Tampilkan postingan dengan label Terorisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Terorisme. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 November 2016

Citra satelit menunjukkan hancurnya bangunan di desa Kyet Yoe Pyin di Rakhine, Myanmar.

NAPYIDAW - Sebuah citra satelit menunjukkan adanya pembakaran dan penghancuran desa-desa yang dihuni kaum Muslim di negaran bagian Rakhine, Myanmar, selama kekerasan sektarian Oktober lalu. Gambar citra satelit itu dirilis oleh Human Rights Watch.

Menurut laporan kelompok hak asasi manusia itu, selama kekerasan sektarian telah terjadi pembunuhan terhadap puluhan orang di luar hukum oleh pasukan Pemerintah Myanmar.

Militer Mayanmar mengakui pada 13 November 2016 bahwa mereka telah menewaskan 25 orang di desa-desa yang dihuni oleh Muslim Rohingya. Aparat keamanan mengklaim para korban bersenjata parang dan tongkat kayu saat kekerasan melanda desa-desa tersebut. Namun, Pemerintah Myanmar belum berkomentar atas bukti citra satelit soal penghancuran desa-desa kaum Muslim di Rakhine.

Krisis sektarian kembali terjadi di Rakhine, Myanmar, pada 9 Oktober 2016, tak lama setelah orang-orang bersenjata menyerang tiga pos-pos polisi di Kota Maungdaw utara, negara bagian Rakhine di dekat perbatasan Bangladesh. Serangan itu menewaskan sembilan petugas polisi.

Pemerintah Myanmar mengatakan para penyerang membawa lari puluhan senjata dan ribuan amunisi. Pemerintah telah menegaskan bahwa serangan itu dilakukan oleh kelompok Rohingya, namun penanggung jawab yang sebenarnya masih tidak jelas.

Human Rights Watch mengidentifikasi total ada 430 bangunan hancur yang hancur di tiga desa dari Distrik Maungdaw utara. Data itu berasal dari analisis citra satelit beresolusi tinggi yang diambil pada pagi hari dari 22 Oktober, 3 November dan 10 November 2016.

Kelompok HAM itu juga menyatakan bahwa penyelidikan PBB saat ini juga mencakup tuduhan pemerkosaan yang dilakukan pasukan Myanmar terhadap para perempuan Muslim Rohingya.

”Gambar satelit baru tidak hanya mengkonfirmasi kerusakan luas desa Rohingya tetapi menunjukkan bahwa itu bahkan lebih besar dari yang kita pikir pertama kali,” kata Brad Adams, Direktur Human Rights Watch Asia, seperti dikutip dari BBC,Selasa (15/11/2016).

 ”Otoritas Burma (Myanmar) harus segera membentuk investigasi yang dibantu PBB sebagai langkah pertama menuju terjaminnya keadilan dan keamanan bagi para korban,” ujarnya.

Sementara itu, Burmese Rohingya Group mengklaim sebanyak 1.500 warga sipil telah mengungsi akibat kekerasan di Myanmar.

Sumber: Sindonews

Senin, 14 November 2016

Presiden Filipina Rodrigo Duterte

Presiden Filipina Rodrigo Duterte memperingatkan kemungkinan militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang kabur dari Irak dan Suriah bisa masuk ke wilayahnya. Jika itu terjadi, Duterte menegaskan dirinya akan menanggalkan kewajiban HAM demi menjaga keselamatan rakyatnya.

Menurut Duterte, bahwa Provinsi Mindanao di selatan Filipina sudah menjadi tempat bertumbuhnya kelompok pemberontak dan juga bandit. Duterte khawatir jika bayangan terorisme dan aliran militan ISIS bisa memanfaatkan situasi di Mindanao.

"Begitu teroris dari Timur Tengah kekurangan lahan, area real estate yang menjadi tempat mereka tidur ... mereka akan berkelana ke tempat-tempat lain dan mereka akan datang ke sini dan kita harus bersiap menghadapi itu," ucap Duterte dalam pidatonya di hadapan lembaga penegak hukum setempat.


"Ingatlah, orang-orang ini, mereka tidak tahu sedikitpun soal apa itu HAM, percaya saya. Saya tidak akan membiarkan rakyat saya dibantai demi HAM, itu omong kosong," imbuhnya.

Isu HAM memang menjadi subjek sensitif bagi Duterte. Hampir setiap hari Duterte meluapkan kekesalan pada para aktivis HAM dan juga pemerintah negara-negara Barat yang berkali-kali menunjukkan kekhawatiran soal kebijakannya memerangi narkoba dan tindak kriminal yang menewaskan banyak orang.

Duterte yang berasal dari Mindanao dan pernah menjabat Wali Kota Davao selama 22 tahun ini menyebut, ada pemberontakan yang kuat di Mindanao. Dia juga menyinggung soal pemberontak Abu Sayyaf yang melakukan penyanderaan hampir setiap hari.


Hingga kini, Abu Sayyaf diyakini masih menyandera 21 orang yang sebagian besar merupakan warga negara asing. Meskipun operasi militer besar-besaran tengah digelar untuk memberantas Abu Sayyaf, aktivitas pembajakan kapal dan penculikan terus berlanjut.

Duterte menambahkan, Filipina, Indonesia dan Malaysia bekerja sama dengan erat untuk menjauhkan kelompok ekstremis asing dari wilayah masing-masing.

Sumber: Detik. Com

Sabtu, 12 November 2016

Pelaku yang turut jadi korban terlihat mengenakan kaos bertuliskan Jihad

Polisi telah menangkap pelaku peledakan bom di Gereja Oikumene di Samarinda. Pelaku ditangkap dalam kondisi luka, mengenakan kaos bertuliskan Jihad Way of Life.

Baca juga:
Ancaman FPI dan Pendukung ISIS yang akan Memerangi orang Kafir pada saat aksi bela Islam 4 November, Video

"Empat korban sama 4 motor terbakar di halaman gereja, satu pelaku sudah diamankan lagi diperiksa dan mengalami luka. Kondisi pelaku masih sadar," kata Kapolres Samarinda, Kombes Pol Setyo Budhi saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (13/11/2016).

