Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Januari 2016


  • Tentang orang bodoh, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib a.s berujar,”Orang bodoh bagaikan lalat kecil yang terbang kesana kemari; ia tidak mempunyai akal yang mengendalikan dirinya. Ia tampak hina, menjijikkan, dan memancing kemarahan".
  • Imam Ali a.s juga mengatakan,”Mereka suka mengikuti teriakan.”
  • Maksudnya, ketika mereka mendengar suara seruan orang, mereka akan segera datang menemuinya tanpa bisa membedakan apakah sang pembicara orang berilmu atau hanya orang yang gemar mengumbar ocehan tak bermakna.
  • Tentang sifat orang bodoh yang paling menonjol, Imam Ali a.s berkata,”Mereka pergi ke mana pun angin berhembus, tidak bisa memanfaatkan cahaya ilmu, dan tidak mempunyai pendirian yang jelas dan tegas.”
  • Luqman al-Hakim mengutarakan,”Ada 3 ciri orang bodoh : marah tanpa alasan yang benar, memberi kepada yang tidak berhak, dan banyak bicara tanpa ada gunanya,”
  • Seoang arif berujar,”Semua kemaksiatan telah tersebar dan aku tidak melihat kemaksiatan yang lebih besar daripada kebodohan.”
  • Ia ditanya,”Apakah ada sesuatu yang lebih besar daripada kebodohan?” Ia menjawab,”Ya, yaitu kebodohan (ketidaktahuan) akan kebodohan.”

Jumat, 22 Januari 2016

Tulisan menarik sebagai bahan renungan agar kita tidak menjadi Tuhan dengan merasa berhak untuk menghakimi keyakinan orang lain sebagai kafir, sesat dan halal darahnya untuk ditumpahkan, selamat merenung..


Oleh : Ahmed Zain Oul Mottaqin

Kalau anda bilang Islam, maka anda salah. Kalau anda bilang Kristen, anda juga salah. Kalau anda bilang Hindu, Budha atau Konghucu pun semua salah. Jadi yang mana yang benar ?

Kalau anda bilang agama yang diterima di sisi Tuhan adalah Islam, maka saya sebagai Muslim setuju. Kalau yang Nasrani bilang agama yang diterima di sisi Tuhan adalah Nasrani, ya sah-sah saja menurut pemahaman mereka. Agama yang diterima di sisi Tuhan jawabannya akan tergantung kepada siapa anda bertanya.

Tapi agama Tuhan sendiri itu apa?

Saya tidak akan menyebut agama disini sebagaimana agama yang anda anut. Tapi akan saya beri tambahan tanda petik "agama" untuk membedakan dengan agama dalam perspektif makhluq.

Jelas "agama" Tuhan adalah agama yang Dia tetapkan untuk menjadi "agama-Nya", sebagaimana Dia telah menetapkan sifat Maha Pengasih dan Penyayang untuk diri-Nya sendiri. Dia tetapkan sifat-sifat itu untuk diri-Nya padahal Dia Maha Mampu untuk menetapkan sifat yang lain. Tak ada yang menyuruh, tidak ada yang menyarankan, tidak ada konsekuensi dan pembalasan yang akan Dia terima akibat perbuatan-Nya. Konsekuensi dan pembalasan hanya berlaku untuk makhluq, bahkan kata "akan" dan "akibat" pun tidak cocok diterapkan pada-Nya, karena Dia tak terikat pada ruang dan waktu serta sebab dan akibat.

Agama adalah keterikatan, sedangkan Dia tak terikat. Bagaimana mungkin ada yang "mengikat" Dia, sedangkan segala sesuatu justru terikat pada-Nya. Hanya Dia yang ada sebelum yang ada itu ada. Karena Dia, maka yang tidak ada itu menjadi ada.

Ya, Tuhan bukan pemeluk Islam, bukan pemeluk Kristen, bukan pemeluk Hindu atau Budha, apalagi pemeluk Sunni atau Syi'ah. Tuhan itu Atheis. Jika kau sangka Tuhan itu menganut Theis-theis seperti dirimu apalagi pengikut ashobiyyah (fanatisme kelompok) seperti dirimu, maka kau sudah merendahkan-Nya dan menyamakannya dengan makhluq. Sedangkan Dia adalah Khaliq (yang menciptakan) bukan Makhluq (yang diciptakan).

Demikian "coretan" singkat saya malam ini. Yang setuju silakan, yang ga setuju silakan asal jangan ngamuk-ngamuk di status saya. Yang penting anda paham maksud tulisan saya yang ada di paragraph terakhir. Good nite.

Rabu, 20 Januari 2016



Oleh: Ismail Amin

Akar terorisme itu bukan dari agama, tapi dari kebodohan yg salah menafsirkan pesan2 agama... termasuk oleh yg mendukung terorisme...

Pasca aksi teror di Sarinah, ormas2 Islam segera mengutuk dan mengecam aksi tsb, dan menyatakan pelaku bukan dari kelompok Islam manapun...

Herannya, ketika foto wajah jasad pelaku tersebar dalam kondisi tersenyum, tdk sedikit aktivis2 Islam bermanhaj Salafi Wahabi berkomentar, "Subhanallah, bibirnya tersenyum, syahid Insya Allah.."

Atau ketika DENSUS 88, berhasil membekuk jaringan teroris di Ciputat dan menembak mati diantaranya.. tdk sedikit kelompok Islam, yg ramai2 membuat spanduk.. Selamat Jalan Kafilah Syuhada Ciputat, kami akan melanjutkan perjuanganmu..

Saat amrozi dan Imam Samudra, pelaku teror bom bali di makamkan, ribuan pelayat menghadirinya dan menyertainya dengan teriakan takbir mendukung aksi keduanya, dan menyematkan keduanya adalah mujahidin.. serta beredar cerita2, darahnya masih segar menetes, jasadnya wangi dan ringan diangkat dst...

Apa itu bukan bentuk ketidakkonsistenan? dan masih geram, kalau dikaitkan terorisme dengan pemikiran wahabisme? beringas dan naik pitam kalau disebut Islam mengajarkan terorisme, sementara kau juga termasuk yang paling sering menyebar berita2 dari site2 yang menggelari mereka Mujahidin, bahkan rela2 saja site2 itu membajak nama Islam...

Kau marah jika Islam disebut agama teror, tapi diam saja Islam dibajak oleh kelompok yang mendukung terorisme dan menyebut terorisme adalah jihad di jalan Allah....

Ketika situs2 seperti ini diblokir pemerintah, kau protes dan teriak kencang2 pemerintah memberangus suara umat Islam...
Maumu apa???

Tidak ada asap jika tidak ada api... tidak akan ada isu Islam itu ajaran teroris jika kita tegas terhadap mereka yang mendompleng Islam untuk mempropagandakan teologi terornya...

Tag: #Akar terorisme, #Wahabisme, #Imam Samudra, #Amrozi 

Jumat, 15 Januari 2016

DISKUSI DENGAN LIMA ORANG ATHEIS 
Oleh: Sulaiman Djaya 

Dikabarkan, ketika Albert Einstein bertemu dengan Ayatullah Burujerdi (yang diperantarai oleh murid Einstein dari Iran, yaitu Mahmud Hesaby), Ayatullah Burujerdi menceritakan riwayat Nabi Muhammad saw (Rasulullah) dengan lima orang atheis (kafir). Berikut riwayatnya:

Pada suatu hari beberapa orang atheis (5 orang atheis) menemui Rasulullah (Saaw) dan kemudian mereka terlibat dalam pembicaraan yang serius dengan Rasulullah. Dan inilah sebagian dari perdebatan Rasulullah dengan mereka…..
RASULULLAH (saaw): “Apa yang menjadi alasan kalian. Mengapa kalian percaya bahwa alam semesta ini tidak memiliki awal dan tidak memiliki akhir; dan semua yang ada di alam semesta ini sudah tercipta dari dulu dan akan senantiasa ada selamanya?”
ORANG-ORANG ATHEIS: “Kami hanya mempercayai apa-apa yang bisa kami lihat. Karena kami tidak pernah melihat awal dari alam semesta ini, maka kami berkesimpulan bahwa alam semesta ini selalu ada sejak dahulu dan karena kami tidak pernah melihat kemusnahannya, maka kami berkesimpulan bahwa alam semesta ini senantiasa ada dan selamanya ada.”

