Dulu Anda bilang Demo Haram tad, kok Anda malah orasi memprovokasi massa untuk demo
Ternyata Tokoh Pemimpin demo bela Islam 411 yang bernama ustad Bachtiar Nasir yang pernah menjadi anggota lembaga fatwa MUI dalam salah satu ceramah nya pernah mengatakan, "Haram melakukan aksi demo". Karena demonstrasi sama sekali tidak pernah ada ajarannya di dalam syariat Islam. "Tujuannya apa? Kalo ada demo berarti ada yang membayar."
Lihat videonya:
Lebih lanjut Bachtiar Nasir menilai demonstrasi bukanlah solusi memecahkan masalah. Justru demonstrasi hanya mengganggu ketertiban umum dan mengganggu orang yang sedang mencari nafkah.
Pertanyaan nya sekarang, kok bisa ya Bachtiar Nasir menjilat ludahnya sendiri?? Atau jangan-jangan dia juga ada yang membayar ya?
Yang benar mana ini tad, katanya demo Haram, kok Anda malah jadi pemimpin nya sih..
Think smart.
Munarman saat debat dan menyiram air Teh kepada Dosen UI, Prof. Thamrin Tomagola
Apakah masih banyak yang ingat , Juru Bicara Front Pembela Islam(FPI), Munarman, sudah bersikap kurang ajar karena tak kuasa mengendalikan amarahnya. Di tengah sorotan kamera pada acara "Apa Kabar Indonesia" di tvOne yang disiarkan secara live dipagi hari itu, pengacara yang saat itu berumur 44 tahun ini naik pitam dan...masya Allah...menyiramkan air teh di cangkir ke wajah lawan debatnya yang jauh lebih tua darinya. Orang tua yang mendadak jadi basah kuyup di depan umum itu adalah sosiolog senior Universitas Indonesia dan tokoh masyarakat Maluku yang sudah sepuh, Dr. Tamrin Amal Tamagola yang saat itu berusia 66 tahun.
Lihat videonya:
Aksi Munarman itu langsung mengundang tanggapan dari banyak kalangan. Banyak yang menilai tindakan Munarman bukan cuma kurang ajar, tapi juga suatu bentuk tindak kekerasan. pada akhirnya publik akan menilai ternyata buah dari ajaran FPI adalah Arogansi dan sikap kurang ajar.
Panglima TNI dan Habib Muhammad Luthfi bin Yahya bersama seluruh elemen masyarakat yang cinta kepada Bhinneka dan NKRI
Panglima TNI, Jenderal Gatot Numantyo, mengajak seluruh peserta unjuk rasa damai aksi Bela Islam jilid III, yang akan berlangsung pada Jumat, 2 Desember 2016, agar tertib sesuai dengan aturan.
Namun, Panglima TNI menegaskan bila ada insiden tidak diinginkan, pihaknya siap mempertahankan dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari seluruh ancaman yang muncul.
"Silahkan demo, untuk menyampaikan pendapat. Tapi kalau sudah anarkis, makar, maka akan berhadapan dengan prajurit saya TNI dan Polri," kata Panglima kepada awak media di Medan.
Panglima juga menegaskan TNI siap menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Para prajurit saya pun siap mempertaruhkan apapun, termasuk mengorbankan nyawa mereka sendiri untuk mempertahankan kedaulatan NKRI.
"Prajurit saya juga siap berjihad mempertahankan NKRI berdasarkan Pancasila bersama seluruh komponen masyarakat. Kita bersama, jangan ada yang ditakuti," ujar Panglima.
Dengan ini, dia meminta seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga kedaulatan NKRI nampak hadir juga Habib Muhammad Luthfi bin Yahya yang siap mendukung upaya TNI Polri dalam menghadapi kelompok Islam yang ingin Makar.
Lihat videonya:
Lebih lanjut Panglima TNI menjelaskan, "Untuk aksi 2 Desember, kita berdoa. Siapapun yang mengacau bangsa ini, tidak bisa. Yang mengacau bangsa ini bukan orang yang beragama, saya yakin, kelompok radikal Islam seperti DI/TII Kahar Muzakkar (red:termasuk ISIS dan FPI), komunis, akan berhadapan dengan TNI-Polri serta seluruh masyarakat," ucap Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan.
Penghinaan komandan FPI, Munarman Kepada Presiden, Panglima TNI dan Kapolri dengan menyebutnya sebagai (maaf) kodok-kodok.
Lagi Lagi Munarman yang saat ini menjadi komandan Laskar Jihad FPI Menghina dan melecehkan simbol Negara, kali ini yang jadi sasaran pelecehan dan hinaan adalah Presiden Republik Indonesia dan Para Panglima Tinggi institusi TNI dan Polri.
Sebagaimana yang kita tahu Selama berkeliling ke Markas-markas TNI, Presiden Jokowi didampingi Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo; Kepala Satuan Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono; Komandan Jenderal Kopassus, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Lihat videonya;
Presiden dan Para panglima tinggi TNI inilah yang di sebut dalam Video oleh Munarman sebagai (maaf) kodok-kodok yang berkeliling ke Markas-markas prajurit yang memiliki senjata, untuk menakut-nakuti 'Umat islam'.