Kapolres Samarinda menuturkan pelaku dibawa ke Mapolres. "Pakai kaos dengan tulisan Jihad. Sekarang dirawat di Polres," kata Kombes Setyo.

Gereja okunawe Samarinda Kalimantan timur

Anak kecil yang ikut menjadi korban dengan luka bakar akibat bom yang di lemparkan pelaku


Pelaku tersebut melempar bom molotov ke gereja menggunakan motornya sekitar pukul 10.30 WITA. Ledakan mengakibatkan empat orang jadi korban, salah satunya balita terluka.

Polisi saat ini berada di lokasi melakukan pengamanan. Warga sekitar masih berkerumun di lokasi kejadian. Sedangkan motor yang rusak masih berada di depan gereja.

Sumber: Detik.Coom

Sabtu, 01 Oktober 2016

Teman-teman baru Anies Baswedan, klub propagandis Khilafah Wahabi anti Kebhinekaan dan para pendukung TERORIS. Ini bukan kampanye tapi ini sangat Mengerikan jika sampai terjadi, para pendukung Anis Baswedan adalah kelompok Propaganda terorisme yang anti pluralisme dan anti toleransi serta menghalalkan segala cara termasuk fitnah dan berita HOAX seperti saat Pemilihan presiden waktu itu..

Yang paling ngetop:
Muhammad alKhaththah, Sekjen FUI yang juga pimpinan HTI (duduk paling kiri)
[Lihat juga: VIDEO Muktamar HTI sebut penduduk Indonesia Kafir semua]
Farid Okbah, Dewan Penasehat Voa-Islam, pusat propaganda (dan hoax) Islami yang juga pemuja teroris (berdiri paling kanan)
Bachtiar Nasir yang giat mengisi dakwah anti keberagaman ala wahabi di tv2 swasta (duduk paling kanan)
{Kelompok seperti mereka yang minta agar DENSUS 88 dibubarkan}

Sungguh fleksibel Anies ini. 

Dari Rektor Paramadina yang inklusif dan pluralis, penggerak Indonesia mengajar serta penggagas jargon Tenun Kebangsaan yang berusaha menyatukan semua kelompok dan agama dalam keIndonesiaan --- kini bersatu dan mungkin akan menggunakan jasa pembuat fitnah, hoax, dan penebar kebencian itu sebagai tim kampanyenya sebagai Gubernur DKI.

Penulis: Judhi Anto on Facebook
Editor: Jenar Tamer

Selasa, 20 September 2016

Beberapa anggota teroris FSA yang akan Selfi menggunakan HP yang juga difungsikan sebagai detonator


Sebuah ledakkan dahsyat menimpa beberapa anggota teroris Suriah dari faksi pemberontak FSA (Tentara Pembebasan Suriah) ketika sedang ingin mengambil foto selfie sesama Anggota. Salah satu anggota yang mengambil foto selfie itu ternyata tidak menyadari bahwa smartphone yang digunakannya untuk foto adalah sebuah detonator pemicu bom yang akan di gunakan untuk meledakkan mobil.

Akibat selfie menggunakan ponsel yang digunakan untuk detonantor bom, akhirnya sebuah ledakan terjadi. Rekaman video berikut ini menunjukkan detik-detik sebelum terjadinya sebuah ledakan.

Sebuah video Anggota teroris FSA  Meledak Akibat Selfie yang berdurasi sekitar 29 detik ini menunjukkan bagaimana detik-detik sebelum terjadinya ledakan. Awalnya anggota tersebut mengangkat telepon genggam untuk melakukan selfie. Tidak lama kemudian, terjadi sebuah ledakan keras di sekitar area tersebut.

Hingga saat ini, belum diketahui berapa korban tewas atau luka-luka akibat insiden tersebut. Bagi yang ingin melihat bagaimana ledakan keras ini terjadi. Berikut adalah videonya:

Sabtu, 27 Agustus 2016

Tanda pengenal yang ditemukan dari tas pelaku berupa KTP dan logo bendera ISIS


Pagi ini Minggu, 28/8/16
Telah terjadi BOM BUNUH DIRI di GEREJA SANTO YOSEF JL. DR. MANSUR, MEDAN ..

Kejadian bersamaan dengan Misa pagi. Tidak ada korban, hanya si pembawa bom luka luka kena ledakan sendiri....

Kronologis...

Saat pastor akan berkotbah, pembawa bom dengan membawa ransel berlari mendekati pastor ke Altar.

Sebelum sampai di altar telah keluar percikan api dari ransel tersebut.... dan mulai membakar dirinya sendiri... pembawa bom terus mengejar pastor...

Melihat gelagat tidak baik, Pastor berlari menghindar ... Umat terkejut dan mulai mengejar pembawa bom dan mengambil ransel yang sudah terbakar....

Pastor dan semua umat selamat. Pembawa bom luka luka dan sedang diinterogasi oleh polisi.

wajah pelaku bom bunuh diri yang gagal meledakkan diri 

Menurut pembawa bom, dia tidak sendiri. Di dalam ransel ditemukan, bom rekitan yang belum meledak, pisau, kampak dan benda benda tajam lainnya !!!
Pastur yang selamat dari serangan bom bunuh diri di gereja Medan


Sumber: teman yang berada di TKP jl dr. Mansur.

HATI HATI DAN TERAP WASPADA.

TUHAN BESERTA KITA !!!!

Sumber: Islam NKRI

Rabu, 17 Agustus 2016


Anjem Choudary, salah satu pengkhotbah kebencian paling terkenal yang tinggal di Inggris, menghadapi penjara setelah dinyatakan bersalah mendukung Negara Islam Irak dan Suriah(ISIS). Choudary dihukum di pengadilan Old Bailey Inggris setelah juri mendengar dakwaan Jaksa bahwa Choudary mendukung dan telah bersumpah setia kepada ISIS.

Choudory ditangkap setelah terbukti memberikan dukungan pada kelompok ekstrem dan memiliki jaringan ke beberapa teroris paling terkenal di Inggris.