RASULULLAH (saaw): “Kalau begitu apakah kalian pernah melihat alam semesta ini tanpa awal dan tanpa akhir?”
ORANG-ORANG ATHEIS: “Tidak, kami tidak pernah melihat alam semesta ini tanpa awal dan tanpa akhir.”
RASULULLAH (saaw): “Lalu bagaimana mungkin kalian mempercayai kekekalan dari alam semesta ini? Dan mengapa kalian tidak memilih pendapat orang yang percaya bahwa alam semesta ini tidak kekal karena ia tidak pernah melihat awal dan akhir dari alam semesta ini?

Sekarang, katakanlah kepadaku. Apakah waktu (hari) yang telah lewat itu terbatas atau tidak terbatas? Seandainya kalian jawab bahwa waktu yang telah lewat itu tidak terbatas, lalu bagaimana waktu yang baru bisa datang jka waktu yang lewat itu belum lewat, atau tidak pernah lewat, karena tidak terbatas?
Dan seandainya kalian jawab bahwa waktu itu terbatas maka kalian harus mengatakan bahwa waktu itu tidak kekal atau akan ada akhirnya.”

ORANG-ORANG ATHEIS: “Kami mengakui bahwa waktu itu terbatas”

RASULULLAH (saaw): “Lalu, kalian bersikeras mengatakan bahwa alam semesta itu abadi, tidak diciptakan dan tidak terbatas. Apakah kalian menyadari akan akibat dari keyakinan yang kalian anut itu. Padahal kalian sebelumnya sepakat menyatakan bahwa waktu itu terbatas. Lalu apalagi yang bisa kalian sangkal dan apalagi yang kalian akui?”


Foto: 1. Ayatullah Burujerdi, 2. Albert Einstein dan muridnya dari Iran, Prof. Mahmud Hesaby

Tag: #Diskusi Rasulullah, #Rasulullah dan Atheis, #Albert Einstein dan Muridnya, #Ayatullah Burujerdi

Sabtu, 09 Januari 2016

Oleh : Denny Siregar

MUSLIM TAK BERAKAL
"Umatku banyak di akhir zaman, tapi mereka seperti buih di lautan.."
Perkataan Nabi Muhammad Saw, sejak dulu menghantuiku. Meninggalkan jejak di benakku. Apa maksudnya buih di lautan ? Siapakah yg dimaksud buih di lautan ? Apakah aku juga termasuk buih di lautan ?



Tahun demi tahun berlalu, peristiwa demi peristiwa terjadi dan terjawablah apa yang dipertanyakan. Islam menjadi agama kedua terbesar di dunia, dahsyat memang, tetapi pondasinya sungguh kerontang.

Terciptanya media sosial, semakin mengembangkan bentuk fitnah menjadi ukuran raksasa. Inilah yang disebut fitnah besar, baik besar secara ukuran juga massif secara penyebaran. Untaian2 "kembali kepada Alquran dan sunnah" dilantunkan, tetapi tafsirnya dipelintirkan. Sesuai nafsu siapa yang berbicara.

Lalu berkembanglah fitnah2 terhadap Islam.

ISIS adalah monster yang dipakaikan baju muslim. Dengan aksesoris kemusliman, mereka membantai siapapun yg menghalangi kehendak mereka. Penciptanya bukan hanya Yahudi dan Kristen, bahkan mereka yang mengaku beragama Islam sendiri.
Kenapa harus berbaju muslim ? Supaya mengacaukan akal mereka sehingga mereka bingung mengenali jihad dan kejahatan, bingung mengenal kebenaran dan kesalahan.

Dan pada awal kemunculan ISIS, banyak sekali kita lihat mereka yang mendukungnya dengan argumen, "Islam menemukan kejayaannya." Sesudah ternyata ISIS akhirnya ditasbihkan menjadi teroris, mereka kemudian berpaling dan berkata, "ISIS itu mencoreng nama Islam.."

Ketika Iran berhasil mengusir AS dari negaranya, banyak yang mengagungkan Ayatullah Khomeini sebagai tonggak kejayaan Islam. Ketika akhirnya propaganda massif mampir ke beranda mereka, mereka balik memusuhinya dan mengatakan "Iran itu syiah. Syiah itu sesat dan bukan Islam.."

Mereka seperti buih di lautan dipermainkan ombak. Timbul tenggelam tanpa arah dan kepastian. Tidak punya patokan dan bingung mencari pegangan.

Kebingungan ini bahkan melanda dan masuk ke rumah tangga. Ketika hati ingin dekat kepada Tuhan, mereka malah dipermainkan. Di pengajian2 mereka di cuci otak dengan konsep kafir, sesat, najis, haram dan ujungnya kepada negara berdasar khilafah. Mereka seperti kerbau dicucuk hidungnya dan mengikuti apapun kata ustad mereka, yang mereka anggap lebih tahu agama dari dirinya.

Akal mereka hilang. Mereka meninggalkan keluarga mereka dengan dalih bermacam2. Ada yang ingin berjihad di jalan Tuhan, ada yang menganggap pasangannya kafir dan najis, bahkan ada yang hartanya terkuras dengan dalih berjuang di jalan agama, padahal hanya untuk membiayai kegiatan kelompok saja.

Mereka sulit bersosialisasi dengan sekelilingnya karena sudah menganggap dirinya paling benar. Mereka membentengi dirinya dgn aksesoris2 utk membedakan dengan manusia lain. Mereka bingung mereka berpijak di bumi mana, mungkin saja mereka menganggap dirinya sebenarnya adalah alien yang tinggal di planet Nexus.
Mereka menjadi persis seperti kata Imam Ali as, "Ketika akal melemah, kebanggaan diri menguat."

Ini memang zaman mengerikan, berhati-hatilah dengan mereka yang selalu mengatas-namakan agama tetapi minus ahlak. Butuh bercangkir kopi dan akal yang jernih untuk memahami situasinya.
Jangan sampai boneka barbie anak pun diberi cadar hitam karena harus sesuai syariat Islam. Ini gendeng namanya..

Tag: #Muslim tak Berakal, #kemunculan ISIS, #planet Nexus, #Syiah itu sesat, #cuci otak, #Akhir Zaman

