Tampilkan postingan dengan label Kekejaman ISIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kekejaman ISIS. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 November 2016

Presiden Filipina Rodrigo Duterte

Presiden Filipina Rodrigo Duterte memperingatkan kemungkinan militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang kabur dari Irak dan Suriah bisa masuk ke wilayahnya. Jika itu terjadi, Duterte menegaskan dirinya akan menanggalkan kewajiban HAM demi menjaga keselamatan rakyatnya.

Menurut Duterte, bahwa Provinsi Mindanao di selatan Filipina sudah menjadi tempat bertumbuhnya kelompok pemberontak dan juga bandit. Duterte khawatir jika bayangan terorisme dan aliran militan ISIS bisa memanfaatkan situasi di Mindanao.

"Begitu teroris dari Timur Tengah kekurangan lahan, area real estate yang menjadi tempat mereka tidur ... mereka akan berkelana ke tempat-tempat lain dan mereka akan datang ke sini dan kita harus bersiap menghadapi itu," ucap Duterte dalam pidatonya di hadapan lembaga penegak hukum setempat.


"Ingatlah, orang-orang ini, mereka tidak tahu sedikitpun soal apa itu HAM, percaya saya. Saya tidak akan membiarkan rakyat saya dibantai demi HAM, itu omong kosong," imbuhnya.

Isu HAM memang menjadi subjek sensitif bagi Duterte. Hampir setiap hari Duterte meluapkan kekesalan pada para aktivis HAM dan juga pemerintah negara-negara Barat yang berkali-kali menunjukkan kekhawatiran soal kebijakannya memerangi narkoba dan tindak kriminal yang menewaskan banyak orang.

Duterte yang berasal dari Mindanao dan pernah menjabat Wali Kota Davao selama 22 tahun ini menyebut, ada pemberontakan yang kuat di Mindanao. Dia juga menyinggung soal pemberontak Abu Sayyaf yang melakukan penyanderaan hampir setiap hari.


Hingga kini, Abu Sayyaf diyakini masih menyandera 21 orang yang sebagian besar merupakan warga negara asing. Meskipun operasi militer besar-besaran tengah digelar untuk memberantas Abu Sayyaf, aktivitas pembajakan kapal dan penculikan terus berlanjut.

Duterte menambahkan, Filipina, Indonesia dan Malaysia bekerja sama dengan erat untuk menjauhkan kelompok ekstremis asing dari wilayah masing-masing.

Sumber: Detik. Com

Sabtu, 12 November 2016

Pelaku yang turut jadi korban terlihat mengenakan kaos bertuliskan Jihad

Polisi telah menangkap pelaku peledakan bom di Gereja Oikumene di Samarinda. Pelaku ditangkap dalam kondisi luka, mengenakan kaos bertuliskan Jihad Way of Life.

Baca juga:
Ancaman FPI dan Pendukung ISIS yang akan Memerangi orang Kafir pada saat aksi bela Islam 4 November, Video

"Empat korban sama 4 motor terbakar di halaman gereja, satu pelaku sudah diamankan lagi diperiksa dan mengalami luka. Kondisi pelaku masih sadar," kata Kapolres Samarinda, Kombes Pol Setyo Budhi saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (13/11/2016).

Kapolres Samarinda menuturkan pelaku dibawa ke Mapolres. "Pakai kaos dengan tulisan Jihad. Sekarang dirawat di Polres," kata Kombes Setyo.

Gereja okunawe Samarinda Kalimantan timur

Anak kecil yang ikut menjadi korban dengan luka bakar akibat bom yang di lemparkan pelaku


Pelaku tersebut melempar bom molotov ke gereja menggunakan motornya sekitar pukul 10.30 WITA. Ledakan mengakibatkan empat orang jadi korban, salah satunya balita terluka.

Polisi saat ini berada di lokasi melakukan pengamanan. Warga sekitar masih berkerumun di lokasi kejadian. Sedangkan motor yang rusak masih berada di depan gereja.

Sumber: Detik.Coom

Selasa, 08 November 2016

Cuci otak ala ISIS mampu membuat wanita kehilangan sifatnya yang lemah lembut dan penuh kasih sayang menjadi beringas dan liar, bagaimana nanti dengan anak-anak nya?

Wanita ini dengan nada penuh kebencian, dan dengan lantang mengatakan Ahok hanya memiliki dua pilihan. Ahok dipenjara atau Ahok harus mati.

Sebelum menyatakan hal tersebut, wanita berjilbab ini juga mengatakan didepan kamera, Bunuh Ahok ... Bunuh Ahok ... dengan sangat lantang.

Lihat videonya:

Sudah banyak bukti-bukti, mulai dari pria bersorban yang menyatakan akan memberikan uang 1 milliar, pada orang yang berhasil membawa kepala ahok.

Baca juga:
Sayembara Berhadiah 1Milyar bagi siapa saja yang bisa bunuh Ahok, video

Melihat habib rizieq dan FPI yang secara konsisten menyampaikan pidato-pidato kebencian, bahkan mengajak para pengikutnya menyanyikan yel-yel bunuh ahok di depan publik.

Negara tidak boleh diam. Selama dibiarkan, maka bibit-bibit kebencian yang telah terkontaminasi virus ISIS akan bermunculan.

Negara ini bukan negara khilafah, negara ini jelas dibangun atas azas kebersamaan dan kebhinekaan, tidak boleh ada yang merasa paling benar dan menghakimi yang lain di depan publik, semua sama di mata hukum dan para provokator yang mengancam keberagaman, harus diberantas.

Baca juga:
Ancaman Pendukung ISIS saat Demo 4 November Akan Perangi Orang Kafir dan Akan Mengusir Cina dari Indonesia, Video

Habieb Rizieq, bukanlah satu-satunya tokoh agama, dalam konteks ini habieb rizieq tidak lebih dari provokator, antitesis negara. Habieb Rizieq dan FPI adalah bibit penghancur negara.

