Tampilkan postingan dengan label Denny Siregar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Denny Siregar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Oktober 2016

Buletin Provokatif yang Banyak beredar di media sosial

KITA SEMUA BERSAUDARA....

Saya dulu sering membahas pola yang sama bagaimana Indonesia ini bisa menjadi the new Suriah...

Pertama, bangkitkan superioritas salah satu agama di wilayah itu. Agama dibandingkan secara statistik, dengan angka, bukan dari nilai2 luhurnya.

Dengan konsep mayoritas dan minoritas, maka diharapkan ada efek yang berkelanjutan.

Mayoritas - diwakili oleh Islam - diangkat kebanggaannya sehingga mereka merasa berhak atas wilayah. Sedangkan minoritas - diwakili Kristen -dimunculkan kecemburuannya, sehingga mereka akan bangkit melawan.

Kristen yang mayoritas di satu wilayah akan membalas dendam kepada Islam yang minoritas di satu wilayah.

Bisa jadi ada aksi susulan di satu wilayah dimana Kristen yang mayoritas, akan disusupi orang2 bayaran yang menekan si Islam yang minoritas.

Dan ketika itu terjadi, maka Islam yang merasa mayoritas secara keseluruhan akan membalas dendam karena kembali "kebanggaannya" sebagai mayoritas terhina.

Terus begitu, sehingga perlahan2 kebencian pun akan tumbuh, di tambah provokasi2 melalui media2 seperti ini. Dan perang Ambon juga Poso di masa lalu, akan kembali digulirkan.

Pecahlah negara kita dengan perang saudara...

Tentu kita tidak mau seperti itu, kan ?

Karena itu saudara2ku yang Kristen, bersabarlah dan rapatkan barisan sehingga tidak ada provokator yang menyusup di internal kalian. Biarkan aparat yang akan menyelidiki media provokator seperti ini yang mengatas-namakan Islam tapi sesungguhnya bukan.

Dan percayalah, mayoritas muslim di negara tercinta kita ini tetaplah Nahdlatul Ulama. Mereka diam bukan berarti tidak waspada, tetapi terus mengamati situasinya..

Indonesia kita jaga dengan terus berpegang tangan dan meyakini bahwa kita adalah saudara dan saling melindungi..

Kalian sakit, kami juga merasakannya.

Semoga secangkir kopi bisa menjaga kewarasan kita bersama.. Seruput, brothers ?

Penulis: Denny Siregar
Editor: Van Harry

Sabtu, 20 Agustus 2016


Oleh: Denny Siregar

Beredar viral foto seorang anak kecil dengan tubuh berdarah akibat rumahnya hancur dibom dan duduk diam di kursi oranye.

Foto itu diklaim sebagai korban pengeboman pasukan Bashar Assad Suriah. Dengan mudahnya gambar dan video itu beredar dimana2 dengan tujuan akhir mengutuk kekejaman Bashar Assad. 

Perang propaganda untuk membentuk stigma kekejaman Bashar semakin kencang. Salah satunya dilakukan oleh organisasi hak asasi manusia yang diberi nama White Helmets atau Helm Putih.

White Helmets ini selalu ada saat kejadian sebagai yang paling cepat. Bahkan ketika terjadi pemenggalan oleh ISIS kepada warga Suriah setempat, mereka sudah ada disana dan bertindak sebagai tim rescue dengan membungkus jasad. 

Mereka tampak sebagai pahlawan hak asasi manusia. Tapi sebenarnya mereka adalah teroris berbaju LSM. Tugas mereka adalah melakukan propaganda untuk membangun stigma, menanamkan kebencian setahap demi setahap dan akhirnya akan menghembuskan isu sektarian.

WH didirikan pada Maret 2013 di Turki dan dipimpin oleh James Le Mesurier, mantan agen intel Inggris dengan rekam jejak di berbagai kawasan konflik (Bosnia, Kosovo, Irak, Lebanon, Palestina). Dana awal pendirian WH adalah 300 ribu dollar dan selanjutnya menerima donasi jutaan dollar (suplai logistik disediakan oleh Turki).

Telegraph menyebut Inggris telah menggelontorkan 3,5 juta pound. USAID memberi 16 juta dollar. Mesurier juga pernah menjadi staf di perusahaan keamanan swasta ( preman ) yg beroperasi di Irak, Olive and Good Harbour, yang terlink dengan BlackWater.


