Tampilkan postingan dengan label Yaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yaman. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 September 2016

Akibat serangan udara Saudi di Yaman

Serangan udara terbaru Arab Saudi ke beberapa wilayah Yaman telah merenggut puluhan warga sipil dan melukai belasan lainnya.

Serangan ini dilakukan ketika umat Islam Yaman dan kaum Muslimin di seluruh dunia sedang merayakan Hari Raya Idul Adha, di mana bulan Dzulhijjah adalah bulan yang dilarang untuk melancarkan peperangan.

Seperti dilansir situs berita al-Masirah, jet-jet tempur militer Arab Saudi menggempur distrik Baqim di Provinsi Saada pada Senin (12/9/2016) siang.

Serangan ini merenggut nyawa sedikitnya empat warga sipil dan melukai tiga lainnya.

Lihat Video

Jet-jet tempur rezim Al Saud juga membombardir distrik Sahar di Provinsi Saada pada Senin pagi. Serangan keji ini menewaskan 12 orang dan melukai 10 lainnya.

Distrik Kitaf di Provinsi Saada juga tak luput dari serangan rudal jet-jet tempur pasukan agresor yang dipimpin oleh Arab Saudi.

Dua warga sipil di Provinsi Saada juga meregang nyawa dan tujuh lainnya terluka setelah sebuah mobil dihantam rudal jet-jet tempur Arab Saudi.

Agresi militer Arab Saudi ke Yaman selama 17 bulan terakhir telah menyebabkan 10.000 orang tewas dan belasan ribu lainnya terluka.

Invasi yang disertai dengan kebungkaman masyarakat internasional itu juga telah memporak-porandakan insfrastruktur penting Yaman. (RA)

Sumber: ParsToday

Senin, 08 Agustus 2016


Pekan lalu, Pasukan bayaran Arab Saudi menghancurkan Masjid Sheikh Jamal al-Din di Provinsi Taiz, Yaman selatan. Mereka juga menggali makam beliau
dan membakar tulang-tulang jenazah beliau serta menghancurkan makam tersebut.

Mereka hingga sekarang telah mengancurkan sedikitnya 15 masjid dan tempat ziarah di Yaman.
Bersamaan dengan itu, Pasukan bayaran Arab Saudi melakukan genosida mengerikan di distrik al-Sarari.

Mereka membantai dan membakar lebih dari 50 warga Yaman dan menghancurkan lebih dari 50 rumah setelah menjarah isinya di desa al-Sarari di provinsi Ta’iz.

Selain melakukan pembantain massal, tentara bayaran Arab Saudi ini juga menculik sekitar 125 warga sipil dari desa al-Sarari, al-Hyyar dan Thi al-Brah di distrik Saber al-Mwadem; 45 diantara mereka yang diculik adalah anak-anak dan 35 lainnya adalah wanita yang beberapa
diantaranya bahkan masih membawa bayi-bayi mereka.

Mereka ditangkap saat berada di sekolah Hasban al-A’ala. Sementara 15 orang dilaporkan hilang.
Mereka juga menyembelih semua ternak di daerah itu dan melemparkannya di pinggir jalan untuk merayakan pembantain massal itu.

Agresi militer Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman yang memperoleh lampu hijau dari Amerika Serikat dimulai sejak tanggal
26 Maret 2015.
Invasi militer tersebut hingga sekarang telah merenggut nyawa sedikitnya 8.000
orang dan melukai belasan ribu lainnya.

Invasi militer Arab Saudi juga telah memporak-porandakan infrastruktur
penting Yaman termasuk rumah sakit, sekolah, bandara, pabrik, jembatan
pelabuhan dan fasilitas publik lainnya.(PP) 

Lihat VIDEO nya : 




Note: ISIS adalah bagian dari faham Wahabi dan keduanya memiliki kesamaan yaitu senang menghancurkan Situs bersejarah, Makam para Nabi dan Orang-orang Shaleh

Jumat, 29 Januari 2016



Intelijen Rusia, membongkar rencana Saudi mengebom Masjidil Haram dan daerah-daerah sekitarnya dengan rudal dan menuduh Yaman melakukan serangan tersebut.

Rencana itu bertujuan agar Dunia Islam dan masyarakatnya  memprotes aksi ini dan mengirimkan tentara serta jet tempur mereka melawan Yaman dengan dalih membela tanah suci. Demikian dilansir dari Lahj News.