Tidak boleh Seseorang atau kelompok yang dengan seenaknya selalu lantang menyuarakan ujaran kebencian, pembunuhan dan ancaman apalagi sampai menganggap sebagai haknya.

Negara ini memiliki Hukum, menganut sebuah konstitusi yang menyatakan, "hak hidup setiap warga dijamin oleh Negara dan undang-undang".

Penulis: Manhaj Salafi

Minggu, 06 November 2016

Islam selama ini dibela oleh begundal begundal yang haus darah, Jika yang bela Islam cecunguk seperti ini maka akan hancur Citra Islam sebagai agama yang Rahmatan lilalamin

Nampaknya aksi demo bela Islam tanggal 4 November kemarin menjadi ajang reuni pendukung ISIS yang ada di Indonesia. Mereka berkumpul untuk memperbarui komitmennya yang ingin menjadikan Indonesia sebagai Kawasan Perang.

Negara ini oleh FPI sudah dianggap sebagai negeri perang yang harus membunuh atau dibunuh.


Sebuah tayangan video yang menunjukkan seorang pria yang dikelilingi rekan rekan nya dengan mengangkat jarinya mengancam akan menjadikan Indonesia Darul Harb (Kawasan Perang)

Pria tersebut menggoyangkan-goyangkan jari telunjuk kanannya dan berbicara akan memerangi orang kafir dan akan mengusir orang cina yang ada di Indonesia.

Lihat videonya

Beberapa pernyataan pun dilontarkan pria itu melalui video sambil mengangkat tangan kanannya dan menyuarakan takbir yang diikuti suara “Allahu Akbar ” dari teman-teman nya.

Penulis: Van Harry 

Kamis, 27 Oktober 2016

Ini adalah Brigade Khansa, sebuah unit perang milik teroris ISIS yang seluruh anggotanya adalah perempuan

Sebuah laporan  menunjukkan tentang wanita Indonesia yang menjadi pendukung ISIS. Perempuan dan anak-anak mereka dilaporkan sedang latihan perang, memanah dan berkuda.

Lihat juga:
Video Latihan Pendukung ISIS di Jalanan kota Solo

Dokumen yang dikirim melalui milis menyebutkan beberapa wanita tersebut adalah pegawai pada instansi pemerintah dibawah departemen pertanian di Jawa timur.

Lihat videonya


Lewat sebuah video yang jelas direkam menunjukkan aktivitas latihan perang perempuan Pendukung ISIS berlokasi di sebuah gedung pemerintah.

Penulis: Van Harry

Kamis, 20 Oktober 2016



Setelah dilumpuhkan, pelaku penikaman tiga anggota kepolisian di Tangerang mengaku bahwa dirinya merupakan seorang pelaku jihad yang berafiliasi dengan kelompok Teroris ISIS.

Lihat Juga:
Video Latihan Kelompok Wahabi Pendukung Teroris ISIS di Jalanan kota Solo

Dengan wajah berlumur darah, pelaku yang diketahui bernama Sultan Aziansah mengaku bahwa dirinya adalah seorang mujahidin.
Dari rekaman video  Sultan mengaku bahwa dirinya merupakan suruhan dari pengikut Abu Bakar al-baghdadi (ketua ISIS) yang ada di Indonesia.

Saat di interogasi, Sultan mengatakan bahwa dirinya berangkat dari rumah saudaranya yang juga seorang anggota Polisi Metro Tangerang, di Sepatan, Banten, Jawa Barat.

Lihat videonya;

#Waspada tidak ada yang bisa menjaga kita selain diri kita sendiri, jangan berharap pada pemerintah karena ketidakmampuan nya membubarkan ormas radikal seperti; FPI, MUI, FUI mereka semua ini Pendukung ISIS walaupun ada yang samar2.. mana ada fatwa MUI yang dengan tegas melarang ISIS??
Hari ini Pendukung ISIS mulai melaksanakan seruan Abu Bakar Baghdadi pemimpin ISIS untuk melakukan teror di negara-negara yang mereka anggap kafir, ini adalah video Interogasi pengikut ISIS asal Indonesia yang meneror Polisi kemarin, inilah akibatnya jika melakukan pembiaran kepada kelompok Radikal.

Penulis: Manhaj Salafi

Pelaku penyerangan dan penusukan terhadap tiga polisi di Pos Lalu Lintas di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kawasan Pendidikan Yuppentek, Cikokol, Tangerang Kota, mengancam akan meledakkan bom pipa yang dia bawa saat dikepung polisi, Kamis, 20 Oktober 2016.

Pelaku sudah berhasil dilumpuhkan. Pelaku bernama Sultan Azianzah, warga Lebakwangi, Sepatan, Tangerang, Banten.

Saat ini pelaku sudah diamankan dan dibawa ke RS Polri, untuk diperiksa guna mengungkap motif dari aksi ini.

Penyerangan tersebut berawal saat pelaku secara membabi buta menyerang anggota polisi di lokasi.

Lihat video eksklusif penyerangan pelaku di sini


Pelaku menggunakan golok, serta melempar sumbu menyerupai bahan peledak sebanyak dua batang.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan satu buah senjata tajam jenis pisau, satu buah senjata tajam jenis badik, satu buah sarung senjata tajam badik, dua buah benda yang diduga bom pipa, satu tas warna hitam, satu buah sorban putih, satu buah stiker yang menempel di pos polisi.

Sumber: Viva .co id
Editor: Manhaj Salafi

Kamis, 29 September 2016

Ratusan Mayat Teroris ISIS yang tewas dalam operasi Pasukan Hizbullah di Suriah

Pasukan Hizbullah telah membasmi sedikitnya 100 Teroris ISIS di bagian timur Suriah. Menurut kantor berita SANA, peristiwa itu terjadi di Provinsi Deir ez-Zor.

