata dalam acara demonstrasi tersebut, dan mereka menembak kami setelah demonstrasi usai. Dunia tahu sejarah kami, kami tidak pernah mempersenjatai diri. …. Jika Anda menuduh seseorang melakukan gangguan, Anda harus mengadilinya dulu, mengapa membunuh warga tanpa hukum? Bahkan bila Anda katakan kami telah melawan hukum, harusnya Anda menangkap pemimpin [gerakan] dan mengadilinya dalam pengadilan terbuka. 


  • 2.Pada peringatan Arbain (40 hari wafatnya Husain bin Ali bin Abi Thalib), 27 November 2015, jamaah Zakzaky kembali diserang. Kali ini dengan bom bunuh diri, menewaskan 21 orang. Kelompok terror Boko Haram (yang sudah menyatakan sumpah setia dengan ISIS) mengaku sebagai pelaku. Namun Zakzaky menolak klaim itu dan menyebut ada ‘pihak lain’ yang melakukan pengeboman dan menyebut Boko Haram sebagai kelompok “imajinatif” [mungkin bisa dimaknai: kelompok boneka, dibentuk dan disetir oleh ‘pihak lain’]. 

  • 3. Yang terbaru, 12 Desember 2015, tentara Nigeria mengepung rumah Zakzaky di Zaria, menembaki warga sipil yang tak bersenjata (jumlah masih simpang siur, versi pemerintah 20-an, versi jamaah Zakzaky 100-an). Ibrahim Zakzaky pun ditahan militer. Kejadian tragis ini berlangsung ketika Presiden Nigeria dijabat oleh Muslim bernama Muhammadu Buhari (terpilih Maret 2015).  Pemerintah mengatakan, pengepungan dan penembakan terhadap para pengikut Ibrahim Zakzaky disebabkan karena mereka sebelumnya telah menghalangi konvoi tentara Nigeria yang melewati kawasan tersebut. PressTV mewawancarai pengikut Zakzaky yang menolak tuduhan itu. PressTV juga mewawancarai Mahmoud Sadjareh, ketua Islamic Human Rights (London). Sadjareh mengaku telah mendapatkan video kejadian tersebut, di antara tanggapannya: Sekitar jam 10 pagi, tentara mengepung kediaman Zakzaky dan terlihat jelas, mereka mengambil posisi siap menyerang; tanpa perlindungan (tameng), atau tanpa bersembunyi di balik apapun. Mereka tahu, tidak akan ada warga sipil yang berkumpul di kediaman Zakzaky yang bersenjata dan akan menembak balik.
Untuk lebih jelas: Ibrahim Zakzaky adalah pemimpin kaum Syiah Nigeria; jumlah pengikutnya disebut-sebut mencapai 15 juta orang. Tapi, Zakzaky mendedikasikan Islamic Movement sebagai gerakan Islam secara keseluruhan, bukan khusus mazhab tertentu. Demonstrasi pro-Palestina/anti-Israel yang dipimpin Zakzaky juga diikuti warga Sunni dan Kristiani. Bila melihat kronologi serangan kepada Zakzaky sejak 2014, terlihat ini bukan masalah Sunni-Syiah. Serangan 2014 dilakukan di masa pemerintahan Presiden Kristen, Goodluck Jonathan yang melalui telepon telah meminta maaf kepada Zakzaky, namun tidak melakukan tindakan hukum pada militer. Dua serangan tahun 2015, dilakukan di masa pemerintahan Presiden Muslim, Muhammadu Buhari. Alasan-alasan keagamaan, baik Sunni vs Syiah atau Muslim vs Kristen, terlalu dipaksakan dalam kasus ini.
Zakzaky telah memberi pernyataan soal ‘pihak lain’ dalam serangan Arbain. Dari track record aktivitas Zakzaky (Islamic Movement – demo Al Quds), sangat mudah disimpulkan bahwa yang dimaksudnya adalah Israel.
Petunjuk Awal
Berikut ini beberapa data terkait hubungan Nigeria-Israel, yang bisa dijadikan petunjuk awalketerlibatan Israel dalam kasus Ibrahim Zakzaky (namun belum bisa diambil kesimpulan valid):
1. Satu-satunya pihak yang paling terganggu dengan demo (dan berbagai pidato) anti-Israel, tentu saja Israel sendiri. Jejak Israel konflik Nigeria sudah ada sejak tahun 1960-an, yaitu dalam Perang Biafra (Biafra adalah kawasan kaya minyak di selatan Nigeria; warganya antara lain etnis Ibo yang mempraktikkan ajaran Yahudi). Pada Juli 2015, muncul kembali suara dari warga Biafra yang ingin memisahkan diri dari Nigeria. [6] Selain itu, keberadaan Boko Haram yang memulai aksi-aksi kekerasan tahun 2009, juga memiliki kaitan dengan Israel, antara lain: Nigeria mengimpor senjata dari Israel untuk melawan Boko Haram; koalisi negara-negara Afrika melawan Boko Haram juga memberi keuntungan pada Israel, antara lain, Kamerun (salah satu anggota koalisi) mendapatkan training militer dari Israel. [7] Israel tercatat sebagai pihak yang banyak mendapatkan keuntungan material dari perang di Afrika (detilnya baca tulisan Terry Crawford-Browne [8]).