Ulama MUI Din Syamsuddin merayakan pesta ulang tahun bersama Tim Sukses Pasangan salah satu calon Gubernur DKI salah satunya nampak lieuis Seungkharisma.
Kasihan umat Islam ini, dari berbagai arah telah ditipu ormas yang mengatasnamakan Pembela Islam, belum lagi para pemuka Islamnya yang terhimpun dalam wadah MUI juga menipunya. Semoga saja Umat Islam semakin sabar memegangi agamanya dengan teguh. Dan gejala makin banyaknya para ulama penjual agama ini dapat dilihat dari perilaku nya yang dengan sengaja seenaknya mengeluarkan fatwa titipan dari para aktor politik.
Bahkan orang yang dianggap ulama ini telah meniru budaya orang-orang yang sering mereka sebut dengan 'kafir', seperti ulang tahun misalnya. Karena menurut mereka ulang tahun atau MILAD adalah BID'AH(amalan yang tidak ada di zaman Nabi). Hal ini bisa dibuktikan dengan di haramkan nya peringatan MILAD nabi Muhammad SAW sendiri.
Lihat videonya:
Dalam Video ini nampak mantan Ketua MUI yang sekarang menjadi dewan penasehat Muhammadiyah sedang merayakan ulang tahun bersama Lius Sungkharisma dan Siti Zuhro( 2 orang yang paling membenci Ahok) yang juga menjadi tim sukses pasangan salah satu calon gubernur DKI. Jika ulama saja sudah bersikap tendensius seperti ini apakah mungkin fatwanya bebas dari unsur pesanan?? Inilah mungkin yang di maksud Ahok dengan mengatakan, " Jangan mau ditipu orang Pakai ayat..."
Jadi kesimpulannya menurut cara pandang MUI, 'pemimpin' Kafir itu haram tapi budaya 'kafir' tidak Haram.
MASIH MAU PERCAYA SAMA MUI ?
Ustad Arifin ilham membuat heboh jagad dunia maya. Sebab, dalam salah satu ceramahnya, ia dinilai melecehkan Nabi Muhammad SAW.
Tudingan pelecehan tersebut, bermula dari penjelasannya dalam satu ceramah di televisi swasta nasional, mengenai Rasulullah dan praktik poligami.
Kala itu, ia mengatakan," bahkan Nabi Muhammad SAW pun tak bisa berlaku adil."
Tudingan tersebut, dilontarkan akun Satu Islam yang mengunggah potongan video ceramah sang ustaz dari televisi swasta nasional.
Akun Satu Islam, mengunggah video berdurasi 42 detik dan berjudul "Ustadz Arifin Ilham Hina dan Rendahkan Nabi saw" ke laman Youtube.
Menurut akun yang konsern untuk mempersatukan umat Islam dari berbagai mazhab tersebut, Ustad Arifin secara serampangan mengutip dan menafsirkan ayat-ayat suci.
Berikut penjelasan akun Satu Islam, mengenai penafsiran serampangan Ustad Arifin yang berujung pada tudingan penghinaan terhadap Nabi Muhhamad tersebut:
Ustadz Arifin IIlham bikin ulah lagi, sekarang sudah berani menghina dan merendahkan Rasulullah saw, bahkan dia berani memlintir terjemahan kalimat untuk menghina Baginda Nabi saw demi menutupi kelemahan dirinya dalam berbuat adil dengan kedua istrinya, kalimat yang dia plintir sebagai berikut:
لن تستطیعوا ان تعدلوا بین النساء ولو حرصتم.
Ustadz Arifin Ilham menerjemah kalimat diatas pada lafadz( لن تستطیعوا ان تعدلوا) sebagai berikut : Hai,, Muhammad,, kamu tidak akan pernah mampu berbuat adil"
Padahal kalimat diatas kalau dilihat dari segi gramatik arabnya akan tidak pas kalau diterjemahkan seperti diatas, karena, kalimat tersebut menunjukkan jama' bukan mufrad, maka jelaslah yg jadi khithab(yang di maksud) pada klimat diatas bukanlah Rasulullah Saw akan tetapi kaum laki-laki yg diluar Rasulullah Saw.
kalimat tersebut diatas lebih sebagai penegasan bagi ayat al-nisa ayat 3, -silahkan baca ayatnya-.
Dan andai pun Ustadz Arifin Ilham memasukan kalimat diatas dalam konsep balaghah " اطلاق الکل واراده الجزء" maka hal ini akan tambah memperparah penafsiran lagi, karena hal itu akan berdampak pada penolakan terhadap surat al-nisa ayat 3.
Lihat videonya:
Melihat kelakuan Ustad Arifin Ilham ini mengingatkan saya pada kejadian saat Rasulullah saw masih hidup.
Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri Ra berkata:
“Saat Rasulullah saww sedang membagi-bagikan ghanimah, kemudian datanglah seseorang dari Bani Tamim dengan pakaian yang pendek bagian bawahnya ( Cingkrang), di antara kedua matanya ada tanda bekas sujud yang menghitam, lalu ia berkata: “Berbuat adillah wahai Rasulullah!”
Rasulullah Saw bersabda: “Celakalah engkau, siapa yang akan berbuat adil jika aku tidak berbuat adil? Maka engkau akan binasa dan rugi jika aku sendiri tidak berlaku adil.”