Sumber militer Suriah mengatakan kepada RIA Novosti, sebelumnya, bantuan kemanusiaan yang berasal dari Rusia dan Suriah untuk disalurkan ke kota Suriah Deir el-Zour, dikepung oleh militan ISIS.

Provinsi Deir ez-Zor telah dikepung oleh teroris ISIS dan telah menangkap sekitar 280 penduduk setempat, termasuk wanita, anak-anak dan orang tua, telah dibunuh karena telah bekerja sama dengan tentara pemerintah Suriah seperti dilansir dari Sputniknews.

Lihat VIDEO:


Suriah telah terperosok dalam perang melawan terorisme global sejak 2011, dengan pasukan pemerintah yang setia kepada Presiden Bashar Assad memerangi sejumlah faksi pemberontak dan kelompok teroris, seperti Daesh (ISIS) dan Front al-Nusra.


PUSAT KENDALI AMERIKA-ISRAEL-ISIS DISAPU BERSIH MISIL RUSIA

Kapal perang Rusia menembakkan 3 misli Caliber ke ruang koordinasi operasi (mata-mata) asing di Dar Ezza dan menewaskan 30 pejabat mata-mata Amerika dan Israel.
Militer Amerika bersama dengan sekutunya menciptakan Ruang Operasi Lapangan di wilayah Aleppo yang diduduki oleh anggota staf intelijens dari USA, Inggris, Israel, Turki, Saudi Arabia, dan Qatar.

Lihat VIDEO


Serangan ini, menurut Profesor Ekonomi di University of Ottowa, Michel Chossudovsky, dilancarkan segera setelah serangan udara Amerika terhadap pasukan Suriah di Deir ez-Zor dalam rangka membela teroris ISIS.

Sumber: Veteran today






Sabtu, 17 September 2016

Jagal Wahabi ISIS yang Memakai celana cingkrang sedang memilih korbannya

ISIS Menyembelih15 Warga Sipil Deir Ezzor Di Hari Idul Adha, Menganggap Mereka Sebagai "Kurban Idul Adha"

Pada hari Selasa media ISIS di Provinsi Deir Ezzor menerbitkan sebuah video berjudul "The Making of Illusion".

Dalam video tersebut ISIS menunjukkan saat lakukan penggorokan kepala sebanyak 15 orang yang di duga sebagai pengkhianat dan mata-mata pemerintah.

Para pria yang digorok digambarkan sebagai "Kurban Idul Adha" oleh organisasi ISIS. Dalam video tersebut ISIS berikan Alasan mengeksekusi mereka, karena mereka di duga telah bekerja sama dengan intelijen dari pemerintah Suriah.

Video ISIS yang haus darah itu juga menyampaikan pesan kepada Dunia, menyatakan bahwa mereka akan menghadapi lebih banyak "kekalahan" walaupun bersekongkol dan merencanakan perlawanan terhadap ISIS.

ISIS juga mengingatkan mereka akan serangan teror yang dilakukan di Paris, Brussels dan ibukota Eropa lainnya yang tidak mampu digagalkan oleh intelijen dan kontra-terorisme di negara² tersebut.

15 orang pria tersebut kepalanya digorok di rumah jagal, dan ISIS tidak sertakan satupun bukti yang meyakinkan seperti tuduhan mereka, yang menyatakan bahwa warga sipil ini bekerja sama dengan pemerintah.

Disaat Ummat Muslim merayakan Idul Adha dengan menyembelih hewan kurban dan dagingnya di-bagi²-kan kepada kaum muslimin terutama pada yang fakir miskin.

Sedangkan ISIS merayakan Idul Adha dengan menyembelih manusia yang dituduh Murtadin oleh mereka tanpa bukti.

Dan diperlakukan oleh ISIS layaknya binatang ternak yang berada di tempat penjagalan, diikat, diseret, disembelih, lukanya disiram air, dibiarkan mati perlahan, lalu korban digantung.

Mereka membunuh dan memperlakukan tawanan dengan cara yang kejam.
Mereka sudah sangat melampaui batas.
Eksekusi-eksekusi mereka penuh dengan imajinasi, fantasi dan metode² zionis gaya baru.

Berikut foto-foto korban penyembelihan oleh Aliran Wahabi ISIS, maaf karena terlalu sadis video tidak kami tampilkan.

Foto korban yang akan di sembelih oleh ISIS

Foto korban yang digiring ke tempat penyembelihan 


Korban digantung dengan kaki diatas dan Kepala di bawah kemudian disembelih oleh aliran Wahabi ISIS yang mewajibkan celana cingkrang

Foto para korban yang tergantung setelah di sembelih oleh Wahabi ISIS 

Inilah wajah jagal Wahabi ISIS

Rabu, 14 September 2016

Dalam ceramahnya Habib Rizk mengatakan ISIS saudara kita dan tidak akan kita perangi


Pernyataan ketua FPI Habib Rizk yang menyatakan bahwa kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) tidak berbahaya dan bukan ancaman bahkan masih menganggap ISIS saudara yang tidak boleh diperangi.

Hal ini menunjukkan hubungan yang dekat antara ISIS dan FPI. Menganggap ISIS tidak  berbahaya bagi NKRI ibaratnya seperti mengatakan penyakit tumor yang ada pada tubuh tidak berbahaya bagi si penderita.


Sangat tidak jelas ukuran apa yang dipakai FPI untuk menganggap suatu kelompok bahaya itu benar-benar berbahaya. Apakah jika teror sudah dilakukan seperti di Irak dan Suriah? Ataukah jika ideologi Islam garis keras ala wahabi ISIS sudah menyebar pada anggota FPI, khususnya di kalangan generasi mudanya? Toh, Sudah banyak anggota FPI yang terindikasi telah bergabung dengan ISIS.