  1. Sejak tahun 2009 pula Nigeria dan Israel menandatangani perjanjian peningkatan perdagangan kedua negara, dengan fokus pada pertanian, turisme, IT dan investasi. Bagi Israel, Nigeria adalah tujuan ekspor terbesar kedua di Afrika. [9]. Pada tahun 2014, Nigeria dinobatkan sebagai negara dengan GDP tertinggi di Afrika (lebih dari 500M USD). Dari 9 orang terkaya di dunia yang berkulit hitam, 4 diantaranya orang Nigeria. Sebaliknya, 1 dari 4 warga Nigeria tidak punya pekerjaan dan 60% warga (total populasi: 140 juta, terbanyak di Afrika) harus hidup dengan kurang dari 1 USD perhari. Karena itulah, meski jadi ekonomi nomer satu di Afrika, ranking HDI Nigeria adalah 160 dari 177 negara. [10]
  1. Segera setelah Israel didirikan, hubungan diplomatik Israel-Nigeria terjalin. Ahli-ahli dari Israel memberikan pelatihan/pendidikan bidang pertanian, kesehatan, teknologi, dan pengairan di Nigeria, dan banyak orang Nigeria yang dikirim belajar ke Israel. Pada tahun 1973-1992, Nigeria sempat memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel sebagai bentuk solidaritas Afrika karena Israel menduduki Sinai (wilayah Mesir). Namun sejak 1992 hingga kini, Israel kembali membuka kedutaan besar di Abuja, dan Nigeria memiliki kedutaan besar di Tel Aviv. Dalam Sidang PBB Desember 2014 untuk mendukung kemerdekaan Palestina, ada 4 negara yang memilih abstain, di antaranya Nigeria dan Rwanda.[11] Pemerintah Nigeria bahkan memfasilitasi dan memberi subsidi pada program ziarah kaum Kristiani ke Israel. [12]
  1. Tahun 2002, Boko Haram berdiri, lalu sejak 2009 mereka melakukan berbagai aksi kekerasan, antara lain menculik ratusan pelajar putri (Boko Haram = pendidikan ala Barat adalah haram). Dalam term ‘melawan terorisme’, Israel mengirim (=menjual) senjata canggihnya ke Nigeria, sementara AS memberikan pelatihan secara ekstensif kepada tentara Nigeria. Pada Januari 2015, tiba-tiba AS melarang penjualan heli tempur dari Israel ke Nigeria.[13] Menurut situs wnd, aksi ini terjadi karena Muhammadu Buhari (capres Nigeria saat itu) menjadi klien dari perusahaan konsultan pemilu milik David Axelrod (seorang Yahudi pro-Israel yang juga menjadi konsultan politik Obama). Awalnya, Buhari berjanji akan memberlakukan hukum syariah di kawasan yang didominasi Muslim, bila terpilih. Namun atas saran konsultan politiknya (perusahaan milik Axelrod), ia menghentikan narasi soal syariah menjelang hari pemilu, dan bahkan mengangkat seorang Kristen Pantekosta sebagai cawapres. Pada pilpres 28 Maret 2015, Buhari pun terpilih menjadi Presiden. [14] Segera setelah Buhari terpilih sebagai presiden, Israel menyatakan dukungannya dan kesiapan membantu Buhari dalam melawan Boko Haram.[15]  Rekam jejak hubungan Israel dan Buhari sudah terjadi sejak tahun 1984-1985, ketika itu Buhari menjadi presiden (melalui kudeta, dan kemudian ia dijatuhkan melalui kudeta pula). Ia memerintah secara diktator, antara lain memenjarakan para mantan menteri rezim sebelumnya. Salah satu mantan menteri, Umar Dikko, sempat kabur ke Inggris, namun atas bantuan Mossad, Buhari berhasil menangkapnya (baca: skandal Umar Dikko [16]).