Lalu Rasulullah Saww bersabda: “Akan datang suatu kaum kelak seperti dia, baik perkataannya, tapi buruk kelakuannya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluk. Mereka mengajak kepada Kitabullah, tetapi mereka sendiri tidak mengambil darinya sedikitpun.
Mereka membaca Al Quran, tetapi tidak melebihi kerongkongannya. Kalian akan mendapatkan bacaan Al-Qur’an mereka lebih baik dari kalian dan shalat dan puasa mereka lebih baik dari kalian. Mereka akan melesat meninggalkan Islam sebagaimana anak panah melesat dari busurnya. Mereka mencukur kepala serta mencukur kumisnya, pakaian mereka hanya sebatas setengah betis mereka.” Setelah Rasulullah Saww menjelaskan ciri-ciri mereka, Rasulullah Saww bersabda: “Mereka akan membunuh para pemeluk Islam dan melindungi penyembah berhala!”
[Diriwayatkan dalam kitab: Bukhari fi kitab dad’ al-khalq Bab “Alamah An-Nubuwwah”, An-Nisai’ fi khasa-is hal 43, 44, Muslim fi Kitab Az-Zakah Bab At-Tahdzir Min Zinah Ad-Dun-ya, Musnad Imam Ahmad juz I hal 78, 88, 91)
Sumber: Satu Islam/Tribun News Penulis: Manhaj Salafi
Hubungan Ahok dan Gus Dur ibarat Kiai dan Santri. Hal ini diakui sendiri oleh Ahok dalam banyak kesempatan. Terutama selama perjalanan politik Ahok, banyak sekali pelajaran dan hikmah yang dapat dipetik dari Sang Guru, tak terkecuali mengenai Surat Al Maidah 51.
Surat Al Maidah 51 menjadi trend dan viral belakangan ini. Banyak yang menggunakan ayat ini untuk kepentingan politik Pilkada. Setelah pidato Ahok di Kepulauan Seribu, ayat ini mendadak jadi sorotan umat islam se-antero nusantara, bahkan diakumulasi menjadi kekuatan politik “guling-menggulingkan” yang terjadi pada 4 November lalu, di mana Ormas Islam berkumpul mendesak Presiden Jokowi dan aparat segera menangkap Ahok karena dianggap telah melecehkan Alqur’an.
Tentu bukan salah Ahok jika kemudian Ahok mengutip Surat Al Maidah, karena Ahok telah mendapatkan informasi sebelumnya dari Gus Dur. Gus Dur lah yang menegaskan bahwa di dalam urusan politik dan pemerintahan, ayat ini tidak relevan. Relevansi ayat ini hanya di wilayah peribadatan, bukan di wilayah politik memilih calon pemimpin.
Lihat videonya
Lebih lanjut dalam video Gus Dur menjelaskan, " Apa umat Islam mau salat di belakangnya orang kristen, salat di belakangnya orang Cina. Ndak mau. Tapi kalau urusan pemerintahan, tidak apa-apa. Di mana pakenya ayat, jangan sembarangan. Kita tidak perlu takut-takut. kita harus bersama-sama memilih orang yang pandai untuk memerintah. Basuki ahok sudah menunjukkan diri untuk menjadi bupati yang baik di Belitung Timur. Di sana semua orang sakit tidak bayar. Bayar 5 ribu untuk semua penyakit,” demikian cuplikan video pidato Gus Dur ditemani Ahok sendiri dan putrinya, Yenny Wahid.
Cuci otak ala ISIS mampu membuat wanita kehilangan sifatnya yang lemah lembut dan penuh kasih sayang menjadi beringas dan liar, bagaimana nanti dengan anak-anak nya?
Wanita ini dengan nada penuh kebencian, dan dengan lantang mengatakan Ahok hanya memiliki dua pilihan. Ahok dipenjara atau Ahok harus mati.
Sebelum menyatakan hal tersebut, wanita berjilbab ini juga mengatakan didepan kamera, Bunuh Ahok ... Bunuh Ahok ... dengan sangat lantang.
Lihat videonya:
Sudah banyak bukti-bukti, mulai dari pria bersorban yang menyatakan akan memberikan uang 1 milliar, pada orang yang berhasil membawa kepala ahok.
Melihat habib rizieq dan FPI yang secara konsisten menyampaikan pidato-pidato kebencian, bahkan mengajak para pengikutnya menyanyikan yel-yel bunuh ahok di depan publik.
Negara tidak boleh diam. Selama dibiarkan, maka bibit-bibit kebencian yang telah terkontaminasi virus ISIS akan bermunculan.
Negara ini bukan negara khilafah, negara ini jelas dibangun atas azas kebersamaan dan kebhinekaan, tidak boleh ada yang merasa paling benar dan menghakimi yang lain di depan publik, semua sama di mata hukum dan para provokator yang mengancam keberagaman, harus diberantas.
Habieb Rizieq, bukanlah satu-satunya tokoh agama, dalam konteks ini habieb rizieq tidak lebih dari provokator, antitesis negara. Habieb Rizieq dan FPI adalah bibit penghancur negara.
Tidak boleh Seseorang atau kelompok yang dengan seenaknya selalu lantang menyuarakan ujaran kebencian, pembunuhan dan ancaman apalagi sampai menganggap sebagai haknya.