Lihat video pernyataan Habib Rizk ketua FPI( sebaiknya diganti dengan Front Pembela ISIS) tentang ISIS yang dianggap nya saudara.


Pernyataan Habib Rizk menunjukkan kelemahan, dan rentan akan menular ke seluruh anggota FPI. Akibatnya, propaganda ISIS melalui media sosial dan juga pola rekruitmen Untuk menjadi anggota ISIS yang makin mudah semakin marak, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan dukungan donatur dari Amerika, Saudi, Qatar dan Turki yang kuat secara finansial.

 Penulis: Van Harry

Rabu, 31 Agustus 2016

Lima anak ISIS Mengeksekusi 5 Orang Dewasa

Media ISIS resmi merilis video mengerikan pada Jumat yang menunjukkan 5 anak asing melakukan eksekusi kepada 5 pria dewasa dari suku Kurdi di Raqqa Suriah.

Dalam rekaman video Mengerikan menunjukkan 5 anak #ISIS  mengeksekusi 5 pria dewasa yang di ketahui sebagai warga suku Kurdi.

Video Eksekusi yang dilakukan oleh anak-anak ISIS


Anak-anak yang mengeksekusi itu berasal dari beberapa negara diantaranya dari: Mesir, Inggris, Tunisia, Uzbekistan & seorang anak suku Kurdi.

5 anak laki-laki yang melakukan eksekusi ini untuk ISIS dilaporkan berasal dari Mesir, Inggris, Tunisia, dan Uzbekistan; Sementara itu, anak lain yang terlibat disinyalir seorang Kurdi.

Menurut sayap media ISIS, 5 anak laki-laki itu bernama (dari kiri ke kanan) "Yousif Al-Uzbeki", "Abu Fou'ad Al-Kurdi", "Abu Al-Baraa 'Al-Tunisi", " Abu 'Abdullah Al-Britani ", dan" Abu Ishaq Al-Musri. " (Nama dibelakang menunjukkan negara asal eksekutor cilik tersebut)

Ini bukan pertama kalinya ISIS menyebarkan video anak-anak saat mengeksekusi orang dewasa. Sudah menjadi kebiasaan bagi ISIS untuk membuat rekaman video keji seperti ini dan meng-upload nya di internet untuk propaganda "Khalifa" mereka.

Sumber: Almasdar

Militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mempublikasikan video propaganda berdurasi 20 menit yang menampilkan anak-anak Indonesia hasil didikan ISIS. Dalam video itu anak-anak sekitar umur 6 tahun memamerkan kemampuannya berlatih bela diri dan menggunakan senjata api.

Tak hanya soal latihan militer, dalam video itu diperlihatkan anak-anak telah matang menghapal doktrin radikal ISIS, seperti doktrin kewajiban mengkafirkan orang (yang menurut ISIS kafir). Sungguh ini menyedihkan, anak-anak ini telah disuntik paham paling berbahaya.

Doktrin kafir yang dipahami ISIS tidak bisa kita anggap enteng. Sebab, vonis kafir itu artinya lampu hijau untuk menumpahkan darah seseorang, begitulah ISIS meyakini. Anak-anak ini sedang dididik menjadi calon pembunuh.

Di banding sebelumnya, video kali ini lebih mendapat sorotan banyak kalangan, termasuk kepolisian dan pemerintah. Wakil Presiden RI Jusuf Kalla angkat bicara meragukan keaslian video tersebut. Ansyad Mbai mantan kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meyakini video tersebut dibuat di Indonesia, sebagaimana dilansir BBC Indonesia. Benarkah?

Saya meyakini video tersebut dibuat tim media ISIS di Suriah, atas dasar beberapa hal. Pertama, senjata-senjata yang digunakan dalam video itu, seperti senapan serbu laras panjang jenis AK 47, bukan barang yang mudah diperoleh kecuali di daerah perang seperti Suriah.

Kedua, jika diperhatikan dengan seksama, lokasi dan suasana yang ditampilkan dalam video itu hampir dipastikan diambil di Timur Tengah. Dalam video tersebut disebutkan video diterbitkan dari wilayah ISIS Al-Barakah, yang merujuk sebuah kawasan Timur Laut Suriah, yakni provinsi Hasakah. Dan ISIS menamai kawasan ini Al-Barakah. Sudah menjadi hal lumrah ISIS menamai suatu daerah dengan nama ciri khasnya sendiri.


Terkait nama-nama aktor yang dicantumkan dalam video tersebut kita tak perlu menganggapnya serius, karena itu bukanlah nama-nama mereka yang sebenarnya. Kecuali nama bagian belakang seperti al-Malizi atau al-Indunesy, istilah yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan berasal dari Malaysia atau Indonesia.

Video ini diterbitkan pada 16 Mei 2016 dengan judul “Generasi Petempur” dalam bahasa Arab. Dari sisi kualitas, propaganda video ini lebih menantang dan radikal dibanding video sebelumnya, sebab menampilkan anak-anak yang begitu menghayati ajaran ISIS. Saya mengkhawatirkan di video-video ISIS berikutnya anak-anak Indonesia ini nanti akan berperan sebagai algojo yang mengeksekusi tawanan dengan sadis, seperti yang pernah ISIS lakukan pada anak-anak asal Eropa.

Dalam video tersebut ada seorang pria dewasa bernama Abu Thalha al-Malizi dikelilingi anak-anak di bawah umur berorasi yang isinya mengancam akan mengirim bala tentara (ke Indonesia). Dia menyatakan melepaskan status kewarganegaraannya dengan adegan membakar paspor-paspor mereka.