Senin, 04 Januari 2016


Oleh: Saleh Lapadi

Mungkin boleh dikata Ziarah Asyura merupakan doa dan ziarah yang paling banyak memuat laknat. Laknat kepada sesuatu yang sifatnya prinsip, universal hingga kepada pribadi. Sayangnya, dalam perkembangan tidak terjadi pendalaman pada pelaknatan yang dituturkan dalam ziarah ini, tetapi perhatian justru kepada hal-hal yang tidak prinsip.
Padahal bila pelaknatan itu ditarik keluar dari yang biasa diwacanakan, bakal didapatkan sumber pemahaman baru mengenai akar peristiwa Karbala dan bagaimana tahapan yang dilalui hingga terjadi peristiwa ini dan yang lebih penting mengenai tahapan perang sekaligus pemetaan musuh. Ada perang strategi, politik hingga perang fisik.
Mencermati Ziarah Asyura membawa kita kepada satu kenyataan bahwa peristiwa Karbala telah didisain sejak awal. Kelompok yang menjadi sasaran laknat sebenarnya mewakili tahapan peristiwa hingga terjadinya pembantaian di Karbala. Ada pola yang ingin dijelaskan oleh Ziarah Asyura.
Ketika membaca Ziarah Asyura dan sampai pada frasa laknatan, sebenarnya ada tiga kelompok utama yang dibedakan dalam pelaknatan tersebut. Bila kita tidak mencermatinya dengan teliti, bakal muncul pertanyaan mengapa pelaknatan itu dilakukan berulang-ulang secara berurutan?
Sebaliknya, membaca lebih jauh ke dalam pengelompokan itu sendiri membuat kita akan menemukan tiga kelompok utama yang berbeda dan sejumlah anasir yang berafiliasi kepada mereka. Menelisik ziarah ini lebih dalam akan memudahkan kita membaca apa yang secara lahiriah terjadi dalam peristiwa Asyura.
Kini kita periksa tiga kelompok utama tersebut:
1. Perang strategi
فَلَعَنَ اللَّهُ أُمَّةً أَسَّسَتْ أَسَاسَ الظُّلْمِ وَ الْجَوْرِ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ
Semoga Allah melaknat umat yang telah mempersiapkan kondisi sehingga kalian dizalimi, wahai Ahlul Bait
2. Perang politik
وَ لَعَنَ اللَّهُ أُمَّةً دَفَعَتْكُمْ عَنْ مَقَامِكُمْ وَ أَزَالَتْكُمْ عَنْ مَرَاتِبِكُمُ الَّتِي رَتَّبَكُمُ اللَّهُ فِيهَا
Dan semoga Allah melaknat umat yang telah melengserkan kalian dari kedudukan kalian dan telah melucuti martabat yang telah ditetapkan Allah untuk kalian.
3. Perang militer
وَ لَعَنَ اللَّهُ أُمَّةً قَتَلَتْكُمْ
Dan semoga Allah melaknat umat yang telah membunuh kalian
Terkait dengan perang fisik ada dua pembagian lainnya:
3.1. Sutradara perang
وَ لَعَنَ اللَّهُ الْمُمَهِّدِينَ لَهُمْ بِالتَّمْكِينِ مِنْ قِتَالِكُمْ
Dan semoga Allah melaknat umat yang mempersiapkan saran bagi terbunuhnya kalian
Keluarga kejam
وَ لَعَنَ اللَّهُ آلَ زِيَادٍ وَ آلَ مَرْوَانَ وَ لَعَنَ اللَّهُ بَنِي أُمَيَّةَ قَاطِبَةً
Semoga Allah melaknat keluarga Ziyad, Marwan dan Bani Umayah seluruhnya
Komandan perang
وَ لَعَنَ اللَّهُ ابْنَ مَرْجَانَةَ وَ لَعَنَ اللَّهُ عُمَرَ بْنَ سَعْدٍ وَ لَعَنَ اللَّهُ شِمْراً
Semoga Allah melaknat Ibnu Marjanah, Umar bin Sa’ad dan Syimr
3.2. Pasukan
وَ لَعَنَ اللَّهُ أُمَّةً أَسْرَجَتْ وَ أَلْجَمَتْ وَ تَنَقَّبَتْ لِقِتَالِكَ
Dan semoga Allah melaknat umat yang telah mempersiapkan kuda-kudanya untuk bergegas membunuhmu
Bersambung...
Tehran, 3 Januari 2016

Selasa, 29 Desember 2015

Salah seorang aktifis HMI [Himpunan Mahasiswa Islam] yang bernama Muhammad Ramli Sirajuddin dalam akun Facebook nya menulis sebuah artikel atau lebih tepatnya refleksi.



Tulisan ini menjelaskan tentang dua kelahiran Nabi Agung dan kebencian kelompok anti Maulid [kelahiran] Nabi , berikut adalah tulisan nya yang perlu untuk dijadikan renungan bagi kita yang mengaku umat Nabi Muhammad saw:

Jika ketinggian dan kemuliaan akhlak Nabi Isa as. membuat sebagian pengikutnya menilainya sebagai Tuhan, sebaliknya Nabi Muhammad SAW sebagai penyempurna akhlak manusia bahkan oleh ummatnya tetap dianggap manusia biasa dan bersalah.

Jika Natalan Nabi Isa as. adalah hari raya besar bagi ummat kristiani maka Maulid Nabi Muhammad SAW bagi ummat Islam adalah ajang bid’ah membid’ahkan.

Jika seluruh aksesoris dan properti Nabi Isa as. dijadikan benda suci dan media tabarruk oleh ummatnya, tapi jangan coba tersedu rindu di Makam Nabi Muhammad SAW atau coba mencium pusara kuburnya karena engkau secara tiba-tiba menjadi syirik.

Jika Maryam Ibunda Isa as. dijunjung tinggi sebagai perawan suci karena melahirkan Isa as. tanpa seorang suami maka lain halnya Rasulullah SAW, kedua orang tuanya tetap dianggap sebagai orang kafir padahal mereka berpegang teguh pada ajaran Ibrahim.

Bersyukurlah kalian yang masih sempat menyaksikan dan larut pada suasana 2 hari suci dari kelahiran 2 Nabi agung ummat manusia.

Kepada dua mutiara agung, cermin Tuhan pada alam semesta mari berucap salam…kelahiran mu adalah pelanjut dan penyempurna keadilan Yang Maha Kuasa pada ciptaannya.

Izinkan hamba menjadi pengiring langkahmu walau sekedar menjadi debu di alas kaki paduka.

Sumber: Akun Facebook Muhammad Ramli Sirajuddin

Senin, 28 Desember 2015

Bulan Rabiul Awwal salah satu bulan Hijriah yang memiliki khas tersendiri bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Hal ini tidak lain dikarenakan pada bulan ini telah dilahirkan nabi mereka, manusia teragung sepanjang sejarah manusia, manusia yang kelahirannya telah diberitakan puluhan abad sebelumnya dan menjadi kabar gembira yang bersumber dari lisan suci para pembawa risalah Ilahi.


Kecintaan dan kesetiaan umat Islam terhadap nabi mereka telah menjadikan mereka beratusias untuk selalu mengenang dan mengabadikan sejarah kehidupannya, mengingat perjuangan dan jasa yang telah diberikannya. Salah satu manifestasi dari tujuan ini, ialah dengan memperingati hari kelahiran manusia pilihan ini.

Dengan memperingati kelahiran nabi yang biasa disebut dengan Mauludan, kaum muslimin berupaya menjaga dan menghidupkan misi serta ajaran yang dibawa nabi mereka, sehingga ajaran ini tetap eksis di tengah masyarakat dan hidup di kalbu umat dari generasi ke generasi.

Bayangkan, andai saja umat Islam enggan mengenang sejarah nabi mereka, maka lambat laun sirah dan ajarannya akan terlupakan. Generasi yang akan datang tidak lagi akan mengenal kepribadian agung nabi terakhir, yang tentunya hal ini akan menjauhkan mereka dari hidayah yang dibawanya.

Saat kaum muslimin tidak mengenal pribadi dan sirah nabi mereka, maka berbagai musibah besar akan datang menimpa. Beragam bid’ah dan inovasi dalam agama akan bermunculan secara ekstrim tanpa ada yang mampu membendungnya, kejahilan umat akan ajaran nabi mereka menjadikan mereka kehilangan barometer yang dapat membedakan antara ajaran sebenarnya dan yang telah terdistorsi, antara ajaran asli Ilahi dan ajaran baru syaitani.

Pesan-pesan suci qur’ani akan kehilangan fungsinya, karena umat tidak lagi memahami dan mengamalkannya. Pilar-pilar kekuatan umat Islam akan runtuh, sehingga bukan hanya dalam ideologi dan iman, namun dalam berbagai ranah baik politik, sosial, ekonomi, budaya, mereka akan mengalami keterpurukan. Agama Ilahi yang sempurna pun akan menjadi bahan cemoohan sebagai imbas dari kondisi memprihatinkan para pemeluknya. Tradisi mauludan memiliki peran yang sangat signifikan dalam menjaga umat dari berbagai musibah yang mengancam.

Tradisi ini bukan hanya akan membangkitkan atau menyuburkan kembali kecintaan mereka kepada nabinya, namun ia berpotensi mengantar mereka kepada pintu kejayaan dan kebahagiaan yang abadi. Bagaimana tidak, dengan memperingati hari kelahiran Nabi tercinta Saw, kita akan mengenal kepribadian agungnya dan misi suci yang diperjuangkannya, tentunya pengenalan ini akan melahirkan tekad pada diri kita untuk mengimplementasikan misi tersebut dalam diri dan masyarakat sekitar kita.

Dengan mengamalkan ajaran suci Nabi Saw, umat akan mampu melewati berbagai rintangan sehingga mereka berhasil mencapai kejayaan dan kebahagian hakiki yang menjadi tujuan penciptaan manusia itu sendiri. Memperingati kelahiran Rasulullah Saw bukan hanya selaras dengan fitrah dan naluri manusia sebagai umat yang mencintainya, namun ia juga sejalan dengan tujuan pengutusan para nabi, penurunan kitab suci dan pensyariatan hukum-hukum Ilahi. Tidak diragukan, kecintaan yang tertanam pada diri seseorang akan memotifasinya untuk mengagungkan dan mengenang pribadi yang dicintainya.