Para ahli militer mengharapkan Arab Saudi melakukan itu, terutama setelah begitu banyak negara-negara Arab dan Muslim menolak melibatkan tentara mereka mendukung tentara Saudi menggelar perang darat melawan Yaman.

Mereka menegaskan bahwa beberapa kemenangan yang dicapai oleh militer Yaman dan keunggulan mereka di darat  akan mendorong Saudi dengan dukungan AS untuk melakukan kejahatan semacam ini terhadap tempat-tempat suci Islam. Karena pemboman yang dilakukan pesawat-pesawat tempur Saudi membuktikan penyimpangan Negara ini dari nilai kemanusiaan dengan membombardir warga sipil yang  kebanyakannya adalah anak-anak dan perempuan, serta menggunakan senjata yang dilarang secara internasional.

Perlu diketahui bahwa Wakil Kepala staf Angkatan Bersenjata Jerman dalam pernyataan press mengatakan, tentara Saudi tidak akan bertahan melawan tentara Yaman lebih dari empat puluh hari, dan satu tentara Yaman setara dengan seratus tentara Saudi. (ARN) .

Jumat, 08 Januari 2016


  • Amnesty International pada Jumat menyatakan sekutu pimpinan Arab Saudi membom sekolah di Yaman, melanggar hukum humaniter antarbangsa dan mengabaikan kesempatan pendidikan bagi ribuan anak-anak.

  • Kelompok hak asasi berpusat di London itu menyeru semua negara pemasok senjata sekutu pimpinan Saudi itu, termasuk Amerika Serikat dan Inggris, menangguhkan semua pengiriman senjata, yang digunakan untuk melanggar hukum antarbangsa.

  • Riyadh dan sekutunya melancarkan serangan udara di Yaman pada akhir Maret untuk mendukung pasukan Presiden Abedrabbo Mansour Hadi sesudah pemberontak Houthi Syiah dukungan Iran menguasai banyak wilayah negara itu.

  • Pengawas hak asasi menuduh persekutuan itu melanggar hukum perang dan membunuh warga, tapi berulang kali membantahnya.

  • Dalam laporan berjudul "Anak-anak kita dibom", Amnesty menyatakan menyelidiki lima serangan udara atas sekolah pada Agustus hingga Oktober, menewaskan lima warga dan melukai sedikit-dikitnya 14 orang, termasuk empat anak-anak.

  • Dalam beberapa kejadian, sekolah diserang lebih dari sekali, mengisyaratkan serangan itu disengaja," kata kelompok tersebut.

  • Siswa tidak di dalam sekolah saat itu, namun serangan tersebut mengakibatkan kerusakan parah, sehingga mengganggu pendidikan lebih dari 6.500 anak-anak di Provinsi Hajja, Hodeida dan Sanaa, katanya.

  • "Kami tidak menemukan bukti dari lima kejadian itu bahwa sekolah tersebut digunakan untuk tujuan ketentaraan," tambahnya.

  • Lama Fakih, penasihat utama masalah perang Amnesty, mengatakan, "Sekolah adalah pusat untuk kehidupan warga, dimaksudkan untuk memberikan ruang aman bagi anak-anak."

  • "Sangat mengerikan bahwa Amerika Serikat dan sekutu lain dari persekutuan pimpinan Saudi terus memberikan senjata kepada anggota persekutuan itu," katanya.

  • Pada November, Washington menyetujui kesepakatan 1,29 miliar dolar (lebih dari 12 triliun rupiah) untuk mengisi gudang senjata angkatan udara Saudi.

  • Pesanan itu termasuk 6.300 bom terpandu laser Paveway II dan III Paveway, 12.000 bom umum dan 1.500 penembus "bunker", yang dirancang untuk menghancurkan beton keras.

  • Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan lebih dari 5.700 orang tewas di Yaman, sekitar setengahnya adalah warga, sejak Maret ketika pertempuran menyengit. Lebih dari 25.000 orang termasuk anak-anak Yaman terluka, demikian AFP melaporkan.[antara] 

Inilah video kebrutalan Saudi di Yaman yang diunggah Amnesty Internasional 



Kamis, 07 Januari 2016

Iran Kecam Keras Aksi Pemboman Kantor Kedubes Iran di Sana’a Yaman Oleh Jet Tempur Saudi


Dilaporkan bahwa Arab Saudi tadi malam (06/01) menargetkan kantor Kedutaan Besar Iran di Yaman, yang menyebabkan kerugian cukup besar.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Hussein Jaber Ansari, menyampaikan kecaman keras terhadap serangan rudal oleh jet tempur Saudi yang menargetkan Kedutaan Besar Iran di Sana’a, serangan tersebut telah mengakibatkan hancurnya beberapa bangunan kedutaan dan melukai sejumlah pasukan perlindungan kantor Perwakilan.