Bagi saya, hal yang perlu diwaspadai adalah bukanlah ancaman seperti isi gertakan di atas atau kepulangan mereka nanti ke tanah air. Sebab, sangat kecil peluang mereka kembali ke tanah air dengan mempertimbangkan dua alasan.

Pertama, situasi perang di Suriah. Negeri ini di lapangan telah terpecah menjadi beberapa wilayah yang dikuasai berbagai macam kekuatan: pihak rezim, pemberontak aliansi al-Qaidah, pemberontak pro-Barat, pasukan Kurdi, dan ISIS. Sebagai catatan, ISIS terlibat pertikaian serius dengan semua pihak tersebut. Bukan hal yang mudah bisa keluar dari wilayah ISIS di Suriah dan kembai ke tanah air.

Kedua, dengan apa mereka kembali ke tanah air, sementara paspor mereka bakar? Dan lagi kembali ke tanah air ibarat lari dari “perang suci” yang menurut ISIS merupakan dosa besar. Mereka sudah bersusah payah menerobos perbatasan Suriah demi mimpinya bergabung ke ISIS. Jadi, untuk apa mereka kembali?

Pendeknya, yang perlu diwaspadai adalah para pengikut ISIS yang berada di tanah air, atau kalangan yang menaruh simpati dengan ideologi gerakan ISIS. Video propaganda ISIS dengan pemeran jihadis asal Indonesia tentu lebih memotivasi mereka untuk lebih mendalami gerakan ISIS dan menjadi lebih radikal.

Video ISIS yang melibatkan anak-anak Indonesia tidak bisa dipandang remeh. Secara tersirat, ISIS mendorong pengikutnya di Indonesia supaya mengikuti jejaknya, yakni mencekoki anak-anaknya dengan doktrin radikal ISIS sejak dini. Maka, saya berharap pemerintah tidak mengabaikan isu ini. Jelas ancaman radikalisme ISIS tak hanya menyasar kalangan anak muda tapi kini mulai menemukan sasaran baru, yakni kalangan anak-anak di bawah umur.

Sumber: geotimes

Rabu, 17 Agustus 2016


Mohammad Arief Hidayat, Syaefullah, Dwi Royanto (Semarang)Rabu, 17 Agustus 2016, 21:10 WIB

Aparat gabungan TNI dan Polri di Kabupaten Wonosobo serta Temanggung, Jawa Tengah, menangkap dua pria terduga simpatisan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Kedua pria itu ditangkap saat hendak mengibarkan bendera ISIS di puncak Gunung Sumbing, bertepatan saat upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-71 Republik Indonesia.

Kedua pria itu ditangkap di rest area perbatasan Wonosobo-Temanggung, tepatnya di Jalan Raya Kledung, Kabupaten Temanggung pada Selasa sore, 16 Agustus 2016. Penangkapan dilakukan petugas gabungan Polres Wonosobo, Polres Temanggung, Kodim Wonosobo serta Kodam IV/Diponegoro.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Polisi A. Liliek Darmanto, membenarkan penangkapan kedua terduga jaringan teroris ISIS itu. Mereka ditangkap setelah petugas menerima informasi awal akan ada pengibaran bendera ISIS oleh sekelompok orang di Gunung Sumbing.

“Iya, betul ada dua pria (terduga jaringan ISIS) ditangkap. Mereka membawa bendera ISIS," kata Liliek saat dikonfirmasi wartawan di Semarang pada Rabu, 17 Agustus 2016.

Identitas kedua terduga teroris simpatisan ISIS itu, masing-masing; M Taufik Ismail Salam (41 tahun), warga Kabupaten Batang, Jawa Tengah; dan Siwi Prastyorini (36 tahun), warga Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berdasarkan pengakuan sementara, para pelaku diketahui hendak mengibarkan bendera ISIS di Gunung Sumbing pada pukul 10.00 WIB, Rabu, 17 Agustus, bertepatan detik–detik proklamasi Kemerdekaan RI.

Titik kumpul para peserta berada di Musala Rest Area Desa Kledung, perbatasan Temanggung-Wonosobo pada 16 Agustus 2016. Namun rencana pendakian yang rencananya dilakukan pukul 21.00 WIB, akhirnya digagalkan aparat.

Liliek menjelaskan, keduanya kini masih terus menjalani pemeriksaan secara intensif di Markas Polres Temanggung. Selain menyita atribut bendera ISIS, petugas juga mengamankan sejumlah peralatan mandi serta bekal makanan dan minuman untuk bekal di puncak gunung.

Dihubungi terpisah, Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul, menjelaskan bahwa pengungkapan itu awalnya dari informasi di dunia maya, yakni grup pada aplikasi percakapan Telegram. Seorang di antara mereka, Abu Syamil, menjadwalkan kopi darat dan sekaligus melakukan idad menaiki Gunung Sumbing pada 16 Agustus 2016.

Direncanakan ada sekitar 8-10 orang, yang mayoritas berasal dari kelompk ikhwan wilayah pantai utara Jawa, seperti Brebes, Tegal, dan Semarang di Jawa Tengah. Namun tak dirinci siapa saja nama para ikhwan yang akan mengibarkan bendera ISIS itu.

Mengetahui adanya informasi itu, Kapolres Wonosobo langsung menginstruksikan aparatnya untuk menggagalkan rencana aksi mereka dan langsung siaga di rest area Kledung Pass.[Viva.co.id]


Anjem Choudary, salah satu pengkhotbah kebencian paling terkenal yang tinggal di Inggris, menghadapi penjara setelah dinyatakan bersalah mendukung Negara Islam Irak dan Suriah(ISIS). Choudary dihukum di pengadilan Old Bailey Inggris setelah juri mendengar dakwaan Jaksa bahwa Choudary mendukung dan telah bersumpah setia kepada ISIS.

Choudory ditangkap setelah terbukti memberikan dukungan pada kelompok ekstrem dan memiliki jaringan ke beberapa teroris paling terkenal di Inggris.