Di saat yang sama, misi Ilahi dalam membawa manusia kepada hidayah dan jalan menuju cahaya-Nya, juga tersirat dalam tradisi mulia ini. Para nabi adalah penyampai risalah Ilahi kepada manusia, dengan mengenalkan masyarakat kepada pengemban misi suci ini, berati kita telah mendekatkan mereka kepada hidayah yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, tradisi maulid adalah salah satu bentuk dari upaya menyampaikan misi Ilahi yang menjadi tanggung jawab para nabi. Perkara agung yang untuk merealisasikannya, Allah Swt rela mengorbankan para kekasih-Nya dilecehkan bahkan dianiaya oleh para musuh-Nya.

Betapa banyak utusan Allah yang mati syahid ditangan umatnya sendiri dikarenakan mereka tidak bersedia meninggalkan misi yang diembannya itu.
Semua ini menunjukkan betapa besarnya urgensitas perkara tersebut, sehingga Allah Swt pun menjanjikan imbalan yang sangat besar bagi mereka yang menjalankannya. “Dan barangsiapa menghidupkan satu jiwa, ia bagaikan menghidupkan seluruh jiwa manusia.” (QS. Al-Maa’idah [5] : 32)


Ulama dan kaum mukmin dengan mencontoh nabi mereka dan berharap ridha Ilahi, sepanjang masa selalu berupaya mengisi peran Rasul Saw sebagai perantara hidayah Ilahi kepada umat manusia. Berbagai bentuk upaya telah dikerahkan demi terealisasinya tujuan ini, yang salah satunya adalah dengan merayakan hari kelahiran nabi terakhir utusan termulia Tuhan. Oleh karenanya, tradisi maulid tidak bisa dikatagorikan sebagai bid’ah atau inovasi baru dalam agama, karena ia merupakan variasi dari upaya penyebaran risalah Ilahi yang telah diperintahkan sejak diturunkannya Adam as ke muka bumi, bahkan merupakan tujuan utama penciptaannya.

Tidak bisa dibayangkan, bagaimana jika seluruh kaum muslimin meyakini bahwa memperingati kelahiran nabi mereka adalah perbuatan bid’ah dan ritual yang meyimpang, maka cepat atau lambat berbagai musibah besar akan menimpa mereka. Mereka akan merasa asing dan terjauhkan dari simbol terbesar hidayah Ilahi, tidak lagi mengenal serta menyadari akan ajaran suci nan sempurna yang dibawa oleh Nabi Saw, dan pada akhirnya mereka akan terjerumus kepada propaganda besar musuh-musuh Islam sehingga mereka pun akan mengalami keterpurukan yang fatal. Mengapa perayaan maulid dianggap bid’ah oleh sebagian kolompok umat Islam?

Apakah mereka tidak mengetahui maksud dari bid’ah yang sebenarnya? Mungkinkah mereka tidak mencintai pribadi yang mereka anggap sebagai nabi pembawa hidayah dan kebahagiaan hakiki bagi diri mereka? Ataukah ada niat tersembunyi di balik pandangan yang sangat kontrafersial ini? Jika perayaan besar ini dianggap bid’ah hanya lantaran tidak pernah dilakukan oleh para salaf, maka akan banyak sekali tradisi umat Islam yang tergolong bid’ah. Bukan hanya tahlilan dan doa bersama, tetapi menggunakan pakaian yang kita miliki saat ini untuk melaksanakan shalat juga termaksud bid’ah. Karena kaum salaf tidak pernah menggunakan pakaian model seperti ini saat melakukan shalat. Dakwah via internet pun termaksud bid’ah, karena tidak ada satu sejarawan pun yang mengatakan bahwa ada dari salaf yang pernah berdakwah melalui internet. Seorang yang berakal dan bijak, tidak akan melakukan sesuatu yang berdapak besar sebelum ia meneliti dan mengkaji terlebih dahulu.

Oleh karenanya, alangkah baiknya jika kelompok yang membid’ahkan maulid itu terlebih dahulu mempelajari pengertian dari bid’ah sebelum mereka mengutarakan dan menyakini pandangan berbahaya tersebut. Bulan Rabuil Awwal adalah bulan yang mulia, bulan ini adalah momentum yang sangat tepat bagi kaum muslimin untuk kembali merapatkan barisan mereka. Karena pada bulan inilah telah dilahirkan pribadi mulia yang menjadi panutan seluruh umat Islam di mana pun mereka berada dan apa pun aliran serta mazhab yang dianutnya. Saat ini musuh-musuh Islam dengan segala daya dan dengan berbagai fasilitas yang mereka miliki, semangkin gencar dan agresif dalam memerangi Islam dan kaum muslimin.

Di mata mereka tidak ada Sunni dan Syiah, Syafii dan hanafi, Jakfari atau Zaydi, yang ada di benak mereka, umat Islam adalah satu yang mereka anggap sebagai kaum yang tidak berguna, yang hanya layak diperbudak atau dimusnahkan.[buletin mitsal]

Sabtu, 26 Desember 2015


Setahun setelah menantang Mubahalah Dr Jose Rizal relawan MER-C, Ustad Fauzan Al Anshari [Direktur Lembaga Kajian Politik dan Syariat Islam (LKPSI)] akhirnya tewas karena komplikasi berbagai penyakit.

Ustad Fauzan ketika masih sehat dan pada saat sakit 

Yang ditantang mubahalah ini adalah dr Joserizal Jurnalis yg menentang bughotnya Teroris dukungan oleh Turki dan zionisaudi di Suriah yang juga didukung oleh Fauzan dan Soni Thuwailibi Sehingga di mata Fauzan, Dr Jose adalah pihak yang membela Assad yang itu berarti dr Jose Rizal kafir . Dan alhamdulillah dr Jose masih sehat dan meresmikan RS Indonesia di Gaza. Ada pun si penantang Mubahalah Ust Fauzan akhirnya sakit dan meninggal.

Menurut dr Jose, ini adalah salah satu tantangan Mubahalah Fauzan Al Ansari kepada dr Joserizal Jurnalis tanggal 20 Februari 2014:


Ini pernyataan dr Joserizal Jurnalis:

MEMANG, Sdr.FAUZAN AL ANSHARI SAYA TANTANG MUBAHALAH.
Saya membela Bashar Al-As’ad dan Syria karena secara Track Record terbukti jelas sebagai poros perlawanan terhadap zionis Israel.
Konflik Arab Spring dan Syria adalah usaha untuk melemahkan dan memecah belah negara – negara disekitar Israel yg kuat secara militer seperti Syria, Libya, Mesir dan Iraq.

Hanya sekitar 1 tahun usai menyampaikan mubahalah, Fauzan Al Anshari meninggal 16 Desember 2015 karena sakit komplikasi (jantung, vertigo, hipertensi, dan lain-lain), sehingga dilarikan dan dirawat di rumah sakit.
Fauzan yang lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 September 1966 meninggal dunia pada usia 49 tahun.

Adapun Soni alias Thuwailibi yang mengaku sebagai lawan mubahalah dari Ust Fauzan itu adalah BOHONG dan cuma numpang TENAR saja . Mubahalah Fauzan itu kan buat pendukung Bashar Assad. Sedangkan Soni / Thuwailibi dan Fauzan adalah orang-orang yang memusuhi BASSAR ASSAD.

TITIP PERTANYAAN BUAT THUWAILIBI atau SONI, "Apakah Soni itu dukung Bashar Assad atau tidak?"
Dari sisi Akidah takfiri[suka Mengkafirkan] , Soni itu 11-12 dengan Fauzan. Bisa anda lihat kebohongan Thuwailibi disini
http://www.headlineislam.com/2015/12/klarifikasi-mubahalah-dan-ucapan.html

Mengkafirkan sesama Muslim itu amat besar bahayanya. Jika salah, dialah yang kafir. Jika seseorang menuduh seorang Muslim kafir, kemudian yang dituduh membalas bahwa si penuduhlah yang kafir, maka dosanya ada pada si penuduh yang memulai tuduhan tsb. Jadi hati-hati. Jangan sampai amal kita sia-sia hanya karena kita hobi mengkafirkan muslim.