*Dina Y. Sulaeman adalah peneliti ICMES, mahasiswa S3 HI Unpad
===
Catatan tambahanFraming Media
Perhatikan model pemberitaan (dan judul yang dipilih) okezone.com:
(1) Syiah Serang Rombongan Presiden Nigeria, 10 Orang Tewas
(2) Dicegat Syiah, Tentara Nigeria Balas Bunuh 12 Penyerang
Kedua berita mengaku mengutip Washington Post & Sunnews. Pada berita (1) di paragraf pertama disebut ada 10 yang tewas tanpa penjelasan, siapa yang tewas dan siapa yang menewaskan. Pada berita (2) dikutip pernyataan istri Zakzaky bahwa ada 12 tewas dibunuh tentara, namun di-framing oleh paragraph selanjutnya “Ini adalah balasan dari militer karena sebelumnya kaum Syiah menyerang militer”. Di kedua berita, versi kejadian yang diceritakan adalah versi militer Nigeria.
Bandingkan dengan model pemberitaan Premium Times Nigeria yang cukup berimbang, yaitu memberitakan dua versi kejadian (versi militer, dan versi Zakzaky).
Referensi:

Sumber Tulisan Blog ini: 

http://ic-mes.org/military/jejak-israel-di-nigeria/

Minggu, 13 Desember 2015

Tentara Nasional Nigeria menyerang kediaman Syeikh Ibrahim Zakzaky, ulama karismatik umat Islam Syiah di Zaria, Nigeria, Sabtu (12/12). Berdasarkan laporan media lokal, tentara melakukan penembakan ke arah warga Muslim Syiah yang berupaya melindungi Ibrahim hingga mengakibatkan setidaknya 22 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.


“Tembakan deras disertai dengan teriakan dari komunitas Muslim Syiah terdengar kurang lebih dua jam,” kata salah satu warga setempat.

Bentrokan antara militer dan warga Muslim pun tak terhindari pasca serangan berdarah itu. Berdasarkan saksi mata, sejumlah tentara menumpahkan timah panas ke arah warga di sebuah tempat pusat kegiatan keagamaan muslim Syiah di Nigeria. Siang itu, umat Syiah setempat rencananya melaksanakan pengibaran bendera untuk menyambut masuknya bulan Maulud, kelahiran Nabi Muhammad Saw.

Sebelumnya, umat Islam di Zaria telah melayangkan tuntutan pada pemerintah setempat untuk hadir melindungi warganya dari berbagai penyerangan yang terjadi beberapa minggu terakhir.

Pada 27 November, setidaknya 20 Muslim Syiah tewas akibat serangan bom oleh kelompok militan “Boko Haram” pada kegiatan keagamaan di Kano. Tak hanya Boko Haram, umat Islam Nigeria juga kerap diperlakukan secara diskriminatif oleh aparat militer pemerintah yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok Boko Haram:


Terbaru

Seri Kekejaman ISIS

Video




VIDEO Terbaru

Random Post

pks