Choudory yang saat ini berusia 49 tahun mendesak para pengikutnya untuk mendukung Isis dalam serangkaian pembicaraan yang  disiarkan di YouTube.



Siapa Anjem Choudary?

Choudary dan rekan-terdakwa, Muhammad Rahman, 33, mengatakan kepada para pendukung mereka untuk mematuhi Abu Bakr al-Baghdadi , pemimpin Isis, yang juga dikenal sebagai khalifah, dan memfasilitasi perjalanan jihadis ke Suriah untuk mendukung Isis atau "khalifah".

  1. Baca juga: 
  1. Bahrun Naim adalah aktivis Hizbut Tahrir yang kini menjadi anggota ISIS dan bercita-cita mendirikan khilafah di Indonesia 

Choudary dan Rahman menghadapi tuntutan hingga 10 tahun penjara karena memberikan dukungan untuk organisasi terlarang itu. Mereka akan dihukum pada tanggal 6 September di Old Bailey.

Komandan Dean Haydon, kepala komando kontra-terorisme polisi Metropolitan Inggris, mengatakan: "Orang-orang ini telah tinggal dan menjadi warga negara selama bertahun-tahun, tetapi mereka memberikan pengaruh dan memprovokasi warga Muslim, yang mereka miliki hanya kebencian mereka telah berdakwah kepada orang-orang yang  didorongnya untuk bergabung dengan organisasi teroris.

"Organisasi teroris berkembang dan tumbuh karena orang-orang telah menyalahgunakan haknya dalam beragama dan berkeyakinan yang diberikan pemerintah, mereka menebarkan kebencian dan teror kepada kelompok yang berbeda atau untuk   mengikuti agama pilihan mereka atau untuk menyatakan dukungan untuk kekhalifahan. "

Sumber: Guardian

Senin, 08 Agustus 2016

Saat melakukan aksi demo FPI selalu membawa bendera ISIS, Kelompok teroris paling bengis saat ini


FPI (Front Pembela Islam) adalah organisasi keislaman yang terkenal keras dalam ideologinya(baca juga: Video sweping FPI yang merusak dan menjarah toko warga). Tak diragukan jika banyak pemberitaan mengenai pemukulan orang, penjarahan warung, sampai dengan aksi kekerasan dalam berdemo. 


Foto Munarman dan anggota FPI bersama pengikut Wahabi sedang mengacungkan jari telunjuk dengan latar belakang bendera ISIS

Slogan mereka selalu Amar Ma'ruf Nahi Munkar (Mengajak kebaikan mencegah kemungkaran), tapi sayangnya mereka mengajak kepada kebaikan dengan cara mungkar (kekerasan). 

Baca juga:
Bukti ISIS WAHABI: 55 Ulama WAHABI SAUDI Serukan Gabung ISIS 

FPI tidak pernah membela kemanusiaan, mereka membela hanya karena seagama bukan karena kemanusiaan. 

Baca Juga:
Habib Rizk: ISIS SAUDARA KITA, VIDEO

Ketika munculnya ISIS di Indonesia, sikap FPI sangat abu-abu. Hanya karena ISIS membawa slogan Syariat Islam, FPI mendukung tetapi sangat malu-malu.


Tapi yang perlu dicermati, keabu-abuan FPI terhadap kelompok radikal ISIS ternyata bukan tanpa sebab. FPI memang secara diam-diam mendukung langkah ISIS dalam menegakkan Syariat Islam dengan kekerasan, terlihat dalam video Munarman yang menjadi jubir FPI ikut berbaiat masal kepada ISIS.[Islamramah]


Inilah videonya: 



Lihat juga perbuatan Merusak anggota ISIS Makasar di sini

Dua teroris muda tengah mengikrarkan janji setia mereka kepada Daesh(ISIS). Rekaman video yang dirilis oleh Amaq, kantor berita kelompok teroris ISIS pada Rabu, 27 Juli 2016. 

Tayangan video berikut ini dibuat beberapa saat sebelum pasangan brutal itu menggorok tenggorokan Pastor Jacques Hamel, 86, setelah memaksanya untuk berlutut di sebuah gereja di Saint-Etienne-du-Rouvra agar dapat disembelih.

Abdelmalik Petitjean (kanan), 19, menyerbu gereja di Normandia berdua dengan Adel Kermiche dan memaksa Pastor Jacques Hamel berlutut sebelum menyembelihnya di hadapan 2 orang biarawati dan 3 sandera umat Katolik lainnya, yang saat itu tengah menghadiri perayaan Misa Ekaristi harian pagi pukul 10.00 waktu setempat, yang tengah dipimpin oleh sang Pastur.

Mereka mengatakan "Kami berbai’at (janji ketaatan kepada pemimpin untuk menyerahkan kepadanya segala kebijaksanaan tentang urusan dirinya dan urusan kaum muslimin, sedikitpun tanpa menentangnya; serta perintah pimpinan yang dibebankan kepadanya, suka maupun tidak) kepada Abu Bakr Al-Baghdadi ", yang terpilih sebagai khalifah Islam pada tahun 2014."

Mereka juga tampak menampilkan selembar kertas, menampilkan bendera Daulah Islam.
Pada awal video, salah seorang (kiri) - Adel Kermiche - yang mengenakan jaket kamuflase dan topi hitam, memperkenalkan dirinya dalam bahasa Arab sebagai Abu Jalil Al-Hanafi.

Di sebelahnya, Petitjean, tampak duduk di lantai mengenakan celana panjang krem, topi dan syal merah di atas kepalanya.
Mereka kemudian memaksa umat tertua dari sandera untuk merekam film saat mereka menyembelih Pastor Hamel dengan pisau - sementara polisi anti-teror mulai berdatangan mengepung gedung gereja itu. Seusai melakukan eksekusi, keduanya kemudian ditembak mati setelah muncul ke halaman luar gereja sambil berseru "Allahu Akbar ...."