Tag: #Ustad Fauzan, #Jose Rizal, #Maher Thuwailibi, #Mubahalah, #Akidah Takfiri, #Membela Bashar 

Senin, 21 Desember 2015

Dalam Akun Twitter nya menteri agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, "Agama hadir untuk menyempurnakan perilaku dan akhlak kita..". Tidak hanya berhenti pada kata - kata, Pak menteri juga menyertakan MEME dalam statusnya tersebut. Dibawah ini adalah kata-kata menteri agama yang patut untuk direnungkan di apresiasi. [twitter]



Rabu, 02 Desember 2015


Khutbah Imam Sajjad as di hadapan Yazid

وَقَالَ الامام علي زين العابدين (ع): اَيُّهَا النَّاسُ أُحَذِّرُكُمْ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا
Imam Ali Zainal Abidin as berpidato " Wahai manusia aku ingatkan kalian akan dunia beserta isinya

فَإِنَّهَا دَارَ الزَّوَالِ وَالإِنْتِقَالِ
Sesungguhnya dunia adalah negeri yang akan hilang dan akan berpindah

تَنْتَقِلُ بِأَهْلِهَا مِنْ حَالٍ إِلَي حَالٍ
Penghuninya akan pindah dari satu negeri menuju negeri yang lain

قَدْ أَفْنَتِ الْقُرُوْنَ الْخَالِيَةَ وَالأُمَمَ الْمَاضِيَةَ
Sungguh dunia telah memusnahkan abad-abad yang lampau serta umat-umat terdahulu

اَلّذِيْنَ كَانُوا أَطْوَلَ مِنْكُمْ اَعْمَارًا وَاَكْثَرَ آثَارًا
mereka memiliki umur yang lebih panjang dari kalian dan lebih banyak (harta) peninggalannya

اَفْنَتْهُمْ اَيْديْ الزَّمَانَ وَاحْتَوتْ عَلَيْهِمُ الأفَاعِي وَالدَّيْدَانُ
zaman telah membuat mereka punah lalu memenuhi mereka dengan ular dan ulat

اَفْنَتْهُمُ الدُّنْيَا قَكَأَنَّهُمْ مَاكَانُوا لَهَا اَهْلاً وَلاَ سُكَّانًا
dunia telah membuat mereka punah seolah-olah mereka tidak pernah menjadi keluarga maupun penghuninya

قَدْ اَكَلَ التُّرَابَ لُحُومَهُمْ وَاَزَالَ محَاسِنَهُمْ
tanah telah memakan mereka dan menghilangkan keindahannya

وَبَدَّدَ أَوْصَالَهُمْ وَشَمَائِلَهُمْ وَغَيَّرَ اَلْوَانَهُمْ وَطَحَنَتْهُمْ أَيْدِيْ الزَّمَان
mencerai beraikan sendi-sendi dan watak mereka, dan merubah
warna mereka, zaman telah melumat habis mereka

أَفَتَطْمَعُونَ بَعْدَهُمْ بِالْبَفَاءِ.. هَيْهَاتَ.. هَيْهَاتَ
apakah kalian akan tenang dengan kekekalan kalian setelah apa yang terjadi pada mereka ……sungguh teramat jauh …

لاَبُدَّلَكُمْ مِنَ اللُّحُوْقِ بِهِمْ
kelak kalian pasti akan menyusul mereka

فَتَدَارَكُوا مَا بَقِيَ مِنْ اَعْمَارِكُمْ بِصَالِحِ الأَعْمَا لِ
perbaikilah sisa umur kalian dengan amal perbuatan yang baik

وَكَأَنَّيْ بِكُمْ وَقَدْ نُقِلْتُمْ مِنْ قُصُوْرِكُمْ اِلَي قُبُوْرِكُمْ
seolah-olah aku melihat kalian telah dipindahkan dari istana-istana kalian menuju kubur-kubur kalian

فَارِقِيْنَ غَيْرَ مَسْرُوْرِيْنَ
dalam keadaan takut dan tidak menyenangkan

وَكَمْ وَاللهِ مِنْ قَرِيْحٍ قَدِ اسْتَكْمَلَتْ عَلَيْهِ الْخَسَارَاتِ
Demi Allah berapa banyak dari luka yang semakin bertambah parah

حَيْثُ لاَيُقَالُ نَادِم وَلاَيُغَاثُ ظَالِم
dimana penyesalan tidak berguna dan yang zalim tidak mendapat pertolongan

قَد وَجَدُوْا مَا اَسْلَفُوا وَاُحْضِرُوا مَا تَزَوَّدُوْا
mereka telah mendapatkan apa yang mereka perbuat dan telah dihadirkan bekal-bekal mereka ( selama didunia )

وَوَجَدُوْا مَا عَمِلُوْا حَاضِرًا وَلاَيَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا
dan mereka telah mendapatkan apa-apa yang mereka kerjakan hadir dihadapannya dan Tuhanmu sekali-kali tidak berbuat zalim kepada siapa pun

وَهُمْ فِيْ مَنَازِلِ الْبَلْوَي هُمُوْد
dan mereka kesepian di tempat yang penuh dengan kesulitan

وَفِي عَسَاكرِي الْمَوْتَي خُمُود
dan merasa sunyi di perkemahan orang-orang mati

يَنْتَظِرُوْنَ صَيْحَةَ الْقِيَامَةِ وَحُلُوْلَ يَوْمَ الطَّامَّةِ
menunggu datangnya teriakan hari kiamat dan tibanya hari yang penuh musibah

لِيَجْزِيَ الَّذِيْنَ أَسَاؤُوْا بِمَا عَمِلُوا
untuk kemudian Dia membalas siapa yang berbuat buruk

وَيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَحْسَنُوا بِالْحُسْنَي
dan memberikan pahala kepada yang berbuat baik

ثُمَّ قَالَ : اَيُّهَا النَّاسُ اُعْطِيْنَا سِتًا وَفُضِّلْنَا بِسَبْعٍ،
kemudian beliau(as) melanjutkan "Wahai manusia Allah telah memberikan kami enam
karunia dan telah mengutamakan kami dengan tujuh keutamaan

اُعْطِيْنَا : اَلْعِلْمَ وَالْحِلْمَ وَالسَّمَاحَةَ وَالْفَصَاحَةَ وَالشَّجَاعَةَ
Kami telah diberikan karunia pengetahuan, ketabahan, kemurahan hati, kebesaran hati,
Kefasihan, keberanian

وَالْمَحَبَّةَ فِيْ قُلُوبِ الْمُؤْمِنِيْنَ
dan cinta di hati orang-orang yang beriman

وَفُضِّلْنَا بِأَنَّا مِنَّا النَّبِيُّ المُخْتَارُ وَمِنَّا الصِّدِّيْقُ وَمِنَّا الطَّيَّار
dan kami diberi keutamaan bahwa dari kamilah Nabi terpilih (Muhammad saw), dan
dari kami as-Shiddiq (Ali) dan dari kami at-Thayyar (Ja'far)

وَمِنَّا أَسَدُ اللهِ وَأَسَدُ رَسُوْلِهِ
Dan dari kami singa Allah dan Rasul-Nya (Hamzah)

وَمِنَّا سِبْطَا هَذِهِ الأَمَّةِ وَمِنَّا مَهْدِيُّ هَذِهِ الأَمَّةُ
Dan dari kami dua cucu umat ini (al-Hasan dan al-Husain) dan dari kami kelak al –Mahdi

مَنْ عَرَفَنِي فَقَدْ عَرَفَنِي وَمَنْ لَمْ يَعْرِفْنِي أَنْبَأْتُهُ بِحَسَبِيْ وَنَسَبِيْ
siapa saja yang pernah mengenalku-telah mengenalku.Bagi mereka yang belum
mengenalku aku akan mengenalkan diri dengan menyebut keluarga dan nasabku

أَيُّهَا النَّا سُ ‘ أَنَا ابْنُ مَكَّةَ وَمِنَى‘
"Wahai manusia, akulah Putra Mekkah dan Mina (Rasulullah saw)