Negara ini memiliki Hukum, menganut sebuah konstitusi yang menyatakan, "hak hidup setiap warga dijamin oleh Negara dan undang-undang".
PerSamaannya ; Ahok bilang di bohongi orang pakai ayat.. kalo Hb Rizk bilang di tipu ulama pakai Al-Quran..
Inilah Perkataan Habib Rizk Yang sama dengan Apa yang dikatakan Ahok, Tentang kata "MENIPU PAKAI AYAT" tapi Anehnya Habib Rizk tidak di kenakan tuduhan telah menghina ayat Al-Quran sedangkan Ahok dengan perkataan yang sama telah di tuduh telah menghina Al-Quran.
Habib Rizk sendiri dalam ceramahnya membenarkan Tentang adanya orang-orang yang menipu pakai ayat Al-Quran yaitu yang dikatakan nya sebagai ulama Su' (ulama buruk).
Lihat videonya:
Bagi yang belum paham, video ceramah
Rizieq itu menegaskan atau memberi
konfirmasi bahwa Quran memang sering
dipakai untuk menipu orang. Siapa
pelakunya? Contoh yang disebut oleh
Rizieq tadi adalah ulama su'. Apa itu ulama su'? Ulama yang buruk.
Salah satu ciri ulama yang buruk itu adalah dia hidup mewah di tengah umatnya yang susah. Contoh, dia naik Pajero atau Hummer, sedangkan umat naik bis. Itu juga sekali jalan. Pulangnya dibiarin cari angkutan sendiri, nggak dikasih ongkos. Yang lain adalah politikus. Ahok cuma mengingatkan, jangan mau ditipu pakai ayat Quran, oleh orang-orang seperti ini. Makasih, Ahok.
Aneh sekali bukan, Kok bisa Habib Rizk mengingkari hati nurani nya sendiri bahwa apa yang dikatakan Ahok adalah benar seperti dia juga pernah mengatakannya hanya dikarenakan kebencian nya kepada Ahok ??!!
Sungguh sangat sulit berbuat Adil, apalagi kepada orang yang dia benci!!
Ingatlah Firman Allah ini Bib, Karena Allah SWT mengingatkan kepada kita "Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu tidak berlaku adil. Berbuat adillah karena ia lebih mendekati ketakwaan.” (QS. Al Maa’idah: 8).
Islam selama ini dibela oleh begundal begundal yang haus darah, Jika yang bela Islam cecunguk seperti ini maka akan hancur Citra Islam sebagai agama yang Rahmatan lilalamin
Nampaknya aksi demo bela Islam tanggal 4 November kemarin menjadi ajang reuni pendukung ISIS yang ada di Indonesia. Mereka berkumpul untuk memperbarui komitmennya yang ingin menjadikan Indonesia sebagai Kawasan Perang.
Negara ini oleh FPI sudah dianggap sebagai negeri perang yang harus membunuh atau dibunuh.
Sebuah tayangan video yang menunjukkan seorang pria yang dikelilingi rekan rekan nya dengan mengangkat jarinya mengancam akan menjadikan Indonesia Darul Harb (Kawasan Perang)
Pria tersebut menggoyangkan-goyangkan jari telunjuk kanannya dan berbicara akan memerangi orang kafir dan akan mengusir orang cina yang ada di Indonesia.
Lihat videonya
Beberapa pernyataan pun dilontarkan pria itu melalui video sambil mengangkat tangan kanannya dan menyuarakan takbir yang diikuti suara “Allahu Akbar ” dari teman-teman nya.
Karena lapar tak dapat jatah nasi bungkus akhirnya massa FPI menjarah dan mencuri di mini market saat aksi demo bela Islam. Lho... Bela Islam kok mencuri?
Kok bisa bela Islam 4 November Dengan Menjarah dan Mencuri? Siapa yang mengajari kalian? Siapa yang harus bertanggung jawab?
Kondisi didalam mini market yang dijarah
Tahukah kalian bahwa dengan mengambil barang orang lain tanpa hak, merusak properti milik orang lain adalah penistaan agama, dan pelecehan atas ajaran Islam?
Apa Kalian kira Nabi Muhammad Bangga dengan kalian. Ketahuilah, kalian telah menistakan agama kalian sendiri dan mencoreng wajah islam dengan kelakuan kalian.
Selain itu, di area Monas, total ada 7 mobil polisi yg dirusak massa koalisi FPI pendemo Ahok.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Mohamad Iriawan, mengatakan tidak apa-apa mobil-mobil polisi dirusak.
“Biarkan saja rusak. supaya semua tahu massa ini anarkis. demo ini sudah anarkis,” kata Iriawan.
Lihat video :
Dalam peristiwa tersebut, polisi menangkap 15 orang yang diduga sebagai pelaku penjarahan. Saat ini, polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut.
Miris .. Hukum Rimba Akan di Jalankan oleh FPI dan lagi lagi aparat kepolisian tidak berkutik. Hadapi Seorang Anggota FPI di Kebon jeruk Jakarta yang menjadi Provokator di depan Warga dan di depan Anggota Polisi, dia memberikan iming-iming uang 1milyar bagi siapa saja yang bisa membunuh Ahok. Ancaman ini dia lontarkan saat Demo anti Ahok. Tapi anehnya Polisi tidak menangkap Provokator tersebut yang sudah jelas-jelas mengancam menghilangkan nyawa orang lain dan memprovokasi warga agar ikut menghilangkan nyawa orang lain.