Choudory yang saat ini berusia 49 tahun mendesak para pengikutnya untuk mendukung Isis dalam serangkaian pembicaraan yang  disiarkan di YouTube.



Siapa Anjem Choudary?

Choudary dan rekan-terdakwa, Muhammad Rahman, 33, mengatakan kepada para pendukung mereka untuk mematuhi Abu Bakr al-Baghdadi , pemimpin Isis, yang juga dikenal sebagai khalifah, dan memfasilitasi perjalanan jihadis ke Suriah untuk mendukung Isis atau "khalifah".

  1. Baca juga: 
  1. Bahrun Naim adalah aktivis Hizbut Tahrir yang kini menjadi anggota ISIS dan bercita-cita mendirikan khilafah di Indonesia 

Choudary dan Rahman menghadapi tuntutan hingga 10 tahun penjara karena memberikan dukungan untuk organisasi terlarang itu. Mereka akan dihukum pada tanggal 6 September di Old Bailey.

Komandan Dean Haydon, kepala komando kontra-terorisme polisi Metropolitan Inggris, mengatakan: "Orang-orang ini telah tinggal dan menjadi warga negara selama bertahun-tahun, tetapi mereka memberikan pengaruh dan memprovokasi warga Muslim, yang mereka miliki hanya kebencian mereka telah berdakwah kepada orang-orang yang  didorongnya untuk bergabung dengan organisasi teroris.

"Organisasi teroris berkembang dan tumbuh karena orang-orang telah menyalahgunakan haknya dalam beragama dan berkeyakinan yang diberikan pemerintah, mereka menebarkan kebencian dan teror kepada kelompok yang berbeda atau untuk   mengikuti agama pilihan mereka atau untuk menyatakan dukungan untuk kekhalifahan. "

Sumber: Guardian

Selasa, 02 Agustus 2016


Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi kabar jatuhnya sebuah helikopter militer negara itu, setelah ditembak di wilayah Suriah pada hari, Senin (1/8/2016) WIB.

Helikopter Mi-8 ditembak jatuh di atas wilayah udara Provinsi Idlib.
Saat itu, heli dalam penerbangan kembali ke pangkalan militer Rusia di wilayah pesisir, setelah mengantar bantuan kemanusiaan ke Kota Aleppo.

Berdasarkan data yang ada, heli tersebut memiliki tiga kru, dan dua petugas dari Pusat Rekonsiliasi.

Dalam video nampak TERORIS Suriah menyiksa  2 jasad kru helikopter yang membawa misi kemanusiaan di Suriah. 



Minggu, 03 Juli 2016



Sejumlah ilmuwan Islam di Banglades mengutuk keras serangan teror di Dhaka yang menewaskan lebih dari 20 orang, Jumat (1/7/2017) malam.

Menurut para ilmuwan Islam di negeri itu, menyerang warga non-Muslim bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.

Dalam pidatonya Sabtu sore (2/7/2016), Perdana Menteri Banglades Sheikh Hasina menyebut para penyerang itu “tidak Islami”.

Sejumlah militan menyerbu restoran Holey Artisan Bakery,  Jumat malam sambil meneriakkan “Allahu Akbar”.
Penyerang juga menembakkan senjata api, sambil menyandera beberapa orang.

Sebuah kantor berita buatan ISIS, Amaq, menyebut para milisi telah menyerang sebuah restoran yang “kerap dikunjungi warga asing”. Pernyataan itu juga mengatakan lebih dari 20 orang “dari negara berbeda” telah tewas dibunuh.

Pasukan Banglades menyerbu restoran itu setelah negosiasi gagal dan terjadi baku tembak lebih dari 10 jam dan menyelamatkan 13 orang sandera.

Ketika penyanderaan berakhir, pihak berwenang menemukan 20 korban sipil, sebagian besar warga asing,  yang dibacok hingga tewas oleh para penyerang. Selain itu dua polisi juga tewas.

Di antara korban tewas itu sembilan warga Italia, tujuh warga Jepang, dan satu warga India.

Enam penyerang tewas, sementara satu lainnya berhasil ditangkap. Sehingga total korban tewas sekitar 28 orang.

Pihak berwenang yakin sebagian besar korban dibunuh beberapa jam setelah penyanderaan terjadi.

Beberapa yang selamat melaporkan, para militan membunuh hanya sandera yang tidak bisa membaca ayat Al Quran.

Para pemuka dan ulama Islam mengecam sekarang di Dhalka.

Ulama terkemuka Banglades, Maulana Fariduddin Masoud, yang juga pemimpin Jamiatul Ulama Banglades (BJU) – suatu badan yang mengayomi para ilmuwan Islam di Banglades – mengecam pembunuhan tersebut.

Masoud mengatakan, pembunuhan orang yang tidak berdosa oleh para tersangka Islamis itu merupakan tindakan barbar. Militan yang menarget non-Muslim adalah antitesa atas ajaran Islam.

“Mereka yang membunuh warga non-Muslim yang hidup dalam masyarakat mayoritas Islam tidak akan mencium harum surga, apalagi masuk surga,” katanya.

Ulama besar itu juga mengatakan, “Menyerang warga non-Muslim adalah tindakan terlarang atau haram dan di mata Islam merupakan tindakan yang tidak diperkenankan.”

Masoud mengatakan, “Darah, kehormatan, dan kekayaan mereka sama sucinya dengan warga Muslim”.

Bulan lalu menurut Masoud, BJU mengeluarkan fatwa yang ditandatangani oleh lebih dari 100.000 ilmuwan Islam, pakar hukum, dan ulama.

Para ilmuwan itu mengecam terhadap teroris dan militansi, khususnya serangan berdarah terhadap warga non-Muslim.

“Menurut Nabi Muhammad SAW, tindakan-tindakan semacam itu layak mendapat hukuman berat,” ujar Masoud.

Ditambahkannya, pembantaian di restoran di Dhaka, Banglades terjadi pada malam Lailatul Qadar atau Malam Kemuliaan, saat itu setiap warga Muslim seharusnya menghabiskan seluruh malam untuk menyembah Allah SWT.