أَنَا ابْنُ زَمْزَمَ وَالصَّفَى‘
akulah Putra Zamzam dan Sofa (Rasulullah saw)

أَنَا ابْنُ مَنْ حَمَلَ الزَّكَاةَ بِاَطْرَافِ الرِّدَى
akulah putra seorang yang setelah mengangkat Hajar al-Aswad dengan ujung jubahnya (Rasulullah saw)

أَنَا ابْنُ خَيْرِ مَنِ اتَّزَرَ وَارْتَدَى  
akulah putra dari orang yang paling baik dalam berbusana dan bersurban
(Rasulullah saw)

أَنَا ابْنُ خَيْرِ مَنٍ انْتَعَلَ وَاحْتَفَي  
akulah Putra dari orang yang paling baik bersandal dan bertelanjang kaki
(Rasulullah saw)

أَنَا ابْنُ خَيْرِ مَنْ طَافَ وَسَعَي  
akulah putra dari orang yang paling baik melakukan Thawaf dan Sa'I (Rasulullah saw)

أَنَا ابْنُ خَيْرِ مَنْ حَجَّ وَلَبَّى  
akulah putra dari orang yang paling baik dalam mengerjakan Haji dan ber-Talbiah (Rasulullah saw)

أَنَا ابْنُ مَنْ حُمِلَ عَلَيَّ البُرَاقِ فِي الهَوَاءِ
akulah Putra dari orang yang dinaikkan dengan Buraq di angkasa (Rasulullah saw)

أَنَا ابْنُ مَنْ اُسْرِيَ بِهِ مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلى الْمَسْجِدِ الأَقْصَي ‘
akulah Putra dari yang telah diperjalankan dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsa (Rasulullah saw)

أَنَا ابْنُ مَنْ بَلَغَ بِهِ جِبْرَائِيْلَ اِلَى سِدْرَةِ الْمُنْتَهَي
akulah putra seorang yang telah di bawa oleh Jibril ke Sidrah al-Muntaha
(Rasulullah saw)

أَنَا ابْنُ مَنْ دَنَي فَتَدَلَّي فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ اَدْنَي‘
akulah putra seorang yang telah mencapai batas terdekat keberadaan Tuhan-Nya (Rasulullah saw)

أَنَا ابْنُ مَنْ صَلَّي بِمَلاَئِكَتِهِ السَّمَاءِ مَثْنًا مَثْنًا‘        
akulah Putra dari seorang yang para Malaikat dilangit berselawat untuk-Nya
(Rasulullah saw)

أَنَا ابْنُ مَنْ اَوْحَي اِلَيْهِ الجَلِيْلُ مَا اَوْحَي
akulah Putra dari seorang yang Allah telah menurunkan wahyu atasnya

اَنَا ابْنُ مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَي‘ اَنَا ابْنُ عَلِيِّ الْمُرْ تَضَي
akulah Putra Muhammad al-Mustafa dan Ali al-Murtadha

اَنَا ابْنُ مَنْ ضَرَبَ خَرَاطِيْمَ الْخَلْقِ حَتَّي قَالُوا لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله
akulah Putra dari seorang yang memukul batang hidung (yang kafir) sampai mereka mengucapkan Tiada Tuhan Selain Allah (imam Ali)

اَنَا ابْنُ مَنْ ضَرَبَ بَيْنَ يَدَيْ رَسُوْلِ اللهِ بِسَيْفَيْنِ
Akulah Putra dari seorang yang berperang di samping Nabi dengan dua pedang (imam Ali)

وَطَعَنَ بِرُمْحَيْنِ وَهَاجَرَ الْهِجْرَتَيْنِ وَبَايَعَ الْبَيْعَتَيْنِ
yang menikam dengan dua tombak, yang berhijrah dua kali dan yang mengambil
sumpah kesetiaan (baiat) dua kali (imam Ali)

وَقَاتَلَ بِبَدْرٍ وَحُنَيْنِ وَلَمْ يَكْفُرْ بِاللهِ طَرْفَةً عَيْنِ
yang turut berperang pada waktu perang Badr dan Hunain,dan tidak pernah kafir kepada Allah walaupun sekejap mata (imam Ali)

أَنَا ابْنُ صَالِحِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَوَارِثِ النَّبِيّيْنَ
akulah Putra seorang saleh yang mukmin dan putra pelanjut para Nabi (imam Ali)

وَقَامِعِ الْمُلْحِدِيْنَ وَيَعْسُوبِ الْمُسْلِمِيْنَ
Penghancur berhala dan lebah jantan kaum muslimin (imam Ali)

وَنُوْرِالْمُجَاهِديْنَ ‘ وَتَاجِ الْبُكَّائِيْنَ
cahaya para Mujahidin, hiasan bagi para orang yang menangis ( karena takut kepada Allah ) (imam Ali)

وَزَيْنِ الْعَابِدِيْنَ وَاَصْبَرِ الصَّابِرِيْنَ
yang paling tekun ibadahnya dan orang yang paling sabar di antara orang-orang yang sabar (imam Ali)

وَاَفْضَلِ الْقَائِميْنَ مِنْ آلِ طَهَ وَيَاسِيْنَ رَسُولِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ‘
Yang paling utama dalam shalatnya dari keluarga Thaha dan Yasin Rasul Tuhan seluruh alam

أَنَا ابْنُ الْمُؤَيَّدِ بِجِبْرَائِيْلَ ‘ اَلْمَنْصُوْرِ بِمِكَائِيْلَ
akulah putra dari seorang yang di dukung oleh Jibril dan dibantu oleh Mikail (imam Ali)

أَنَا ابْنُ الْمُحَامِيْ عَنْ حُرَمِ الْمُسْلِمِيْنَ
Akulah Putra orang yang membela kehormatan Islam (imam Ali)

وَقَاتِلِ الْمَارِقِيْنَ وَالنَّاكِثِيْنَ وَالْقَاسِطِيْنَ
Dan yang memerangi Al-Mariqun (pasukan jamal),an Nakitsun (Mu'awiyah), dan al-Qasithun (Khawarij) (imam Ali)

وَالْمُجَاهِدِ اَعْدَاءَهُ الْغَاصِبِيْن ‘َ
Dan yang memerangi musuh-musuhnya para perampas hak (imam Ali)

وَاَفْخَرِ مَنْ مَشَى مِنْ قُرَيْشٍ أَجْمَعِيْنَ
Dan yang paling mulia dari seluruh keturunan Quraisy (imam Ali)

وَاَوَّلِ مَنْ اَجَابَ وَاسْتَجَابَ لِلَّهِ وَلِرَسُوْلِهِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
Dan yang pertama dari kaum mukminin yang menjawab panggilan Allah dan Rasulnya (imam Ali)

وَاَوَّلِ السَّابِقِيْنَ وَقَاصِمِ الْمُعْتَدِيْنَ وَمُبِيْدِ الْمُشْركِيْنَ
Dan yang pertama masuk Islam dan yang merobohkan musuh-musuh Allah serta menghancurkan kaum musyrikin (imam Ali)

وَسَهْمٍ مِنْ مَرَامِيْ اللهِ عَلَى الْمُنَافِقِيْنَ
dan panah Allah yang diarahkan kepada kaum munafik (imam Ali)

وَلِسَانِ حِكْمَةِ الْعَابِدِيْنَ
lisan hikmah kaum ahli ibadah

وَنَاصِرِ دِيْنِ اللهِ ‘ وَوَلِيِّ اَمْرِاللهِ
penolong agamaAllah dan pengemban perintah-Nya (imam Ali)

وَبُسْتَانِ حِكْمَةِ اللهِ وَعَيْبَةِ عِلْمِه ‘ِ
taman kebijaksanaan dan pembawa pengetahuan Allah (imam Ali)

سَمِحٌ سَخِيٌّ بَهِيٌّ بُهْلُوْلٌ زَكِيٌ
berani , penuh kasih sayang , baik sifatnya , ceria , cerdas (imam Ali)

أَبْطَحِيٌّ رَضِيٍّ مِقْدَامٌ هُمَامٌ
singa, yang selalu ridha, pemberani (imam Ali)

