Kamis, 10 Desember 2015

Oleh: Raymond Liauw

Membaca sepak terjang Muhammad Riza Chalid yang juga dikenal sebagai “Gasoline God Father” di dunia bisnis minyak, membuat saya bukan lagi menggaruk garuk kepala tetapi juga menggaruk bokong. Rasanya tidak akan pernah mungkin saya lakukan seumur hidup saya.


Mengingatkan saya pada kisah sebuah keluarga mafia Don Carleone dalam film The God Father yang dibintangi oleh Marlon Brando dan Al Pacino. Singkat cerita, dalam kisah tersebut Don Carleone memiliki hubungan luas dengan Polisi, Gubernur maupun Senator untuk melancarkan bisnis illegal minuman keras dan casino nya.

Begitupun dengan Riza Chalid yang memiliki hubungan dekat bukan hanya dengan para wakil rakyat di parlemen tetapi juga dengan para kepala negara sejak Eyang Suharto masih duduk di singgasana.

Riza adalah salah satu peserta “rapat” bersama dua orang lainnya dalam kasus “Papa Minta Saham”. Dia seakan tau betul seluk beluk cara kerja pejabat negara baik dalam tugas pemerintahan maupun dalam menumpuk harta kekayaan. Di dalam pembicaraannya, ada satu hal yang menarik bagi saya, ketika dia mengatakan bahwa Jokowi akan “jatuh” bila tidak memperpanjang kontrak Freeport.

Woowwww........ siapakah sebenarnya Mohammad Riza Chalid yang sepertinya juga dapat menentukan nasib seorang Kepala Negara RI ??

Terus terang, saya tidak bisa membayangkan tindak tanduk Riza bila “Sang Jenderal” lah yang menjadi Presiden RI saat ini, mengingat si Tukang Minyak ini telah menyalurkan dananya sebanyak Rp.500 M untuk kampanye “Sang Jenderal”.

Riza adalah murni seorang pengusaha minyak konglomerat yang memiliki hubungan baik dengan para pejabat negara untuk melicinkan usahanya. Dia tidak pernah disumpah jabatan seperti yang dilakukan oleh para pejabat negara saat pelantikan. Dia pun juga tidak pernah disumpah untuk memberikan kesejahteraan kepada rakyat Indonesia.

Entah benar atau tidak, minimal Oom Nazar pernah “bernyanyi” bahwa Keluarga Cikeas adalah salah satu penerima aliran “dana haram” dari si Tukang Minyak atas jasa jasanya membekingi bisnis minyaknya. Satria berbaju lengan panjang, Ibaz dikabarkan menerima uang sebesar $200 ribu. Begitupun sang ibunda, ibu Ani juga diisukan menerima aliran dana sebanyak $5 juta dari si Tukang Minyak.

Namun demikian, saya pribadi bukanlah orang yang mudah percaya dengan suatu berita yang bisa berdampak fitnah. Jadi untuk hal tersebut, saya yakin seluruh rakyat Indonesia sangat berharap Riza bersedia membentangkannya di hadapan MKD atau bilamana mungkin di hadapan Kejaksaan dalam sidang terbuka.

Seandainya Riza sungkan untuk “berkicau” layaknya Cucakrowo, maka saran saya untuk si “Tukang Minyak” tersebut janganlah anda menginjakan kaki di Bumi Pertiwi selama Jokowi masih menjadi Presiden NKRI, karena anda akan ditangkap dengan tuduhan Rencana Kudeta.


Anda juga jangan pernah lagi berkunjung ke Padang – Sumatera Barat, karena anda telah terlanjur mengatakannya sebagai Provinsi Dajjal dihadapan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia.
Namun , relakanlah bila pemerintah RI menyita seluruh harta kekayaan keluarga anda termasuk membekukan seluruh rekening bank anda di dalam negeri maupun di luar negeri.

Dengan demikian anda beserta keluarga akan lebih santai menikmati makan malam di tepi pantai sambil menikmati alunan lagu Four Season-nya Vivaldi.

Rakyat Indonesia sudah tidak sabar menanti akhir cerita dari sinetron “Papa Minta Saham” ini.

Selamat Pagi dan sejahtera selalu.

0 komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Kata Tokoh

Seri Kekejaman ISIS

Video




VIDEO Terbaru

Random Post

pks