Model propaganda seperti ini, LSM berbaju HAM dengan rasa teroris, ciri khas perang media untuk membunuh karakter lawan yang ingin mereka kuasai. Mereka sudah menghajar Libya, menguasai Irak dan sekarang bermain di Suriah.

Perhatikan saja cara media internasional seperti BBC, CNN dan lainnya seirama dengan model pemberitaan media radikalis dalam menentukan siapa musuh. Jaringan mereka kuat, berdana besar dan terprogram. Bahkan rencananya, White Helmets akan diberikan hadiah Nobel Perdamaian untuk menguatkan posisi mereka di mata dunia internasional.

Kenapa saya harus mengangkat ini ? Karena beginilah yang sedang dan akan mereka lakukan di Indonesia.

Ingat kasus Freddy Budiman yang tiba2 menjadi malaikat, Santoso yang mendadak menjadi pahlawan dan pembakaran Vihara di Tanjung Balai ?

Model pemberitaan propaganda yang ujung2nya mengangkat isu sektarian dan menjatuhkan kewibawaan aparat juga pemerintah ini adalah pola yang mudah dikenal sebagai lapisan awal untuk membentuk benturan. Diangkat dulu kebanggaan agama sebagai mayoritas, dimunculkanlah tokoh sebagai pahlawan dan berujung pada benturan2 konflik sesuai peta di masing2 wilayah.

Ketika itu terjadi, akan datang LSM2 yang mengatas-namakan HAM dengan tujuan meningkatkan kebencian kepada pemerintah melalui propaganda mereka di media, baik mainstream maupun sosial. 

Jadi, kenali pola mereka, modus mereka dan jangan terpancing oleh aksi mereka dalam menguras emosi melalui media. Hilangkan sekat2 dan kebanggaan suku, ras juga agama sehingga tidak mudah mereka membenturkan kita. Dan terakhir, lawan propaganda mereka dengan propaganda juga. 

Secangkir kopi untuk semua pahlawan media yang terus membongkar aksi busuk mereka dengan keberanian dan keuletan tanpa mengenal lelah.

Disinilah jihad kita... 

Tambahan Redaksi: 
Untuk melihat bagaimana White Helmet Berganti Baju dari TERORIS ke Organisasi HAM dan Kemanusiaan silahkan lihat VIDEO berikut ini.. 



Senin, 08 Agustus 2016


Oleh: Denny Siregar

Melihat foto Freddy Budiman, Gembong narkoba yang sudah diputus akan di hukum mati setelah PK-nya ditolak, ada yang menggelitik di hati saya dan mengundang senyum sejak dulu.

Entah darimana dongeng bahwa jidat hitam itu pertanda sujud shalatnya kusyu' dan diasosiasi-kan bahwa dia sudah Islami. Mungkin dongeng yang setua usianya dengan hadis palsu bahwa bercinta di malam Jumat sama saja dengan membunuh 10 ribu Yahudi.

Lucunya, banyak banget yg mengaku beragama Islam percaya. Mereka hanya berpatokan pada "katanya". Ironis juga, sibuk berteriak supaya berpatokan pada Quran dan Hadis, tapi ternyata "katanya" juga jadi patokan.

Jika mau sedikit saja berusaha mencari referensi dengan benar, maka bisa didapat riwayat2 yang berkata, bahwa tanda hitam di dahi itu adalah riya' atau suka pamer ibadah.

Bahkan dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Ibnu Umar marah ketika ada seorang yang mengaku anak asuhnya datang dan di dahinya ada tanda hitam. " Bekas apa yang ada di antara kedua matamu? Sungguh aku telah lama bersahabat dengan Rasulullah, Abu Bakr, Umar dan Utsman. Apakah kau lihat ada bekas tersebut pada dahiku?”

Seorang teman pernah menyodorkan ayat Alquran kepadaku, "Lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud” (QS. Al-Fath:29).

Dan aku tertawa dengan penafsirannya tentang itu. Seandainya mereka mau membaca tafsir Ibn Tabhari bahwa yang dimaksud dgn tanda2 itu adalah "perilaku baik" yang terpancar pada wajah dan tindakan.

