Senin, 11 Januari 2016

Ormas-ormas pro jihadis gak pernah kehabisan akal buat cari duit: minta sumbangan rakyat Indonesia untuk Suriah. Kalau memang dijamin untuk pengungsi Suriah yang sengsara, tentu baik. Tapi sekedar saran, lihat siapa ormasnya. Kalau pro-jihadis takfiri dan tanpa audit, lebih baik waspada, kuatir dipakai untuk menyuplai senjata.
Isu terbaru yang mereka pakai untuk menggalang dana adalah kelaparan di Madaya, Suriah. Ternyata lagi-lagi pakai foto palsu. Dan ternyata justru pemberontak yang menghalangi suplai bahan makanan ke Madaya.[Dina Y Soelaiman]

Masih tentang Madaya, media-media mendaur ulang foto dan menggunakan foto palsu untuk mendeskreditkan Suriah.



Gadis kecil yang di dalam foto (digunakan oleh Al-Arabiya), bukanlah seorang gadis Suriah. Ia adalah warga negara Lebanon, bernama Maryana Yousef Mazeh. Ia sehat dan baik-baik saja di Lebanon Selatan. Bisa cek »» DI SINI


Foto ini digunakan oleh Al-Jeezera. Setelah ditelusuri, ini adalah foto lama tahun 2009, dan Suriah saat itu masih damai. Bisa cek » » DI SINI

Rina M Harbi, reporter asal Lebanon memberikan laporan soal propaganda media terhadap Madaya dalam serangkaian kultwit berikut ini.

Apa yang sebenarnya terjadi di Madaya?


  • 1. Pada tanggal 18 Oktober 2015, badan kemanusiaan menyalurkan bantuan/ makanan untuk terakhir kalinya ke Madaya, sebagai bagian dari kesepakatan Al-Fou’aa dan Kefraya.

  • 2. Madaya berada di bawah kendali 600 orang militan (60% Ashar al-Sham, 30% Jabhat al-Nusra, dan 10% FSA).

  • 3. Kelompok teroris di Madaya yang mengontrol distribusi makanan, mereka menempatkan persediaan makanan di sebuah gudang, dan memanfaatkannya untuk menekan warga sipil.

  • 4. Kelompok teroris menggunakan warga Madaya (23.000 orang) sebagai perisai manusia, mengeksploitasi (kelaparan mereka) untuk kepentingan politik.

  • 5. Tidak ada yang meninggal karena kelaparan di Madaya, seperti yang diklaim media.

  • 6. Banyak yang mencoba untuk meninggalkan Madaya tetapi dihalangi oleh kelompok teroris.

  • 7. Dalam kesepakatan, 300 teroris bersenjata akan menyerah, tetapi kelompok teroris lainnya melakukan sabotase karena kemelut politik di internal kelompok-kelompok ini.

  • 8. Ketika kesepakatan Zabani disetujui, milisi yang terluka tidak bisa meninggalkan tempat tersebut karena mereka diancam akan ditembak.

  • 9. Palang Merah Suriah mengkonfirmasi persediaan makanan (cukup untuk 2 bulan), dan telah masuk ke Madaya pada bulan Oktober. Lalu mengapa warga setempat bisa kelaparan? Tanyakan kepada teroris-teroris itu!

  • 10. Palang Merah Suriah membantah foto-foto yang beredar, dan menyatakan tidak ada yang meninggal. Artinya: media telah berbohong, atau teroris-teroris telah merampas makanan untuk warga Madaya tersebut.[liputanislam]


Berikut ini foto pemalsuan-pemalsuan lainnya:








0 komentar:

Poskan Komentar

Terbaru

Kata Tokoh

Seri Kekejaman ISIS

Video




VIDEO Terbaru

Random Post

pks