“Pada malam suci itu, para militan justru meninggalkan shalat wajib dan membantai orang-orang tidak berdosa," ujar Masoud.

"Dengan melakukan kejahatan mengerikan itu, mereka ingin membuktikan bahwa mereka berjuang bagi Islam, tetapi justru (sebaliknya) menjadi musuh Islam,” tambah Masoud.

Dalam serangan di Dhaka itu para militan membunuh sembilan perempuan dan seorang anak.

Penasehat hukum BJU, Mufti Junud Uddin Maktum, mengatakan, bahkan dalam perang sekalipun, membunuh mereka yang tidak terlibat dalam perang – termasuk perempuan, anak-anak dan lansia, benar-benar dilarang dalam Islam.[DBS]

Kamis, 31 Maret 2016



Bom bunuh diri mengguncang sebuah taman bermain  di Lahore, Pakistan dan menewaskan 65 orang [yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak]  pada hari Minggu. Saksi mata mengatakan, efek bom bunuh diri itu mengerikan, di mana tubuh para korban beterbangan di udara.

Faksi Taliban [yang ikut membidani lahirnya ISIS]  mengklaim di balik serangan itu dengan menyatakan target serangan mereka adalah warga Kristen. Menurut pejabat di Lahore, lebih dari 300 orang terluka.

Lokasi ledakan berada di area parkir tamanGulshan-e-Iqbal, tepatnya berada di dekat ayunan anak-anak. Taman itu dikenal sebagai situs populer bagi para anggota komunitas Kristen Lahore. Di taman itulah, warga Kristen terbiasa merayakan liburan Paskah.

”Ketika ledakan terjadi, api begitu tinggi mencapai di atas pohon dan saya melihat tubuh beterbangan di udara,” kata Hasan Imran, 30, warga yang berkunjung ke TamanGulshan-e-Iqbal, seperti dikutip Reuters, Senin (28/3/2016).

Pejabat polisi setempat, Inspektur Mustansar Feroz, mengatakan sebagian besar korban jiwa adalah wanita dan anak-anak.

Lihat  Video ledakan Bom di Lahore Pakistan :


Sementara itu, faksi Taliban; Jamaat-ul-Ahrar,mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. ”Target itu warga Kristen,” kata kata juru bicara fraksi, Ehsanullah Ehsan.

“Kami ingin mengirim pesan ini kepada Perdana Menteri Nawaz Sharif bahwa kita telah memasuki Lahore,” katanya lagi.

”Dia bisa melakukan apa yang dia inginkan tapi dia tidak akan bisa menghentikan kami.Pengebom bunuh diri kami akan terusmelakukan serangan ini,” lanjut dia.[Reuters] 

Selasa, 29 Maret 2016




Warrning : ITB, UI, Unair, Unpad, IPB, Undip, UNS, ITS, Unibraw HENTIKAN Asistensi Agama Islam

Oleh: Taufiq Hidayat Mujtahid

Pertama ini penting: Pelajaran Agama Islam tetap ada di Kampus2 dan diajarkan oleh Dosen yang bertanggung jawab di kelas. 

Yang aku tulis ini tentang AAI yang dilakukan oleh kakak2 kelas diluar jam kelas yang menjadi program wajib Univ berdasarkan SK Rektor. Nah, program wajib AAI itu harus dihapus.

Jangan salah yah, aku dulu aktivis penggiat Asistensi Agama Islam (AAI). Hanya waktu UGM sekarang ini memutuskan menghentikan Asistensi Agama Islam (AAI) di "kampus biru" maka aku mendukungnya 100%. Saat ini kusadari AAI itu menjadi ajang indoktrinasi Islam radikal di kampus-kampus ternama.

Sayang sekali jika kampus yang harusnya penuh dengan tradisi dialektika yang mengedepankan kebebasan mimbar akademik sekarang justru dipenuhi ajaran doktriner. Akibatnya, anak2 muda yang harusnya berpikir bebas mencari ilmu malah sibuk diblokir dengan paham agama fundamental radikal dari aliran Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahir dan Salafy[wahabi] .

Parahnya, karena mereka anak2 muda di PT Top Indonesia maka mereka sering kali ke SMU-nya dan disambut hangat sebagai idola oleh adik2nya. Nah, di SMU-nya justru mereka mendoktrin adik2nya SMU-nya untuk juga radikal. Jadilah, ini bisa membuat generasi muda kita penuh dengan doktrin paham radikal.

UGM sadar bahayanya ini semua, akibatnya UGM telah hapuskan AAI di kampusnya. Semoga kampus lainnya juga sadar akan bahayanya generasi muda yang cara pikirnya terblokir dengan doktrin agama secara literal dan tekstual yang membuatnya radikal untuk kepentingan organisasi seperti aliran Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahir dan Salafy.

Lihat rujukan dibawa ini :

Ini kata Dosen UI

Ini kata peneliti LIPI

Jumat, 25 Maret 2016



Orasi anak kepala teroris Ba'asyir yang menuntut agar Densus 88 dan BNPT dibubarkan 

Anak Abu Bakar Ba'asyir, yang bernama Abdurrahim Ba'asyir, memimpin aksi demo pembubaran Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri dan BNPT . Ratusan massa yang tergabung dalam Muslimim Solo Raya (Miras) memusatkan aksi demo di depan Markas Polresta Solo, Jawa Tengah, Jumat, 18 Maret 2016.

Dalam Orasinya anak kepala teroris itu mengatakan, 
"Kami mendesak pemerintah dan DPR, khususnya Komisi III, untuk segera membentuk panja untuk membubarkan Densus 88 dan BNPT. Karena dua lembaga ini hanya melaksanakan agenda asing khususnya Amerika dan Australia serta zionis internasional," ungkapnya.

Setelah melakukan aksinya kelompok pendukung teroris yang rata-rata beraliran Wahabi ini melakukan sholat untuk mendoakan keburukan bagi densus 88 dan BNPT, Lihat videonya dibawah ini : 


Perlu di klarifikasi kalau densus 88 itu tidak membunuhi umat Islam, yang diburu densus itu adalah para perusak citra islam, mengatas namakan jihad islam tapi dengan pemahaman yang salah. Mereka yang pemahaman islamnya radikal penebar kebencian. Para pendukung teroris Al Qaeda, Isis, alNusra, boko haram yang suka melakukan bom-bom bunuh diri.