صَابِرٌ صَوَّامٌ مُهَذَّبٌ قَوَّامٌ
sabar, selalu melaksanakan puasa, suci dari segala dosa, melalukan banyak salat (imam Ali)

قَاطِعُ الأَصْلاَبِ وَمُفَرِّقُ الأّحْزَابِ ‘
memotong tali keturunan (musuh Allah) dan mencerai-beraikan kelompok musuhnya (imam Ali)

وَارِثُ الْمَشْعَرَيْنِ وَاَبُوْ السِبْطَيْنِ ‘ الحَسَنُ وَالْحُسَيْنُ ‘
Pewaris dua Mash'ar (Arafah dan Muzdalifah), ayah dari al-Hasan dan al-Husain

ذَاكَ جَدِّي عَلِيٌّ بْنُ اَبِيْ طَالِبْ
itulah kakekku 'Ali Ibn Abi Thalib

ثُمّ َ قَالَ : اَنَا ابْنُ فَاطِمَةِ الزَّهْرَاء اَنَا ابْنُ سَيِّدَةِ النِّسَاء
Kemudian dia melanjutkan, akulah putra Fatimah az-Zahra penghulu kaum wanita

اَنَا ابْنُ خَدِيْجَةِ الْكُبْرى
akulah putra Khadijah al-Kubra

اَنَا ابْنُ الْمَقْتُولِ الظُّلْمَةِ
akulah putra dari orang yang terbunuh secara Zalim

اَنَا ابْنُ مَذْبُوْح الرَّأْسِ مِنَ القَفَاء
akulah putra yang kepalanya terpenggal dari tengkuknya

اَنَا ابْنُ العَطْشَانَهْ حَتَّى الْقَوَاء
akulah putra seorang yang dahaga hingga mati

اَنَا ابْنُ طَرِيْحِ كَرْبَلاَء
akulah putra seseorang yang terkapar di padang Karbala

اَنَا بْنُ مَسْلُوْبِ الْعِمَامَةِ وَالرِّدَاء
akulah putra yang terampas surban dan jubahnya

اَنَا ابْنُ مَنْ بَكَتْ عَلَيْهِ مَلاَئِكَةُ السَّمَاء
akulah putra orang malaikat langit menangisi (kematiannya)

اَنَا ابْنُ مَنْ نَاحَتْ عَلَيْهِ الْجِنُّ فِي الأَرْضِ وَالطَّيْرِ فِي الْهَواء
akulah putra orang yang golongan Jin dan burung-burung meratapi (kematiannya)

اَنَا ابْنُ مَنْ رَأْسُهُ عَلَى السَّنَانِ يُهْدَى
akulah putra kepala yang ditancapkan pada ujung tombak untuk dihadiahkan

اَنَا ابْنُ مَنْ حُرَمُهُ مِنَ الْعِرَاقِ اِلَى الشَّامِ تُسْبَى
akulah putra dari orang yang wanita-wanitanya dibawa dari Iraq hingga ke Syam sebagai tawanan

فَلَمْ يَزَلْ يَقُولُ : أَنَا.. أَنَا ‘ حَتَّى ضَجَّ النَّاسُ بِالْبُكَاءِ وَالنَّحِيْبِ ‘
Dan beliau terus meneruskan Khotbahnya….sampai kerumunan masa di sekitarnya menangis dan meratap

وَخَشِيَ يَزِيْدُ اَنْ تَكُوْنَ الْفِتْنَةُ فَأَمَرَ الْمُؤَذِّنُ فَقَطَعَ عَلَيْهِ الْكَلاَمِ
Yazid pun merasa takut akan terjadi fitnah maka ia memerintahkan muadzin untuk memotong khutbah (beliau as) dengan azan

فَلَمَّا قَالَ الْمُؤَذِّنُ.." اللهُ اَكْبَرُ.. !"
Ketika muadzin mengumandangkan azan.."Allahu Akbar…!"

قَالَ عَلِيُّ ابْنُ الْحُسَيْن: لاَ شَيْءَ اَكْبَرُ مِنَ اللهِ كَبَّرْتَ كَبِيْرًا لاَ يُقَاس ‘
Berkata Ali bin Husain (as) :"Tidak ada yang lebih besar dari Allah

فَلَمَّا قَالَ الْمُؤَذِّنُ.." أَشْهَدُ أَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ..!"
Ketika muadzin sampai pada kalimat "Asyhadu alla ilaha ilallah….!"

قَالَ عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنُ : شَهِدَ بِهَا شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ وَعَظَمِيْ وَلَحْمِيْ وَدَمِيْ ‘
Berkata Ali bin Husain (as):"Rambutku,kulitku,tulangku,dagingku,serta darahku
turut bersaksi ke-Esaan-Nya

فَلَمَّا قَالَ الْمُؤَذِّنُ.." أَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ..!"
Ketika muadzin sampai pada kalimat " Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.."!

اِلْتَلَفَتَ مِنْ فَوْقِ الْمِنْبَرِ اِلَى يَزِيْدِ وَقَالَ :
 "مُحَمَّدٌ هَذَا جَدِّيْ اَمْ جَدُّكَ يَا يَزِبْدُ
Dari atas mimbar beliau(as) menoleh kea rah Yazid seraya berkata:" Wahai Yazid,Muhammad itu kakekku atau kakekmu?

فَأِنْ زَعَمْتَ أَنَّهُ جَدُّكَ فَقَدْ كَذِبْتَ وَكَفَرْتَ
Jika engkau mengaku bahwa dia (Muhammad saw) adalah kakekmu maka engkau telah berdusta dan menjadi kafir

وَاِنْ قُلْتَ اِنَّهُ جَدِّيْ فَبِمَا قَتَلْتَ عِتْرَتَهُ ؟
Dan jika engkau mengakuinya sebagai kakekku, lalu mengapa engkau bantai keluarganya?"

فَنَزَلَ زَيْنُ الْعَابِدِيْنَ مِنَ الْمِنْبَرِ‘
…… Kemudian Zain al-Abidin (as) turun dari mimbar

وَقَدْ تَفَرَّقَ مَنْ كَانَ فِيْ الْمَسْجِدِ وَالتَّقُوْا حَوْلَ الإِمَامِ زَيْنَ الْعَابِدِيْنَ
Kerumunan masa didalam mesjid berhamburan dan mendekat kearah Imam Zainal al-Abidin (as)

وَلَمَّا خَشِيَ يَزِيْدُ الْفِتْنَةَ وَانْقِلاَبَ الأَمْرِ
Ketika Yazid takut peristiwa ini akan menjadi fitnah dan hilangnya dukungan
untuknya

عَجَّلَ بِإِخْرَاجِ الإِمَامِ زَيْنَ الْعَابِدِيْنَ
Maka Yazid pun mempercepat jadwal pemulangan Imam beserta keluarganya

مِنَ الشَّامِ اِلَى وَطَنِهِمْ وَمَقَرِّهِمْ وَمَكَّنَهُمْ مِمَّا يُرِيْدُوْنَ
Dari Syam menuju kampung halaman dan menempatkan mereka sesuai yang diinginkan mereka

وَاَمَرَ نُعْمَانَ بِنْ بَشِيْرِ وَالْجَمَاعَةِ يَسِيْرُ مَعَهُمْ اِلَى الْمَدِيْنَةِ
Dan menugasi Nu'man bin Basyir serta sekelompok yang lain untuk membawanya ke Madinah

وَلَمَّا عَرَفَ زَيْنُ الْعَابِدِيْنَ الْمُوَافَقَةَ مِنْ يَزِيْدِ
Dan ketika Imam a.s mengetahui adanya izin dari Yazid

طَلَبَ مِنْهُ الرُّؤُوْسَ كُلِّهَا لِيَدْفُنْهَا فِيْ مَحَلِّهَا
Beliau (as) meminta seluruh kepala untuk dibawa dan dikuburkan pada tempatnya

فَلَمْ يَتَبَاعَدْ يَزِيْدُ عَنْ رَغْبَتِهِ
Dan Yazid tidak menolak permintaan tersebut

فَدَفَعَ اِلَيْهِ رَأْسَ الْحُسَيْن مَعَ رُؤُوْسِ أَهْلِ بَيْتِهِ وَصَحْبِهِ فَأَلْحَقَهَا بِالأَبْدَانِ

Lalu memberikan kepala suci al-Husain (as) beserta kepala keluarganya dan sahabatnya yang lain kemudian menyatukan dengan badannya.