Hussein Jaber Al-Anshari, mengatakan bahwa operasi militer itu dilakukan dengan sengaja oleh pemerintah Saudi, dan itu hal itu telah melanggar perjanjian dan aturan hukum internasional di bidang perlindungan keamanan dan pemeliharaan kantor-kantor diplomatik.

Pemerintah Saudi harus bertanggung jawab atas aksinya, serta wajib memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami, baik kerugian yang berkaitan dengan bangunan maupun berkaitan dengan cedera yang dialami oleh sejumlah staf kedutaan, menurut kantor berita “IRNA”.

Ia menambahkan “Hal ini jelas, bahwa Republik Islam Iran akan menindaklanjuti dengan serius masalah ini hingga tuntas”. [Arrahmah News]

Tag: #Arab saudi, #Sana'a Yaman, #Kedutaan Iran, #Kedutaan dibom

Kamis, 24 Desember 2015


Ribuan warga Yaman berkumpul di Stadion Althawara dalam sebuah upacara Maulud Nabi yang diselenggarakan oleh gerakan Houthi untuk memperingati hari kelahiran agung Nabi Muhammad saw. di Sana’a, Yaman pada hari Rabu (23/12) kemarin.

Mereka bersama-sama meneriakkan slogan Labbayka Ya Rasulullah sambil membawa bendera-bendera hijau bertuliskan slogan yang sama.


Warga Yaman yang menghadiri acara juga membawa spanduk-spanduk besar yang berisi slogan peringatan Maulud Nabi, berupa pesan kebahagiaan atas kelahiran Nabi utusan Allah yang terakhir tersebut.

Berbicara pada kesempatan Maulud Nabi Saw, pemimpin Houthi Ansarullah Yaman, Abdul Malik Al-Houthi mengatakan, “Bangsa besar Yaman yang sedang menanggung semua musibah akibat penindasan rezim Al Saud dan pasukan bayarannya, tetap berpegang teguh dengan nilai-nilai keislaman.”


Dia yang berbicara melalui video konferens kepada ribuan muslimin Yaman, menyatakan moment peringatan maulid Nabi Saw. sebagai jendela menuju cahaya, bimbingan dan petunjuk.

“Jahiliyah hari ini lebih berbahaya bagi kemanusiaan dari pada era Jahiliyah di zaman Nabi Saw. Kemarin (jahiliyah era Nabi) dengan belati dan pedang pembunuhan dan pembantaian dilakukan, namun jahiliyah hari ini menggunakan senjata paling mematikan untuk membunuh ribuan orang-orang yang tak berdosa”, kata pemimpin Houthi.


Pemimpin Houthi Yaman juga menegaskan bahwa umat islam telah terpecah-belah, sebagian dari mereka tertipu dengan aliran takfiri yang menghipnotis mereka untuk melakukan bom bunuh diri. Sebagian lain percaya (baca;tertipu) bahwa Amerika mendukung hak asasi manusia, dan Israel mencari perdamaian.

Dia juga mengatakan rezim Saudi dan kelompok-kelompok yang didukungnya adalah alat Amerika untuk menabur perselisihan di kalangan umat Islam.

Abdul Malik Al Houthi menegaskan, “Amerikalah yang sedang berperang di Yaman dan Saudi bersama UEA adalah pelayan Amerika dan Israel di kawasan. Bekerjasama dengan mereka berarti terlibat dalam seluruh kejahatan yang mereka lakukan.”

“Uni Emirat Arab dan Arab Saudi adalah budak Amerika Serikat. Islam hakiki bukanlah Islam Saudi, Amerika atau rezim Zionis Israel. Islam sejati tidak akan pernah terwujud dengan mentaati Amerika,” ujarnya.


Ia juga menyinggung keberpihakan PBB dengan Barat dalam perundingan damai Jenewa.

“Kepada seluruh pecinta kebebasan, saya minta untuk terus berusaha menghadapi para agresor dan membebaskan Yaman. Karena, PBB ternyata bergerak sejalan dengan Barat,” ungkap Al Houthi.