Indonesia itu butuh sekali densus 88, kalau perlu ditambah personel nya biar pada gigit jari semua para teroris dan pendukung teroris yang ingin menjadikan Indonesia negara Khilafah.

Perlu diketahui sebagian kelompok, akun-akun, Situs web dan Blog yang menuntut densus 88 dibubarkan adalah para pendukung teroris Al Qaeda, ISIS, alNusra dan pembenci pancasila.  
Ideologi mereka semua sama yaitu WAHABI.

Hampir separuh atau sekitar 50 persen dari jihadis asing yang berperang untuk kelompok teroris ISIS dan Jabhah Nusrah telah tewas di Suriah dan Irak. Sekitar 6 persen dari jihadis wanita asing yang bekerja untuk ISIS juga telah tewas. Demikian diklaim sebuah laporan terbaru yang dirilis mirror.uk, Selasa (22/03) kemarin.

Ratusan warga Inggris diduga merupakan bagian diantara 10.000 prajurit asing yang telah pergi ke Irak dan Suriah. Hitungan ini hanyalah untuk prajurit asing dari negara-negara Barat saja, belum termasuk hitungan untuk ribuan pejuang Afghanistan, Uzbekistan dan Chechnya di wilayah tersebut.

Meskipun beberapa jihadis itu tewas akibat serangan udara AS, pasukan udara Inggris dan Timur Tengah, namun sebagian besar dari mereka sebenarnya tewas karena ditembak atau diledakkan dengan serangan darat.

Mereka tewas ditangan tentara Libanon dan Suriah atau oleh teroris yang bermusuhan dengan ISIS, pasukan pemberontak barat lainnya atau milisi setempat.

Lihat Video tentara Suriah panen Teroris:



Intellectual think tank New America mengatakan bahwa sebagian besar dari sekitar 4.500 dari orang-orang asing yang tewas (kebanyakannya adalah warga Inggris) setelah bergabung dengan ISIS itu adalah laki-laki dan perempuan muda, berusia rata-rata 24 tahun. Hanya sedikit yang berusia 30 atau 40 atau diatas umur tersebut.

Karena perempuan dan gadis-gadis muda sebagian besar tidak berjuang namun hanya melayani para jihadis dan tinggal di rumah, jumlah korban tewas sebanyak enam persen termasuk angka yang mengejutkan.

Laporan ini juga menyebut banyak jihadis asing tewas di Suriah dan Irak karena mereka digunakan sebagai pembom bunuh diri

Meskipun masih belum bisa dipastikan bagaimana mereka masuk ke Suriah, tepatnya sekitar 50 persen atau lebih dari para jihadis asing yang tewas itu masuk ke Suriah, setidaknya 42 persennya telah masuk ke Suriah melalui perbatasan dengan Turki. (ARN)


Rabu, 23 Maret 2016



☆ ☆ TEROR  WAHABI ☆☆

Khotib jumat New York...
Beberapa jam setelah bom bunuh diri di masjid syiah, mengatakan bahwa ideologi Salafi Wahhabi, Ibnu Taimiyah dan Muhammad ibn Abd al-Wahhab adalah akar penyebab tumbuhnya terorisme.

Sheikh Tariq Yousef, Khatib masjid Sunni di New York beberapa jam setelah ledakan sebuah masjid Syiah di Qatif, dalam menanggapi kejahatan itu, beliau mengatakan: “Bagaimana mungkin seseorang masuk ke dalam masjid, melihat ratusan orang sedang melakukan ibadah, 
Kemudian meledakkan diri hingga puluhan korban berjatuhan dengan harapan ia akan masuk surga dan bidadari akan menyambutnya..???”.

■ Silahkan  lihat Video nya Khotib Jumat New York:
Pemikiran Wahabi Penyebab Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah, Qatif.


● Karena perbedaan waktu antara New York dan Arab Saudi, beliau menjadi satu-satunya yang bereaksi dan mengecam serangan itu, 
Dalam khutbah Jumat, Ia mengatakan: 

"Ini adalah masalah besar yang harus dipecahkan. 
Ini muncul dari pemikiran Salafi Wahabi dan ide-ide Ibnu Taimiyah serta Muhammad ibn Abd al-Wahhab. 

Demi Allah...!!, Siapa pun yang membaca buku-buku Ibnu Taimiyah dan Ibnu Abd al-Wahhab tidak diragukan lagi, 
Ia akan menjadi seorang teroris.

Sheikh Tariq Yousef juga mengatakan bahwa pelaku serangan ini, 
Bukan tentara bayaran Zionis, 
Juga tidak datang dari tempat lain. 
Ini adalah hasil dari mengkonsumsi buku-buku Wahabi. Buku-buku Ibnu Taimiyah dan Ibnu Abd al-Wahhab, 
Juga kitab-kitab ulama wahabi kontemporer seperti Ibn Baz, Uraifi, Muhammad Hassan dan Huwaini serta tulisan-tulisan Salman al-Audah dan Usman Khamis, 
Yang telah menjadikan anak ini menjadi teroris. 

Karena mereka selalu menegaskan bahwa Islam Syiah lebih berbahaya dari pada orang-orang Yahudi...!!!

● ISIS adalah Pendukung Ibnu Abd al-Wahhab

Sheikh Tariq Yousef, Khotib jumat di masjid New York mengatakan: 
"Siapa saja yang membela Ibnu Taimiyah, menebar kebencian dan intoleran di dunia Islam, 
Dan siapa saja yang membela Ibnu Abd al-Wahhab adalah ISIS, Yang harus kita cap sebagai teroris.

Salman Audah pernah mengklaim bahwa sekelompok jin datang kepadanya dan mengatakan bahwa Syiah lebih berbahaya dari pada orang-orang Yahudi...!!! 
Artinya mereka tidak hanya menukil perkataan manusia untuk mengkafirkan syiah, 
Tetapi juga harus menukil perkataan jin.