Lihat videonya:
Tips:
Jika anda ingin kebal hukum dan bebas dari jerat hukum cukup menjadi anggota FPI. Meski anda mengancam hilangkan nyawa orang lain, Menghina simbol negara, menyerang orang lain, dan menjarah barang milik orang lain. Anda akan bebas!
Abu bakar Ba'asyir otak teroris bom Bali salah satu yang akan dicalonkan menjadi Pemimpin menggantikan Presiden Jokowi
Terkait maraknya issue demo Ormas Islam pada tanggal 4 November nanti Forum Umat Islam (FUI) telah mengeluarkan DAFTAR NAMA CAPRES SYARIAH untuk mengambil alih kepemimpinan dari Presiden terpilih Joko Widodo yang menurut mereka tidak mengerti dan menjalankan Syariah Islam dengan benar. Seperti yang selama ini di suarakan oleh FPI untuk melengserkan Jokowi.
Menurut mereka Pemimpin yang akan dipilih nantinya tidak butuh pada lembaga survey manapun.
Al khatat juga mengatakan, "selama ini kita disuguhi hasil-hasil survey elektabilitas Capres dan Cagub yang dilakukan berbagai lembaga survey kaum sekuler yang menampilkan nama-nama berkutat seputar : Jokowi, Ahok, Yusuf Kalla, Wiranto, Aburizal Bakrie, dan Megawati.
Jika kaum sekuler tersebut yang akan meneruskan estafet kepemimpinan maka bisa ditebak hasil kedepannya seperti apa".
Demikian penjelasan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath seputar kepemimpinan dalam pengajian di Masjid Raya Bogor. Karena itu menurut Sekjen FUI, sudah saatnya tokoh-tokoh umat Islam yang memiliki ketaqwaan serta kemampuan yang jauh lebih baik untuk tampil memimpin negeri ini. Senada dengan alKhatat, Rizk Shihab juga akan melengserkan Presiden Jokowi dalam demo tanggal 4 November nanti. Tidak hanya Ahok!
Ancaman FPI dan peserta aksi bela Islam 4 November yang akan menjadikan Indonesia sebagai Darul Harb (negeri Perang) dengan memerangi orang kafir dan orang Cina jika tuntutan mereka tidak dipenuhi
Khatat juga menyampaikan SYARIAT ISLAM SATU SATUNYA SOLUSI di NKRI ...
"NKRI bersyariah dengan presiden syariah yang nantinya akan mendekritkan pemberlakuan syariat secara total di negeri ini. Intinya harus syariah, jika ulama besar sekalipun tetapi ia tidak mau menerapkan syariah maka tidak akan kita dukung," ujar Al Khaththath.
Untuk memulai perjuangan menuju NKRI bersyariah, FUI melakukan program jajak pendapat dengan mengumumkan beberapa calon pemimpin dari tokoh-tokoh Islam yang harus dipilih oleh umat.
Kelompok garis keras ini selalu mempropagandakan khilafah di Indonesia
Para pemimpin umat yang selama ini tampil di permukaan dengan kiprah, latar belakang, dukungan umat, serta pandangan mereka terkait penerapan syariah secara formal di Indonesia adalah sebagai berikut:
(1) Imam Besar DPP FPI Habib Rizieq Syihab, Lc., MA; (Prestasi: Anti Pancasila, Pendukung ISIS, Anti Kafir)
(2) Wakil Amir Majelis Mujahidin Ustadz Abu Muhammad Jibril AR; (Prestasi: Penasehat situs Propaganda Teroris Arrahmah dot com, sukses mendidik 2 anaknya menjadi teroris Suriah untuk memerangi BASSAR ASSAD Pemerintah yang Sah )
(3) Amir JAT KH. Abu Bakar Ba’asyir; (Prestasi: sukses menjadi tukang cuci otak pelaku Bom bunuh diri. Bom Bali 1&2 adalah Buktinya)
(4) Ketua Majelis Syuro PBB Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra;
(5) Mama Dedeh Pengasuh Pengajian ibu ibu di TV;
(6) Mantan Ketua PP Muhammadiyyah Prof. Dr. Amin Rais; (Prestasi: Banyak yang menggelari beliau sebagai sosok Sengkuni salah satu tokoh pewayangan ahli Adu domba)
(7) Ketua Pelaksana Harian MUI/Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) KH. Ma'ruf Amien; (Prestasi: Sukses menjadi salesman ayat² Allah melalui Produk Halal)
(8) Ketua Umum PPP Dr
(HC.) Suryadharma Ali; (Prestasi: Pernah menjadi menteri Agama di era SBY dan sekarang mengeram di penjara karena kasus Korupsi Dana Haji dan Al-Quran)
(9) Mantan Ketua MPR/Ketua Fraksi PKS DPR RI Dr. KH. Hidayat Nurwahid;
(10) Sekjen MIUMI Ust. KH. Bachtiar Nasir Lc;(Tokoh Wahabi yang anti Pancasila dan ingin mendirikan khilafah)
(11) Raja Penyanyi Dangdut Haji Rhoma Irama; (Prestasi: Beliau seorang Raja Dangdut yang tiada duanya)
(12) Ketua Baznas Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin;
(13) Ketua Majelis Az Zikra KH. M Arifin Ilham;(penghina Nabi Dengan menyebut Nabi tidak Adil)
(14) Ketua Darul Quran KH. Yusuf Mansur; (Prestasi: Ahli Bisnis Multi Level Syariah, dan Amalan ayat Al-Quran yang bisa membuat kaya, mirip mirip Dimas Kanjeng lah)
(15) Jubir HTI Ir. H. Ismail Yusanto, MM. (Prestasi: Bermimpi menegakkan Khilafah Hizbut Tahrir di Indonesia karena menganggap rakyat Indonesia kafir semua)
"Siapakah di antara 15 nama tokoh ulama/pejuang syariah di atas yang anda pilih menjadi Presiden dan menteri Syariah untuk mendekritkan Syariah di NKRI? Silakan ditulis (nama anda/kota tempat tinggal anda/nama presiden syariah pilihan anda) lalu kirim ke nomor HP 085791870301," pesan Al Khaththath.