Rabu, 25 November 2015

Umat Islam Akan Bersekutu Dengan Romawi. Siapakah Romawi Sekarang?


“Kamu akan berdamai dengan kaum Rum dalam keadaan aman, kemudian kamu dan mereka akan memerangi suatu musuh. Dan kamu akan mendapatkan kemenangan serta harta rampasan perang dengan selamat. ….” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)
Hadits di atas adalah salah satu tanda-tanda akhir zaman, yang memberikan petunjuk bagi kita bahwa umat islam yang berjalan di atas jalan yang benar di akhir zaman nantinya adalah mereka yang bersekutu dengan Romawi. Dajjal dan pasukannya tentu mengetahui keberadaan hadits ini, sehingga dapat dipastikan mereka melakukan segala cara untuk mengaburkan siapakah Romawi yang dimaksud oleh Rasullullah SAW tersebut. Dan mereka berhasil!! Sebagian besar umat Islam percaya bahwa yang dimaksud dengan Romawi adalah Amerika Serikat, (ada juga yang percaya Romawi adalah Inggris atau Perancis).
Mengetahui siapakah Romawi yang dimaksud oleh Rasulullah sangatlah penting bagi kita yang hidup diakhir zaman untuk bisa selamat dari tipu daya Dajjal. Untuk bisa menentukan kemana keberpihakan kita dalam menyikapi konflik-konflik akhir zaman. Dan untuk mengetahuinya kita harus kembali membuka buku sejarah. Bukan hanya menelan klaim yang menyatakan AS adalah The New Roman.
Agar tidak bertele-tele saya akan coba uraikan sejarah Romawi secara singkat.
* Tahun 285 M, Kaisar Diocletian membagi administrasi pemerintahan Romawi menjadi dua. Romawi Barat dengan ibukotanya Roma, dan Romawi Timur dengan ibukotanya Nicomedia.
* Tahun 324 M, Kaisar Constantin memindahkan ibukota Romawi Timur ke Byzantium yang kemudian dikenal dengan Konstantinopel.
* Tahun 408-476 M Romawi Barat mulai mengalami kemunduran dan runtuh pada tanggal 4 September 476 dengan jatuhnya kota Roma ke tangan Odoacer (barbarian dari bangsa Jerman Timur, Heruli). Odoacer mendirikan Kerajaan Italy dan dianggap sebagai The First Barbarian King of Italy. Praktis kota Roma sudah tidak lagi memiliki peranan yang penting di dunia internasional pada masa itu. Romawi Barat pun dianggap sudah tamat sejarahnya sejak tahun 476 M. Sementara Romawi Timur terus bertahan selama 1000 tahun kemudian hingga ditaklukkan oleh Turki Utsmani pada 29 Mei 1453 M
Dengan demikian, yang berhak dipandang sebagai bangsa Romawi sejak Tahun 476 M adalah Romawi Barat atau Byzantine Empire. Sehingga untuk mengetahui siapakah yang berhak dipandang sebagai bangsa Romawi (atau penerus Romawi) sekarang, maka kita harus melihat apa yang terjadi pasca penaklukkan Konstantinopel oleh Turki Utsmani.
Pasca jatuhnya ibukota Romawi Timur:
* Keponakan Constantine XI (kaisar terakhir Byzantine) melarikan diri ke Roma (Itali) dan mengklaim dirinya sebagai penerus kerajaan Romawi. Tapi klaim tersebut tidak memiliki pengaruh apa-apa karena dia tidak memiliki wilayah kerajaan.
* Sultan Muhammad Al-Fatih mengklaim dirinya sebagai Kaisar Romawi (Kayser-i Rum). Klaim ini terus berlangsung sampai runtuhnya Turki Utsmani.
* Klaim Sultan Muhammad ditentang oleh Russia yang merasa dirinya lebih berhak menyandang gelar penerus Kerajaan Romawi, yang salah satunya karena kesamaan agama antara Bizantium dengan Russia, yakni Kristen Ortodoks (yang berbeda dengan kristen Katolik yang dikepalai oleh Paus di Vatican).
* Danubian Pricipalities yang memisahkan diri dari Byzantium pada saat terjadi Perang Salib juga mengklaim pemerintahan mereka sebagai penerus Kerajaan Romawi. Selain itu mereka juga menjadi tempat pelarian bagi sebagian besar umat kristen Ortodoks dan bangsawan Byzantium.
* Setelah kematian pemimpin Danubian, peran sebagai pelindung Kristen Orthodoks diambil oleh Ivan III, Grand Duke of Moscow. Cucunya, Ivan IV kemudian menjadi Tsar pertama Russia. Oleh karenanya, Moscow atau Russia dipandang sebagai yang paling berhak mengklaim dirinya sebagai penerus Kerajaan Romawi, sampai dengan revolusi bolshevik yang menghapuskan sistem kerajaan Russia.
Meskipun dari fakta sejarah di atas terlihat bahwa Russia adalah pihak yang paling tepat untuk menyandang gelar penerus Kerajaan Romawi, namun faktanya juga menunjukkan revolusi bolshevik telah menghapuskan kerajaan Romawi untuk selamanya. Sedangkan Rasulullah mengatakan kita akan bersekutu dengan Romawi di akhir zaman?
Jawabnya adalah, kita juga harus memaknai Ruum dalam hadits Rasulullah tersebut bukan hanya sebagai suatu bangsa atau kerajaan. Tapi juga sebagai suatu agama, yakni Kristen Orthodoks. Byzantium merupakan pusat agama Kristen Orthodoks. Pasca jatuhnya Konstantinopel, pusat agama Orthodoks berpindah ke Russia dan terus bertahan hingga sekarang. Dengan demikian Russia adalah Ruum yang dimaksud dalam hadits Rasulullah.
Kita juga perlu ingat bahwa Kerjaan Byzantium dengan agama Kristen Orthodoks nya sudah ada 300 tahun sebelum Rasulullah diutus. Sementara kerajaan Romawi Barat dengan ibukota Roma sudah tamat 100 tahun sebelum Rasulullah diutus. Jadi ketika Rasulullah berbicara tentang Ruum, maka yang beliau maksud adalah Byzantium.
Dan sejarah Byzantium tidak ada hubungannya dengan negara-negara Kristen di Eropa Barat yang merupakan cikal bakal Amerika Serikat. Jadi bagaimana bisa menyimpulkan bahwa Ruum yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah negara-negara Eropa Barat, lebih khusus lagi Amerika Serikat? Sejarah politik dan keagamaan mereka berbeda dengan Byzantium.
------
Oleh : Satria Mahendra 

Selasa, 24 November 2015

Ikut sibuk menyebar kebencian melalui slogan "Syiah bukan ISLAM", tdk akan membuatmu menjadi lebih mengenal Islam... tidak akan membuatmu jadi lebih saleh... tidak akan menjadikanmu pembawa rahmat bagi banyak orang...


Yang akan membuatmu lebih mengenal Islam adalah ajakan, "Yuk mari lebih mengenal Islam, dari para pakarnya, dari yang lebih jelas kredibilitasnya, dari yang lebih bersih aqidahnya, dari yg lebih pasti ketinggian ilmunya, dari yang lebih santun akhlaknya, dari yg lebih banyak kontribusi pemikiranya bagi kebaikan agama dan bangsa, dari yg lebih terjaga perutnya dari makanan haram, dari yg lebih hati-hati menjatuhkan vonis dan menilai orang lain..."

Islam tumbuh dan besar dari mereka yang getol mengupayakan perdamaian dan persatuan, runtuh dan rusak oleh mereka yang sibuk memaksakan pendapat, gemar mencela dan saling mengkafirkan...

Jika kamu tidak bisa menyayangi manusia karna perbedaan aqidahnya dan pandangannya denganmu, maka sayangilah dia karna dia sama sama makhluk Allah.

Islam itu rahmatan lil 'aalamin
Bkn cuma rahmatan lil muslimin
Bukan cuma rahmatan lil mukminin.

Terbaru

Seri Kekejaman ISIS

Video




VIDEO Terbaru

Random Post

↑ pks