Ia juga mengatakan bahwa Saudi telah menyuap 
Negara-negara Arab untuk menyerang Yaman. 
Saudi telah menyebarkan kebohongan tentang pemimpin Houthi…
Dan mereka menginginkan Iran menjadi musuh utama kaum muslimin. 

Dengan ini saya menegaskan bahwa Saudi adalah sponsor utama isu-isu sektarian.
Solusi Masalah Terorisme dan pemberantasan Wahabisme
Sheikh Tariq Yousef mengatakan insiden itu terjadi hari jumat, di sebuah masjid dan saat kaum muslimin sedang menunaikan ibadah shalat jumat, 
Adakah ajaran yang membenarkan perbuatan ini..???

Teror ini, tidak mencerminkan ajaran Islam sedikit pun, 

Dan ini bukanlah Islam. 
Maka untuk memecahkan masalah ini adalah dengan memberantas dan memberedel pemikiran Salafi Wahabi, Ibnu Taimiyah dan pemikiran Abd al-Wahhab yang jauh dari kata Islam. 

Pemikiran ini harus diberantas..!!
Gagasan untuk mempromosikan keluarga Saudi harus diberhentikan dan penyebutan raja Saudi sebagai khadimul Haramain harus dihapuskan.[ARN] 


Ledakan kembar yang mengguncang Brussels dan ledakan di stasiun Metro hanya empat hari setelah penangkapan Salah Abdeslam, yang menjadi buronan sehubungan dengan serangan teror pada November 13 di Paris.



Sementara Menteri imigrasi Belgia, Theo Francken mengklaim “Kami punya dia”. Menteri Luar Negeri Didier Reynders pada forum Dana Marshall Jerman,  mengatakan bahwa Abdeslam “siap untuk memulai sesuatu dari Brussels”. Polisi menemukan sejumlah senjata berat, dan mereka juga percaya bahwa jaringan teroris baru berkembang di sekelilingnya.



Ricardo Baretzky dari Pusat Kebijakan Informasi Eropa, mengatakan kepada RT bahwa organisasi teroris menjadi sangat terorganisasi dengan baik dan bahwa serangan teror bisa menjadi fitur biasa di Eropa, dan menyebutkan ini “semacam perang gerilya”.

“Organisasi teroris selama beberapa tahun terakhir telah menunjukkan tren pembalasan. Jika kita melihat kembali semua serangan yang terjadi di Uni Eropa selama dua tahun terakhir, ada periode pembalasan selama kurun waktu tertentu”, kata Baretzky.

“Organisasi teroris yang terorganisasi dengan baik, mereka sangat berbahaya dan ada faktor risiko yang melibatkan domain publik. Jika perhatian yang signifikan tidak ditindak lanjuti, maka saya melihat masa depan yang sangat gelap”, tambahnya.

Serangan teroris di Brussels datang hanya beberapa hari setelah laporan internal polisi Prancis mengungkapkan bahwa ada 90 “kamikaze” yang dapat berkeliaran di Uni Eropa. Laporan itu juga menyebutkan bahwa para teroris memiliki akses ke pembuat bom yang sangat kompeten, sementara mereka bisa tinggal di bawah radar karena menggunakan enkripsi.




Sejak serangan teror Paris pada bulan November, Brussels telah menjadi kota di tepi setelah diketahui bahwa mereka yang mengambil bagian dalam serangan di ibukota Perancis berbasis di Belgia.

Pemboman di ibukota Belgia adalah “konsekuensi tak terelakkan dari kebijakan yang salah dan toleransi pada terorisme untuk mewujudkan agenda tertentu”, seorang sumber di Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan kepada kantor berita negara SANA, pada Selasa (22/03). Sumber itu juga menambahkan bahwa pemboman adalah konsekuensi dari beberapa negara “yang menggambarkan kelompok teroris sebagai kelompok moderat”.

Ia juga mendesak negara-negara di dunia untuk bersatu dalam “mengekang perilaku negara-negara yang mendukung terorisme dan memaksa mereka untuk berhenti memberikan dukungan kepada organisasi teroris dalam bentuk apapun, demi mewujudkan perdamaian dan stabilitas kawasan dan dunia”.

“Para teroris dicap sebagai pengecut dengan melakukan serangan pada orang yang sama sekali tidak bersalah. Pada saat yang sama, para politisi dan pemerintah dari negara-negara Uni Eropa dan NATO, alih-alih mengambil langkah-langkah tegas untuk memerangi terorisme, justru sibuk mengumumkan sanksi yang melanggar dasar hak jutaan warga. Selain itu, mereka mulai tawar-menawar atas nasib ratusan ribu pengungsi dari Timur Tengah dan Afrika Utara”, Sergey Naryshkin mengatakan pada rapat paripurna Duma Rusia, pada Selasa (23/03). “Dunia beradab harus bersatu dalam memerangi ancaman terorisme internasional”, kata kepala Duma, RT melaporkan.



Kepala Komite majelis rendah untuk Eurasia Integrasi, Leonid Slutskiy (LDPR), mengatakan kepada wartawan bahwa dalam pandangannya negara-negara Eropa harus secara aktif bekerja sama dengan Rusia untuk mengalahkan terorisme internasional. “Sementara Eropa menari untuk lagu-lagu Amerika yang disebut Rusia sebagai ancaman utama terhadap keamanan dunia di abad ke-21, ancaman nyata menembus jantung benua Eropa”, kata anggota parlemen Rusia. “Rusia siap untuk kerjasama dengan Eropa dalam memerangi terorisme internasional yang hanya bisa dikalahkan oleh upaya bersama”, tambahnya.

Lebih dari seminggu setelah serangan Paris, Brussels menjadi kunci basis serangan, pihak berwenang memperingatkan ancaman “serius dan segera” dari komplotan teroris. Hal ini menyebabkan sekolah-sekolah dan Metro, dan fasilitas umum lainnya ditutup, sementara sejumlah pertandingan sepak bola dibatalkan di seluruh Belgia.