Rizk dan Abu Bakar Baasir yang telah menjadikan ISIS sebagai model Pemerintahan Islam
"Ayo Tegakkan Syariah, Pilih Presiden dan menteri Syariah, Tegakkan NKRI Bersyariah, Allahu Akbar!!!" tutupnya.
Bagaimana? Manakah presiden Syariah yang cocok menurut Anda? Atau anda garuk garuk kepala seperti saya karena PUYENG dan bingung dengan calon presiden yang telah dipilih di atas? Ada Bos Teroris, Ada Koruptor Al-Quran dan Haji, Ada Bos Anarkis, Ada Penyanyi.. Lengkap pokoknya.
Munarman komando laskar jihad FPI sedang mencekik peserta upacara hari Pancasila di Monas
Belasan orang terluka setelah massa beratribut Front Pembela Indonesia (FPI) mendatangi dan menyerang peserta unjukrasa oleh Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
Laporan-laporan menyebutkan, sekitar 1000 orang beratribut FPI itu mendatangi Silang Monas tempat aksi damai oleh sekitar 200 Aliansi Kebangsaan, yang melibatkan sejumlah wanita dan anak-anak, bertepatan dengan Hari Pancasila Lahir Pancasila.
Insiden ini bermula ketika AKKBB akan menggelar aksi di Monas, Jakarta, pada 1 Juni untuk memperingati Hari lahir Pancasila. Namun belum lama aksi dimulai, kumpulan masa AKKBB diserang oleh masa beratribut FPI.
“Kami berjumlah sekitar 200 orang, yang berjalan memasuki arena Monas untuk sebuah aksi damai memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Kami ingin menyerukan perlunya penghargaan terhadap keberagamaan dan perbedaan komponen bangsa. Kami belum melakukan apa-apa, baru mulai berjalan. Tiba-tiba sekelompok orang yang membawa bendera dan atribut FPI dari depan dan dari belakang menyerang kami”, papar Ustadz Mas Zaenal Muhyiddin.
Ustadz Mas Zaenal dan istrinya Hj. Dedeh Masyitoh termasuk yang selamat dari amukan FPI, yang menuduh massa yang beraksi sebagai kafir dan murtad.
KH Maman Imanul Haq yang biasa disapa Kang Maman ikut mengiring massa itu. Ia didekati oleh sekitar sepuluh orang yang beratribut FPI tersebut dengan membawa tongkat bambu dan bendera FPI. Tanpa basa-basi mereka langsung memukul tulang rusuk dengan kepalan tangan yang sangat keras, menghantam kepala dengan bambu, memukul hidung dan dagu. Kang Maman terjungkal, mereka lalu menginjak-injak, melepaskan salah satu sepatu yang dipakai Kang Maman dan memukulkannya pada muka, hidung dan dagu.
“Saya memang tidak berniat lari, karena ingin menyelamatkan ibu-ibu. Minimal ketika mereka menyerang saya, ibu-ibu punya waktu untuk berlari”, kata Kang Maman. “Dalam keadaan lunglai, mereka masih sempat merampas arloji saya. Mereka telah mencoreng nama Islam dan mengancam Pancasila dan hukum Negara Indonesia”, ungkap Kang Maman.
“Saya tidak ingin balas dendam kepada siapapun. Saya hanya ingin segenap elemen bangsa sadar, bahwa kekerasan tidak boleh dilakukan, oleh siapapun, kepada siapapun dan atas nama apapun. Apalagi Islam. Dan ini menuntut ketegasan negara”, ucapnya.
“Persoalan kehidupan berbangsa tentu lebih fundamental. Inilah yang ingin kami peringati dari Pancasila. Yaitu penghormatan dan penghargaan terhadap segenap komponen bangsa. Perbedaan dan keragamaan, tidak boleh diselesaikan dengan kekerasan antar kelompok dan komponen bangsa.