Abdel Malik Petitjean berulang kali ditembak pada bagian wajah oleh polisi, sedemikian rupa sehingga harus diidentifikasi melalui test DNA.
Ibu Abdelmalik Petitjean sendiri belakangan menyatakan "Saya tidak melahirkan setan" tentang aksi puteranya menyerang sebuah gereja di Normandia dan menggorok tenggorokan sang Pastor tua. 

Petitjean, yang menggunakan nama mujahidin Abu Omar, sesungguhnya tercatat masuk dalam daftar tersangka pelaku teror setelah upayanya yang gagal untuk bergabung dengan ke kekhalifahan ISIS di Suriah melalui Turki bulan Juni lalu.(mirror.co.uk)

Silahkan simak VIDEO Baiat anggota ISIS asal Perancis kepada Abu bakar bagdadi.



Kamis, 28 Juli 2016


Sebanyak 55 ulama Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan  fatwa agar bergabung dengan ISIS untuk mengobarkan jihad melawan Iran(Syiah), Rusia dan Suriah.

Puluhan ulama Saudi itu menyerukan semua faksi oposisi di Suriah bersatu untuk melawan intervensi militer Rusia dan Iran yang tidak rela rezim Assad tumbang. Pernyataan yang ditandatangani 55 ulama  Saudi itu diterbitkan Sabtu pekan lalu.

Bukti Cara bersedekap teroris ISIS dalam sholat yang menggunakan sunnah(cara) Wahabi

Pernyataan mereka diterbitkan oleh Otoritas Jenderal Asosiasi Ulama Muslim. ”Setelah hampir lima tahun dukungan politik dan militer untuk sistem Alnasiri(rezim Assad) berkurang, di sini Rusia bertujuan sepihak dan pasukan militernya mengganggu untuk melindungi rezim Bashar al-Assad yang akan tumbang,” bunyi pernyataan otoritas itu, seperti dikutip CNN.

  1. Baca juga:
  2. Fatwa Syekh Wahabi : Bom Bunuh Diri dan Sodomi sesama laki-laki Halal, VIDEO

Dalam pernyataan tersebut, kelompok ulama itu juga menuding perlawanan militer Rusia terhadap ISIS dan kelompok oposisi (baca: Pemberontak) adalah kejahatan berat. 

“Wahai orang-orang kami di Levant (Suriah); Kami telah mendukung Anda terhadap cobaan panjang, dan mungkin Tuhan ingin Anda baik. Rusia melakukan intervensi hanya untuk menyelamatkan sistem (rezim Assad) dari kekalahan tertentu,” bunyi lanjutan pernyataan tersebut, yang juga dilansir Al Arabiya.(MN)

Rabu, 27 Juli 2016




Eropa kini tengah mengalami masa-masa kelam. Serangan terorisme belakangan ini terjadi di sejumlah kota besar di Benua Biru. Dari mulai Paris, Nice, Brussels, Istanbul hingga Munich. Serangan itu terjadi di tempat-tempat keramaian: stasiun kereta, bandara, jalanan.


Serangan teranyar terjadi kemarin di Kota Anbach, Jerman. Seorang pencari suaka asal Suriah meledakkan diri di halaman depan sebuah bar. Akibat ledakan tersebut pelaku tewas seketika, sedangkan 12 orang pejalan kaki luka-luka, tiga di antaranya masih kritis. Setelah diketahui identitasnya polisi mengatakan lelaki 27 tahun itu pernah ditolak permohonan suakanya oleh pemerintah Jerman akhir tahun lalu.

Ini adalah serangan ketiga dalam sepekan terakhir yang menimpa Negara Bagian Bavaria. Awalnya adalah serangan kapak oleh pemuda imigran di atas kereta, korban delapan orang terluka. Selanjutnya di mal Olympia Kota Munich, terjadi penembakan massal menewaskan sembilan orang. Pelaku adalah pemuda keturunan Iran-Jerman, bunuh diri setelah beraksi.

Hanya beberapa jam sebelum insiden bunuh diri di Anbach, seorang imigran lain di dekat Kota Stuttgart menebas seorang perempuan dengan parang.

Dalam sebuah unjuk rasa bulan ini Kanselir Angela Merkel mengakui kebijakannya membuka pintu bagi para imigran pengungsi membuat teroris bisa masuk ke Jerman.

"Gelombang pengungsi juga dipakai untuk menyelundupkan teroris," ujar Merkel, seperti dikutip Russia Today, bulan ini.

Merkel menjadi sosok yang paling terbuka terhadap kedatangan gelombang pengungsi dari Suriah, dan daerah lain di Timur Tengah serta Afrika Utara. Kebijakannya untuk membuka pintu perbatasan mendapat banyak kecaman tidak saja di negerinya sendiri tapi juga di seantero Eropa.

Para teroris itu menyusup, menyamar sebagai pengungsi dan melancarkan serangan di negara tujuan. Kantor berita Reuters memperkirakan ada lebih dari satu juta pengungsi memasuki Eropa tahun lalu. Kebanyakan mereka berasal dari Suriah.

Sejumlah teroris juga diketahui adalah jihadis yang pernah pergi ke Timur Tengah lalu kembali untuk melancarkan serangan di negara asalnya.

Serangkaian serangan di Jerman dalam beberapa hari terakhir membuat warga makin kesal dengan Merkel.

"Simpati kami bagi para korban dan mereka yang berduka, kekesalan kami untuk para pendukung Merkel dan kaum sayap kiri yang harusnya bertanggung jawab!" kecam warga Jerman bernama Andre Poggenburg, seperti dikutip Financial Times, Senin (25/7).