“Masyarakat dihimbau untuk menghindari tempat-tempat kerumunan, seperti pusat perbelanjaan, konser, acara atau stasiun transportasi umum sedapat mungkin”, kata juru bicara pusat krisis pemerintah Belgia, Reuters melaporkan.




Pada bulan Desember, dua orang ditangkap oleh pihak berwenang Belgia karena dicurigai merencanakan serangan teroris di Brussels pada malam tahun baru. Menurut jaksa, polisi menemukan pakaian militer dan Negara Islam (IS, sebelumnya ISIS / ISIL) serta materi propaganda selama penggeledahan di rumah tersangka. Namun, tidak ada senjata atau bahan peledak yang ditemukan.

“Penyelidikan kami menunjukkan ancaman serius dari serangan terhadap tempat-tempat simbolis di Brussels selama perayaan malam tahun baru”, kata jaksa Belgia dalam sebuah pernyataan.

Ancaman memaksa Walikota Brussels Yvan Mayeur membatalkan perayaan tradisional Tahun Baru. Pada tahun 2014, sekitar 100.000 orang telah menghadiri kembang api di ibukota Belgia.

Perayaan Tahun Baru berlalu sebagian besar tanpa insiden, meskipun sekelompok pemuda bisa mendengar teriakan “Allahu Akbar” (yang berarti “Allah Maha Besar” dalam bahasa Arab), karena mereka membakar pohon Natal di daerah Anderlecht Brussels.

Daerah Molenbeek di tengah Brussels menjadi terkenal sebagai sarang Islam radikal seperti di mana dari kabupaten beberapa teroris yang melakukan serangan di Paris tinggal sebelum mereka melakukan serangan.

Walikota distrik Molenbeek, Francoise Schepmans diberi nama dan alamat lebih dari 80 tersangka militan, berdasarkan informasi dari layanan keamanan Belgia, termasuk kedua dalang dari serangan Paris, Abdelhamid Abaaoud, dan dua saudara , Salah dan Brahim Abdeslam, yang berpartisipasi dalam serangan 13 November. Namun, ia gagal untuk bertindak berdasarkan informasi tersebut. [Baca juga; Polisi Belgia Tangkap Tersangka Utama Serangan Paris]

Abaaoud adalah penduduk Molenbeek yang telah meninggalkan Belgia untuk berjuang bersama ISIS di Suriah pada awal 2014. Dia tewas dalam serangan polisi pekan lalu di Saint-Denis, Paris, setelah mengambil nyawa 130 orang dalam serangan di Perancis.

Menyusul serangan di Paris, Menteri Dalam Negeri Belgia Jan Jambon mengatakan sudah saatnya bagi pemerintah untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk mengatasi masalah jihad dan radikalisasi di daerah, sambil menambahkan bahwa mereka akan memeriksa “setiap alamat di Molenbeek.”

“Tidak dapat diterima bahwa kita tidak tahu siapa yang tinggal di daerah ini,” katanya dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Het Nieuwsblad. “Ada dua orang yang terdaftar di beberapa apartemen, tetapi sebenarnya ada 10 tamu menghuni tempat itu”.

Jambon juga menyerukan pencarian door-to-door untuk mencari orang-orang yang tergabung dengan jaringan teroris atau mendukung gerakan itu.

“Pihak berwenang setempat harus pergi dari pintu ke pintu, membunyikan bel dan mencari tahu siapa yang tinggal di sana. Sebuah alamat harus diperiksa oleh petugas polisi ketika seseorang pergi untuk tinggal di tempat tinggal baru”, tambah menteri dalam negeri. [ArRahmNews]

Senin, 29 Februari 2016


Pernyataan tak terduga muncul dalam wawancara antara Al-Jazeera dengan Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu, yang mengakui bahwa Ankara telah mendukung kelompok-kelompok bersenjata di Suriah. Davutoglu mengesampingkan invasi Turki namun menuduh Rusia melakukan pembersihan etnis.

Davutoglu dengan terang-terangan memuji para milisi teror yang saat ini mengendalikan kota strategis di Aleppo, yang terlibat dalam perang saudara melawan Damaskus, atas apa yang mereka lakukan dalam membalas serangan dari pasukan Damaskus. Davutoglu menegaskan keberhasilan para teroris itu adalah berkat dukungan dari Turki.

“Bagaimana mereka akan mampu mempertahankan diri jika tidak ada dukungan dari Turki untuk rakyat Suriah? … Jika hari ini ada oposisi moderat Suriah, itu karena dukungan dari Turki. Jika hari ini [Assad] tidak mampu mengendalikan semua wilayah [itu], itu adalah karena dukungan Turki dan beberapa negara lain, “katanya kepada Al-Jazeera awal pekan ini.

Sebelum ini, Surat kabar The Washington Post melaporkan bahwa kebijakan luar negeri pemerintahan Turki telah berubah menjadi mimpi buruk strategi yang riil bagi Ankara. 

Menurut surat kabar tersebut, Turki berpikir tak lama lagi akan memasuki sebuah kekuatan regional yang cukup penting, namun situasi yang sekarang ini berbeda, ia lebih dekat pada bencana karena Ankara terus menerus berseteru dengan hampir semua pihak.[ArRahmNews] 

Sabtu, 27 Februari 2016

DI GROBOGAN, POLISI SEBAR STIKER LAWAN TERORISME

Kepolisian Resor Grobogan, Jawa Tengah, melaksanakan kegiatan pembagian dan penempelan stiker di beberapa tempat di Kota Purwodadi.

Stiker tersebut bertuliskan “Grobogan bersatu, Grobogan Berani, Grobogan Kuat Lawan ISIS, Terorisme, Radikalisme dan segala bentuk Anti Pancasila”.

Adapun pembagian stiker diberikan kepada instansi pemerintah, instansi swasta dan sekolah-sekolah. Kemudian untuk penempelan stiker dilakukan di beberapa tempat kos-kosan dan tempat-tempat umum yang dapat dibaca khalayak ramai.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh KBO Sat Binmas, Inspektur Polisi Satu Puryono, mewakili Kasat Binmas AKP Sudarwati.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari perintah pimpinan guna mencegah, menangkal, sekaligus membatasi ruang gerak para pelaku teror.[ Divisi Humas Polri] 

Jumat, 26 Februari 2016


Kelompok teroris wahabi di Suriah menyerang Gereja Qara yang terletak di wilayah Al Qalamoun dan merusak kuburan Kristen lainnya serta membongkar kuburan salah seorang pendeta Kristen.