Nabi Muhammad Saw saja, dalam satu riwayat terlihat marah melihat kenyataan itu. “Sesungguhnya aku sangat marah dan sangat tidak menyukai jika aku melihat seorang lelaki yang diantara kedua matanya ada tanda bekas sujudnya.”

Jadi temanku yang jidatnya menghitam sampe balak enam, jadikanlah Islam bukan sebagai aksesoris dengan jidat hitam, celana cingkrang, baju gamis karena sesungguhnya iblis pun mampu melakukan itu. Islam itu berarti ketaatan pada Tuhan dan menjadikan Nabi Muhammad Saw sebagai tuntunan, bukan jubah kebesaran.

Dan tahukah anda bahwa "pria berjidat hitam" pertama kali terlihat pada masa Nabi Muhammad Saw

"Akan kuceritakan kepada kalian suatu hadits yang didengar sendiri oleh kedua telingaku dan dilihat oleh kedua mataku.
Sejumlah uang dinar diserahkan kepada Rasulullah lalu beliau membaginya. Ada seorang yang plontos kepalanya dan ada "hitam-hitam bekas sujud di antara kedua matanya". Dia mengenakan dua lembar kain berwarna putih.
Dia mendatangi Nabi dari arah sebelah kanan dengan harapan agar Nabi memberikan dinar kepadanya namun beliau tidak memberinya. Dia lantas berkata, “Hai Muhammad hari ini engkau tidak membagi dengan adil”.

Mendengar ucapannya, Nabi marah besar. Beliau bersabda, “Demi Allah, setelah aku meninggal dunia kalian tidak akan menemukan orang yang lebih adil dibandingkan diriku.."

Lalu Nabi Muhammad Saw pun bersabda,
“Akan keluar dari arah timur orang-orang yang seperti itu penampilan mereka. Dia adalah bagian dari mereka, membaca al Qur’an namun al Qur’an tidaklah melewati tenggorokan mereka. Mereka melesat dari agama sebagaimana anak panah melesat dari binatang sasarannya setelah menembusnya kemudian mereka tidak akan kembali kepada agama. Ciri khas mereka adalah plontos kepala. Mereka akan selalu muncul” ( HR Ahmad bin Hanbal )

Masak sih kalian termasuk orang yang dikatakan Nabi ? Pasti tidak mau, kan ?

Nah sini seruput kopi dulu biar gak deg2an.. Gak perlu pake digeser di karpet, dijedotin tembok, di tatah sampe jidatnya gosong menghitam. Islam hanya menuntut hatimu yang bersih dan toleran.

"Janganlah engkau mencaci iblis di depan orang banyak tetapi berkawan dengannya di keheningan.. " Imam Ali as.

Jumat, 08 Juli 2016



MIMPI SIANG BOLONG HTI

Oleh : Denny Siregar 

Beginilah model cekokan yang berbuah mimpi indah di siang bolong para pengikut HTI...
Segalanya menjadi mudah asal khilafah.. Bahkan macet pun selesai jika ada khilafah. Mungkin satu waktu kalau anda bersin2, kena campak sampai ambeien akan selesai masalahnya hanya dengan satu konsep.. KHILAFAH.

Meski mereka sendiri gak paham bagaimana sih konsep khilafah yg sebenarnya itu ?
Dalam teorinya, konsep khilafah hanyalah "rindu masa lalu" mereka yang meng-klaim paling Islam dari yang lainnya. 

Prakteknya sendiri mengacu hanya pada "kepingan sejarah masa lalu", yang tercecer, disatukan secara paksa dan di indah2kan bahasanya. Mereka tidak pernah membuka sejarah betapa berdarahnya perjalanan khilafah yang berubah menjadi dinasti itu.

Perebutan kekuasaan, korupsi besar2an, nepotisme, penjarahan baitul mal, pemenggalan dimana2 tanpa pengadilan yang benar dan banyak lagi.

Anda mau tahu praktek sebenarnya dari konsep khilafah yang diyakini mereka dan di agung2kan ? Lihatlah Suriah ketika dikuasai ISIS.. Begitulah kenyataannya. Mengerikan..... Kepala berjejer dimana2. Di pagar2, di tiang2, di jalan2...