Pemimpin Ansarullah Yaman juga mengatakan, “Rakyat Yaman dalam perang ini tidak boleh lemah, karena kita berada di jalan yang benar dan kita berperang untuk membela nilai, prinsip dan kebebasan kita.”

Dalam kesempatan itu, pemimpin Houthi juga mengucapkan solidaritasnya kepada rakyat Palestina, dan mengatakan setiap normalisasi hubungan dengan Israel adalah khianat dan terlibat dalam kejahatan rezim zionis. [ARN]

Video Maulid Yaman,


Minggu, 22 November 2015

Pesawat jet tempur Israel telah mengambil bagian dalam serangan udara pada Kamis pekan lalu untuk memerang milisi Houthi di Yaman. Israel disebut-sebut ikut bergabung dalam koalisi Teluk pimpinan Arab Saudi dalam agresi ke Yaman.


 ”Ini adalah untuk pertama kalinya bahwa Zionis sedang melakukan operasi bersama koalisi Arab,” tulis Sekretaris Jenderal Partai Al-Haq Yaman, Hassan Zayd di halaman Facebook-nya, seperti dikutip Global Research, pada Minggu (29/3/2015).

Dia mencatat bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah mengeluarkan perintah langsung untuk Angkatan Udara Israel agar mengirim pesawat jet tempur untuk bergabung dengan koalisi Arab guna melakukan serangan udara di Yaman.

Israel sendiri belum mengkonfirmasi laporan bahwa militer mereka ikut menyerang Yaman guna memerangi milisi Houthi.

Arab Saudi telah meluncurkan agresi militer bersama sembilan negara Teluk lainnya sejak Kamis pekan lalu. Puluhan orang dilaporkan tewas, termasuk sejumlah warga sipil.

Stasiun televisi Yaman, al-Massira, melaporkan bahwa pesawat tempur Angkatan Udara Saudi menargetkan warga sipil Yaman yang berbelanja di pasar. Beberapa negara Teluk yang bergabung dalam agresi militer di Yaman antara lain, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Qatar, Kuwait, Sudan dan sejumlah negara Teluka lainnya.

AS tidak ikut melakukan agresi di Yaman, namun Presiden Barack Obama, secara resmi memberikan dukungan untuk Saudi dalam agresi itu. Dukungan itu berupa penyediaan logistik dan data intelijen untuk operasi militer.[sindonews]


Rabu, 04 November 2015

Militer Arab Saudi tak berhenti untuk melanjutkan kejahatannya di Yaman, bahkan konvoi kendaraan yang membawa bantuan bahan makanan dari Program Pangan Dunia (WFP) tak luput dari serangan militer rezim Al Saud.

Menurut kantor berita resmi Yaman, Saba, jet-jet tempur militer Arab Saudi membombardir mobil-mobil kargo WFP di Provinsi Marib dan kendaraan pengangkut bantuan kemanusiaan di distrik Hidan dan Sakin di Provinsi Saada.

Jet-jet tempur rezim Al Saud menyerang dua kendaraan pengangkut gandum dan bantuan kemanusian di distrik Hidan dan sebuah truk pengangkut bahan makanan di wilayah Sakin.

Meski lembaga-lembaga internasional telah memperingatkan dan mengecam penggunaan senjata terlarang oleh militer Arab Saudi, namun jet-jet tempur rezim Al Saud terus menjatuhkan bom Cluster ke berbagai wilayah Provinsi Saada, Yaman utara.

Di sisi lain, pesawat tempur Arab Saudi menarget empat kendaraan yang mengangkut gandum bantuan WFP di distrik Harib, Provinsi Marib.

Sementara itu, anasir-anasir bersenjata tak dikenal menyerang direktur sebuah rumah sakit khusus di Aden, selatan Yaman. Namun ia selamat dari serangan itu.

Sejak 26 Maret 2015, Arab Saudi dan sekutunya menggelar agresi militer ke Yaman. Serangan yang didukung Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel ini telah merenggut nyawa sedikitnya 7.000 warga Yaman dan melukai belasan ribu lainnya.

Agresi militer tersebut juga telah meluluhlantakkan infrastruktur vital Yaman seperti rumah sakit, sekolah, pelabuhan, pabrik, bandara, pasar, jembatan dan fasilitas penting lainnya. (IRIB Indonesia/RA)

Terbaru

Seri Kekejaman ISIS

Video




VIDEO Terbaru

Random Post

Trending Topic

pks