Situs berita El Nashra seperti dikutip Tasnim News melaporkan, kelompok teroris Suriah membongkar kuburan salah seorang pendeta Kristen di Gereja Qara, di Al Qalamoun.

Setelah membongkar kuburan pendeta Kristen para teroris kemudian mengeluarkan sisa jasad pendeta tersebut dan menghancurkannya.


Kelompok pengawas HAM Suriah menambahkan, setelah menghancurkan sisa jasad pendeta itu para teroris lalu merusak kuburan, juga seluruh barang yang ada di gereja termasuk salib. [IRIB Indonesia] 


Kamis, 25 Februari 2016


Berbagai macam cara dilakukan oleh kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) untuk menarget calon korban mereka. Kali ini, ISIS menjadikan Al Qur’an sebagai bom. Hal ini merupakan sebuah indikasi bahwa kelompok ini telah putus asa setelah terdesak dari medan perang oleh serangan udara Rusia dan pasukan Suriah.

Demikian dikatakan oleh Kolonel Steve Warren, juru bicara koalisi internasional anti-ISIS pimpinan AS.

“Orang-orang itu sangat menjijikkan. Mereka memasang bom di dalam kulkas hingga di dalam Al Qur’an. Kami mendapatkan beberapa kasus seperti ini di Ramadi,” kata Warren, seperti dilaporkan presstv.ir, Rabu (24/2).

Lebih jauh Warren menambahkan, kelompok ISIS telah kehilangan 40 persen wilayah yang dikuasainya, sementara jumlah mereka pun semakin menyusut. Untuk mengatasi hal itu, bahkan mereka memaksa anak-anak untuk bergabung bersama mereka. Selain karena kematian dalam pertempuran, penurunan itu dipicu juga oleh menurunnya jumlah ‘mujahidin’ asing yang masuk ke Suriah dan Irak.

Strategi menjadikan Al Qur’an sebagai bom sebenarnya bukan hal yang baru yang dilakukan ISIS. Pada pertengahan tahun lalu, hal menjijikan ini ditemukan aparat keamanan Irak. Aparat menemukan sejumlah kitab Al Qur’an yang berisi bom di wilayah yang ditinggalkan ISIS di Provinsi Diyala.

Berbagai tindak kekerasan yang tidak pernah terjadi sebelumnya banyak terjadi di wilayah barat dan utara Irak sejak ISIS merebut wilayah itu pada pertengahan 2014 lalu. Mereka membunuhi dan menyiksa orang-orang etnis termasuk Syiah, Sunni, Kurdi, dan Kristen.[Berita 4]

Sabtu, 20 Februari 2016


Sebanyak 38 anggota Jamaah Ansharus Syariah [JAS] yang dulu bernama Jama'ah Ansorut Tauhid [JAT] Pimpinan Abu Bakar Baasir Jawa Tengah ditangkap petugas gabungan saat latihan militer di lereng Gunung Sumbing, Sabtu (20/2/2016) dini hari.

Mereka yang ditangkap kemudian dibawa menuju Polres Temanggung guna menjalani pemeriksaan secara intensif.

Informasi di lapangan, Polres Temanggung awalnya menerima informasi akan adanya latihan ala militer yang berlangsung di hutan Lereng Gunung Sumbing.

Mereka yang akan mengikuti latihan tersebut datang dengan menggunakan dua mobil, salah satunya mobil ambulance AD 8921 SH. Mobil tersebut diparkir di rumah milik Suparlan (33), warga Dusun Jambon, Desa Gandurejo, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Jumat Februari 2016 sore petugas gabungan dari Polres Temanggung dan Kodim Temanggung, mendatangi rumah Suparlan.

Namun tidak menemukan si empu rumah tersebut hanya menemukan MT (15), yang diminta tolong menunggu mobil tersebut. Petugas, kemudian mengamankan MT menuju Polres Temanggung.

Kemudian, dengan personel yang lebih banyak dan membawa senjata laras panjang, petugas gabungan melakukan penangkapan terhadap 38 anggota JAS, pada Sabtu (20/2/2016), dini hari.

Petugas yang melakukan penangkapan tersebut menemukan sejumlah barang bukti seperti senapan angin, senjata tajam seperti pisau, bayonet dan bendera.

Kepala Desa Gandurejo, Komarudin mengatakan, pelatihan mencurigakan tersebut berlangsung di lahan Perhutani Sikendil, Wonotirto. Menurutnya, pelatihan tersebut berlangsung sudah lama dan meresahkan warga. Menurut kepala desa Gandurejo saat di wawancarai kompas tv mereka sedang latihan perang. Simak Videonya dibawah ini :


Kapolres Temanggung AKBP Wahyu Wim Harjanto mengatakan, sebanyak 38 anggota JAS diamankan karena berkat laporan masyarakat.

Warga melaporkan karena mereka akan melakukan latihan bak militer dengan seragam doreng dan sepatu. Atas laporan tersebut, kemudian dilakukan pengecekan.

"Ada 38 orang yang kami amankan. Mereka kami amankan karena kegiatan ini tidak lazim, tidak izin dan di tempat yang tidak lazim. Kami memiliki waktu 1x 24 jam untuk memintai keterangan," ujar Kapolres AKBP Wahyu Wim Harjanto.

Menurut Wahyu, dari pemeriksaan yang dilakukan dalam waktu 1 x 24 jam tersebut nantinya baru bisa diketahui unsurnya.

Saat ditanya barang bukti yang diamankan, Kapolres enggan menjelaskannya. Pihaknya, berdalih kasus yang ditangani tersebut nantinya akan dirilis Polda Jateng, pada Senin 22 Februari 2016.[berbagai sumber]

Terbaru

Seri Kekejaman ISIS

Video




VIDEO Terbaru

Random Post

↑ pks