“Para pelaku kekerasan itu, seringkali menuduh kita sebagai antek asing. Sebenarnya siapa sih yang antek asing? Kita ingin kedamaian, mereka ingin kehancuran. Mereka bernafsu pada kekerasan, kita justru membuka dialog antar komponen. Orang seperti mereka yang justru dimanfaatkan untuk menghancurkan kita sebagai bangsa,” tegas Kang Maman, yang sempat dijahit lima jahitan di dagunya yang sobek, beberapa jahitan dan memar di kepala dan tulang rusuk depan bagian kiri.
Selain Kang Maman beberapa tokoh yang menjadi korban kekerasan tersebut adalah Dr. Syafi’i Anwar, Ahmad Suaedy, Imdadun Rahmat, Guntur Romli. Yang terakhir ini termasuk yang paling parah, dan sempat tidak sadarkan diri dalam waktu cukup lama.
Penyerangan itu dilakukan tidak dengan tangan kosong, melainkan dengan berbagai senjata, seperti bambu, alat pemukul yang sudah dipersiapkan dan juga alat pengeras suara yang dibawa. Massa aliansi tidak melawan, tetapi FPI tetap menyerang membabi buta dan tak pandang bulu, korban pun berjatuhan.
Kisah kebrutalan FPI tersebut diceritakan juga oleh Ade, salah seorang santri KH. Maman. Menurut Ade massa FPI menyerang secara sporadis dan brutal ke massa aliansi, tidak terkecuali perempuan. Kebetulan rombongan dari pesantren al-Mizan sebagian besar adalah perempuan.
Ini adalah Brigade Khansa, sebuah unit perang milik teroris ISIS yang seluruh anggotanya adalah perempuan
Sebuah laporan menunjukkan tentang wanita Indonesia yang menjadi pendukung ISIS. Perempuan dan anak-anak mereka dilaporkan sedang latihan perang, memanah dan berkuda.
Dokumen yang dikirim melalui milis menyebutkan beberapa wanita tersebut adalah pegawai pada instansi pemerintah dibawah departemen pertanian di Jawa timur.
Lihat videonya
Lewat sebuah video yang jelas direkam menunjukkan aktivitas latihan perang perempuan Pendukung ISIS berlokasi di sebuah gedung pemerintah.
Srikandi Gerindra yang mengatakan Prabowo titisan Allah SWT,
Ini di Agama ISLAM merupakan penghinaan, Nabi Muhammad saww manusia sempurna saja umatnya tidak bilang Titisan Allah, dalam agama Kristen pun juga penghinaan, Karena menurut keyakinan Kristen titisan Tuhan adalah Nabi Isa as(Yesus)... Lha kok ini Prabowo ???
Catatan: "Orang yang tidak Adil tidak bisa mengadili"
Sungguh mengherankan melihat sikap FPI dan MUI juga kelompok ISLAM garis keras lainnya yang sangat reaktif kepada Ahok yang karena penafsirannya yang dianggap 'menghina' Al-Quran sehingga di demo sampai ribuan orang setiap Minggu. Sementara mereka tidak melakukan hal yang sama ketika Allah SWT dihina oleh salah satu kader partai Gerindra yang sekarang menjabat sebagai ketua umum DPN Srikandi Gerindra yang bernama DR. Nurcahya Tandang.
Wanita yang saat berorasi menghina Allah dengan mengatakan bahwa Prabowo sebagai titisan Allah SWT merupakan
Lulusan S3 Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) tercatat sebagai dosen Intelijen Negara di Badan Intelijen Negara (BIN) selama lima tahun pada januari 2007 hingga Mei 2012. Selain itu, wanita yang juga aktif sebagai penulis ini juga pernah menjadi dosen hubungan internasional dan politik Universitas Hasanudin,Makassar.
Dalam orasinya Nurcahya mengatakan,
"Kita tidak hanya mendukung Bapak Prabowo tetapi visi besar Bapak Prabowo sebagai titisan Allah SWT."
Lihat videonya:
Nah kurang mentereng apa coba gelar dan jabatan Nurcahya? Tapi, mana reaksi kalian atas penghinaan ini? Apakah karena kalian merasa satu barisan dengan Gerindra dan PKS yang selalu tidak puas dengan apapun yang dilakukan pemerintah?
Wanita ini sudah benar-benar Salah dan nyata-nyata menistakan Allah SWT, tapi kalian Diam dan tidak ada suara agar Polisi menangkap wanita ini atau agar Prabowo dan partai Gerindra mengadili wanita ini, Harusnya kalian juga berteriak bubarkan Partai Gerindra karena telah berani melindungi orang yang menghina Allah. Mana suara kalian hai para laskar FPI, MIUMI, FUI, MUI , JAT, MMI, dll??
Sebenarnya kalian tidak ingin bersama-sama membangun bangsa ini, Kalian hanya ingin melihat bangsa ini jatuh kemudian kalian akan leluasa menindas dan menjarah aset-aset warga yang kalian anggap sesat dan kafir sebagaimana ISIS mengambil harta dan wanita sebagai budak pemuas nafsunya.
Ah.. Betapa serakah dan kotornya jiwa kalian yang menjual dan menggadaikan Agama Islam demi ambisi nafsu keserakahan kalian. Salam
Setelah dilumpuhkan, pelaku penikaman tiga anggota kepolisian di Tangerang mengaku bahwa dirinya merupakan seorang pelaku jihad yang berafiliasi dengan kelompok Teroris ISIS.