Cukup tanya saja pada HTI.. Negara mana sekarang ini yang menjadi acuan untuk penerapan khilafah ? Hampir semua negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam menerapkan sistem kerajaan atau monarki. Selebihnya sekular dan republik. Maukah mereka menerapkan konsep khilafah di negara mereka sendiri ? Jelas gak mauuu... Karena taruhannya begitu besar.

Trus, Indonesia mau dijadikan negara trial and error ???
Trus siapa khalifahnya, wahai HTI ? Harry Mukti ??

Anda saja berbeda paham dalam menunjuk siapa yang akan menjadi khalifah. Al qaeda punya konsep khilafah sendiri. Datang ISIS, mereka di penggal di suruh berbaiat kepada khalifah yang di ciptakan ISIS, yaitu al baghdadi.

Jadi kalau HTI mau bikin khilafah dgn gayanya sendiri, apa ga buat ngamuk Al qaeda dan ISIS yang sudah punya konsep dan khalifah masing2 ? Mau mengundang kisruh Timur Tengah ke negara tercinta ini ?

Seruput kopi dulu deh.. biar tahu bahwa secangkir kopi yang anda nikmati sekarang ini adalah hasil pemikiran panjang para ulama2 Islam yang mencabut piagam Jakarta tahun 1945, yang menetapkan Negara berdasarkan Syariat Islam....

Coba kalo ga dicabut.. Kita bisa seperti Suriah, Irak dan Afghanistan sekarang ini.. Dulu waktu kemerdekaan, petinggi HTI pasti masih pada korengan dan mandi di kali..

Jumat, 03 Juni 2016


Oleh: Denny Siregar 

Kalau mendengar pak Kivlan Zein ini, saya jadi ingat cerita lama....
Waktu kerusuhan Ambon, Gus Dur mendadak bersuara bahwa biang kerusuhan Ambon itu adalah Mayjen K. Sontak media mencari2 siapa sih Mayjen K itu. Dan tudingan media jatuh ke Mayjen Kivlan Zein.

Panas dengan tudingan Gus Dur, pak Kivlan langsung menyanggongnya dengan membawa banyak awak media. Maksudnya, mungkin ingin mempermalukan Gus Dur. Tapi apa yang terjadi, ketika berhadapan dengan Gus Dur beliau malah ketawa2. "Yang kumaksud Mayjen K itu adalah Mayjen Kunyuk..." Gerr lah semua awak media dan mati kutu lah sang Mayjen.

Perangkap kena. Gus Dur membakar rumput supaya ularnya keluar.

Eh, ndilalah... Pihak istana memainkan "perang yang sama"...
Pernah saya cerita, bahwa isu PKI itu sebenarnya yang memainkan adalah pemerintah. Kenapa pemerintah memainkan isu itu ? Karena pihak ormas radikal ingin memainkan propaganda bahwa pemerintah selalu menyerang "umat Islam" ketika mereka digebuk.
Nah, pemerintah tidak ingin masuk perangkap mereka. Maka dibangunlah isu PKI supaya pemerintah terlihat seimbang menggebuknya. Akhirnya teredamlah keinginan propaganda bahwa pemerintah sekarang ini "anti Islam". Wong, PKI juga digebuk kok. Ketika isu PKI terbangun, maka pemerintah mengeluarkan statemen bahwa siapapun yg anti NKRI akan digebuk sampe merah pantatnya...

Tugas berjalan dengan baik, sampai ternyata ada bonus-nya.
Bonusnya adalah para pencari panggung yang ingin terlihat sebagai pahlawan tapi sebenarnya punya kepentingam yang berbeda.
Muncullah kembali si "pahlawan dari gua hantu" yang sudah lama terlupakan. Pak Kivlan yang sudah pensiun itu, ingin mencari panggung untuk dirinya sendiri dan kelompok KMP yang sekarang tinggal seorang dan sudah sakit2an.

Lucu juga melihat beliau termakan permainan itu yang disusun oleh para Jenderal di belakang Jokowi yg memang handal dalam pertarungan strategis. Sebut saja Luhut Panjaitan, Wiranto dan pemain lama yang juga Guru Besar Intelijen Indonesia, Hendropriyono.
Mereka pasti ketawa2 melihat bonus yang sekarang jadi tontonan masyarakat banyak. Ketika Pak Kivlan tereak2 bahwa PKI bangkit kembali, maksudnya untuk menunjukkan bahwa beliau nasionalis sejati, tapi malah jadi bahan bully-an. Mati ketawa ala pak Kivlan.