Kini gelombang unjuk rasa dan kecaman mengalir untuk Merkel. Mereka mendesak Merkel segera mundur.

Banyak kalangan menilai masuknya puluhan ribu pengungsi ke Jerman membuat keamanan negeri itu rapuh. Sejumlah pejabat intelijen sudah memperingatkan, ISIS bisa menyelundupkan anggotanya ke Eropa lewat pengungsi.

Aparat berwenang Jerman mengatakan mereka saat ini tengah menyelidiki 708 kasus dengan 1.029 tersangka yang diduga terkait dengan isu terorisme.[MDK]


Jihad Sosmed - Lawan Propaganda ISIS Lewat Internet.

Oleh: Arman Dhani

Jika anda menonton film dokumenter Jihad Selfie yang dibuat oleh Noor Huda Ismail, anda akan tahu bagaimana perekrutan ISIS bekerja. 

Mereka mulai dari sosial media, masuk ke anak-anak muda, memberikan mereka pemahaman tentang citra ideal islam versi mereka, lantas ketika si anak muda tadi tertarik, mereka diminta berbaiat. Menjadi gerombolan ISIS.

Sementara ISIS dengan gencar bekerja merekrut, mencari, dan menyebarkan paham mereka di Internet, beberapa dari kita berdebat tentang apakah melawan ISIS di Internet itu efektif? Emangnya ‪#‎hastag‬ bisa ngubah keadaan? Perdebatan ini membuat banyak orang berhenti memerangi ISIS di media sosial.

Sementara ISIS, tak peduli akan debat itu, terus gencar mempropagandakan kebencian mereka setiap hari. Berdasarkan laporan dari Brookings Institute pada Desember 2014 ada 46.000 akun twitter yang berafiliasi dan mendukung ISIS. Tentu saja tidak semua akun itu hidup dan aktif, namun jika 10 persen saja aktif, bayangkan berapa banyak propaganda kebencian yang dilancarkan?

Mantan anggota keamanan nasional Amerika Serikat Hillary Mann Leverett pada Februari 2015 menyebut bahwa ISIS menggunakan setiap platform media sosial yang ada untuk melancarkan propaganda dan merekrut anggota baru. ISIS setiap harinya mengirimkan 90.000 pesan digital di akun media sosial mereka. Termasuk tweet, video di youtube, postingan di facebook, blog dan sejenisnya.

Sementara kita masih berdebat bahwa percuma melawan propaganda ini, ISIS setiap hari mendapatkan simpatisan dan anggota baru. Beberapa dari kita lebih suka melecehkan mereka yang berjuang melawan kebencian ISIS di internet, daripada ambil bagian dalam perang digital ini.

J.M. Berger, seorang peneliti di Brookings Institution, pada 2015 memberikan kesaksian di Amerika Serikat terkait penggunaan media sosial oleh ISIS. Penelitian ini didanai dan difasilitasi oleh Google. Berger bersama koleganya menggunakan sistem yang mengidentifikasi dan melacak siapa saja pendukung ISIS di media sosial.

Hasil penelitian Berger semakin membuka mata tentang agresivitas ISIS dalam penggunaan media sosial. Jika sebelumnya ISIS disebut melancarkan 90.000 pesan sehari. Berger menyebut angka paling ideal adalah 200.000 perhari. Angka itu termasuk berasal dari twitter, postingan video, dan blog. Kebanyakan dari mereka berasal dari Iraq dan Syiria.

Berger juga menyebut bahwa ISIS menggunakan hastag tertentu untuk mengidentifikasi pendukung mereka. Setelah itu mereka akan merekrut dan mengajak mereka untuk bergabung. Setidaknya pada 2014 ada 3.000 relawan ISIS berasal dari negara-negara dengan non mayoritas penduduk islam, seperti Eropa dan Amerika. Masih mikir hastag(#) ga ada gunanya?

John Little, pengamat keamanan dan teknologi di Blogs of War, menyebut ISIS menggunakan video, foto, dan kata-kata propagandis untuk menarik perhatian. Mereka menyasar anak-anak muda yang mencari jati diri untuk bergabung. Foto dan video tersebut juga digunakan untuk memulai konflik sektarian antara sunni - syiah, atau muslim - non muslim.

Menariknya kebanyakan dari relawan ini berakhir menjadi 'pengantin'. Sejauh ini rekruitmen jihadis banyak menjadi pelaku bom bunuh diri ketimbang para perekrutnya. Dengan iming-iming surga, mereka mengajak orang untuk meledakkan diri, sementara para perekrutnya tidak melakukan hal itu.

  1. Alaaaaah apaan, emangnya ada orang goblok yang mau gabung ama ISIS dari Sosmed? 
  2. WKWKWKWKWKWKW... MIKIRRR BLOK GOBLOOOK RAMASOOK


Insiden penyerangan teroris di Paris yang menewaskan 127 orang dan melukai 300 yang lain adalah produk dari media sosial dan internet. Para teroris ini merencanakan dan berkomunikasi via PSN Account di PS4. Cara ini tak pernah dipikirkan sebelumnya oleh penegak hukum, sehingga mereka kebobolan. Kini masih mikir bahwa percuma lawan ISIS di Internet??

Peter Bergen analis CNN menyebut bahwa 10 tahun lalu amat sulit membayangkan seorang jihadis di pakistan atau syiria akan berkorespondensi dengan remaja tanggung di  Philadelpia. Atau Seorang ekstrimis di Iraq menjadi sahabat pemuda galau di Paris Prancis. Internet membuat semuanya mudah dan riset terbaru menunjukkan bahwa rata-rata pasukan yang direkrut ISIS masih berusia 24 tahunan. Atau dengan kata lain milenials.

Terbaru

Seri Kekejaman ISIS

Video




VIDEO Terbaru

Random Post

pks