Dengan wajah berlumur darah, pelaku yang diketahui bernama Sultan Aziansah mengaku bahwa dirinya adalah seorang mujahidin.
Dari rekaman video Sultan mengaku bahwa dirinya merupakan suruhan dari pengikut Abu Bakar al-baghdadi (ketua ISIS) yang ada di Indonesia.
Saat di interogasi, Sultan mengatakan bahwa dirinya berangkat dari rumah saudaranya yang juga seorang anggota Polisi Metro Tangerang, di Sepatan, Banten, Jawa Barat.
Lihat videonya;
#Waspada tidak ada yang bisa menjaga kita selain diri kita sendiri, jangan berharap pada pemerintah karena ketidakmampuan nya membubarkan ormas radikal seperti; FPI, MUI, FUI mereka semua ini Pendukung ISIS walaupun ada yang samar2.. mana ada fatwa MUI yang dengan tegas melarang ISIS??
Hari ini Pendukung ISIS mulai melaksanakan seruan Abu Bakar Baghdadi pemimpin ISIS untuk melakukan teror di negara-negara yang mereka anggap kafir, ini adalah video Interogasi pengikut ISIS asal Indonesia yang meneror Polisi kemarin, inilah akibatnya jika melakukan pembiaran kepada kelompok Radikal.
Pelaku penyerangan dan penusukan terhadap tiga polisi di Pos Lalu Lintas di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kawasan Pendidikan Yuppentek, Cikokol, Tangerang Kota, mengancam akan meledakkan bom pipa yang dia bawa saat dikepung polisi, Kamis, 20 Oktober 2016.
Pelaku sudah berhasil dilumpuhkan. Pelaku bernama Sultan Azianzah, warga Lebakwangi, Sepatan, Tangerang, Banten.
Saat ini pelaku sudah diamankan dan dibawa ke RS Polri, untuk diperiksa guna mengungkap motif dari aksi ini.
Penyerangan tersebut berawal saat pelaku secara membabi buta menyerang anggota polisi di lokasi.
Lihat video eksklusif penyerangan pelaku di sini
Pelaku menggunakan golok, serta melempar sumbu menyerupai bahan peledak sebanyak dua batang.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan satu buah senjata tajam jenis pisau, satu buah senjata tajam jenis badik, satu buah sarung senjata tajam badik, dua buah benda yang diduga bom pipa, satu tas warna hitam, satu buah sorban putih, satu buah stiker yang menempel di pos polisi. Sumber: Viva .co id Editor: Manhaj Salafi
Ternyata peringatan Tragedi Kesyahidan Imam Husein AS di Karbala tidak hanya diperingati oleh Muslim Syi'ah tapi dihayati dan dipraktikkan juga di kalangan agama Kristen tertentu di beberapa wilayah negara Jerman. Dalam upacara hari Asyura yang terkait dengan kesyahidan Imam Husein tersebut umat Kristen Jerman memperlihatkan kesediaannya untuk melakukan longmarch di jalan jalan.
Peringatan Asyura dimaksudkan sebagai ritual metahistoris. Maksudnya, ritual Asyura adalah juga ritual kemanusiaan terlepas dari agama dan keyakinan seseorang yang berdiri di luar atau melampaui waktu dan tempat aktual di mana ia dipraktikkan atau diperingati. Demikian, karena ritual itu memungkinkan bagi siapa saja yang memperingati nya untuk mengaitkan diri mereka, secara fisik maupun emosional, dengan Imam Husein dan pengorbanannya.
Peringatan Asyura memberi makna penting kepada sebuah pilihan moral. Agar bisa terus-menerus mengevaluasi diri, memperbarui komitmen terhadap kemanusiaan di dalam menegakkan keadilan, menghancurkan tirani dan penindasan. Bagi yang mencintai Keadilan dan membenci Kezaliman , kematian Imam Husein lebih dari sekadar aksi kesyahidan semata; Peristiwa kesyahidannya memang terjadi dahulu kala, tapi pesannya melampaui batasan keyakinan dan agama manusia , bahkan mampu menembus ruang dan waktu di setiap zamannya.
Sekelompok perempuan muda yang dilecehkan oleh sekelompok pemuda saat tiba di sebuah pusat perbelanjaan di kota Dhahran Arab Saudi, Kurang ajarnya lagi teman-teman pemuda itu malah merekam pelecehan seksual itu melalui ponsel.
Pelecehan seksual yang dilakukan terhadap beberapa perempuan di tempat umum yang secara tradisional mereka (para perempuan)mengenakan pakaian yang menutup seluruh tubuh (aurat) juga wajah mereka. Hukum Islam palsu di Arab Saudi selalu menempatkan Perempuan sebagai korban?
Para perempuan korban pelecehan seksual tersebut tidak dipandang sebagai korban oleh hukum Saudi, dan malah mereka dianggap tidak sopan karena memprovokasi pria yang kemudian melecehkan kehormatan wanita-wanita itu.
Lihat Video wanita Saudi yang jadi Korban Pelecehan seksual..
Di sejumlah provinsi yang konservatif di Arab Saudi perempuan yang jadi korban Pelecehan seksual di tuduh telah melakukan pelanggaran dan bisa dihukum berat.