Tudingan pak Kivlan kemana2 sampe ke Budiman Sujatmiko yang katanya pernah sekolah di Rusia yg komunis. Padahal yang pernah kuliah disana sebenarnya Fadly Zon. Ketawa lagi lah publik sekeras2nya.
Pak Kivlan masuk perangkap lagi.....

Ah, jadi kangen ma Gus Dur yang pasti sedang terkekeh2 di alamnya. Paling beliau geleng2 kepala, " Keprosok kok ya dua kali.... Kapan pinternyaahhhhh... "

Sedang hujan dan rasanya asyik kalau secangkir kopi menjadi teman. Seruputttttt.....

Rabu, 09 Maret 2016



HAJAR MEREKA, BUNG AHOK....

Oleh : Denny Siregar 

Selamat siang, bung Ahok..
Saya panggil bung saja ya, boleh ? Kata2 bung mengingatkan saya terhadap panggilan pada masa pra kemerdekaan, dimana masih banyak orang ber-integritas yang mempunyai tujuan sama, yaitu melawan penjajahan.

Apa yang bung lakukan dengan menetapkan diri berada di jalur independen, patut saya angkatkan secangkir kopi. Tidak mudah berada pada situasi bung, apalagi di masa ketika banyak orang mengemis kepada partai2 untuk dijadikan calon mereka. Dan kita semua tahu, disana ada negosiasi siapa dapat apa dan dimana posisi mereka. Partai adalah mesin politik, mereka butuh uang sebagai pelumasnya.

Tapi bung tidak. Bung menempatkan diri sejajar dengan mereka. Gua butuh elu, lu juga butuh gua. Tapi jangan minta2 apa2, ini amanah, bukan peti harta.

Berapa banyak orang seperti bung di Indonesia ? Hampir tidak ada. Bung memporak-porandakan semua tradisi maling yang selama ini terjaga. Kericuhan yg bung ciptakan adalah bukti bahwa disanalah sarang mereka. Bung dikeroyok, dihantam dan bertarung sendirian. Mereka meraung, bung memaki. Mereka menghujat, bung mendamprat. Serigala lawannya harimau bukan kambing.

Pertanyaannya sekarang, seberapa kuat bung bertahan ?

Ijinkan saya sedikit bercerita tentang sejarah Islam kepada bung. Ada sahabat Nabi Muhammad Saw yang bernama Abu Dzar al Ghiffari. Ia dulu seorang perampok sebelum bertobat. Ia berperang dengan gagah berani, hingga ketika Nabi wafat, ia sangat kehilangan panutan.

Masa sesudah Nabi adalah masa kekacauan. Korupsi, nepotisme menjadi kebiasaan. Abu Dzar muak, tetapi ia teringat nasehat Nabi, "berperanglah dengan lisan, sarungkan pedang.." Dan begitulah yang terjadi. Ia datangi pusat pemerintahan, ia memaki. Ia dibuang ke daerah, disana ia kembali mendatangi pemerintahan dan memaki. Gerah dengan perilaku Abu Dzar, mereka sepakat mengasingkannya. Ia dibuang tanpa makanan. Ia, sahabat Nabi yang selalu berperang di sisinya, meninggal karena kelaparan. Nabi sudah meramalkan, "Abu Dzar berjalan sendirian, meninggal sendirian dan dibangkitkan sendirian.."

Dan dengarlah ucapan Abu Dzar bung, pada akhir nafasnya, "Kebenaran tidak meninggalkan pembela bagiku..."

Begitulah, bung pun berjalan sendirian. Memang itu sudah takdir mereka yang berada di jalan yang benar. Itu sudah suratan. Sudah saatnya kebenaran berada pada posisi berbeda, ia tidak membutuhkan dukungan partai, karena selalu ada yang namanya sahabat, teman dan relawan.

Tidak ada kata kalah dalam perjuangan, bung. Kedudukan hanyalah alat, tidak pantas diperebutkan. Kemenangan ada di proses dan bung sudah menunjukkan dan mengajari kami tentang itu. Bung merobek semua sekat ras, agama dan budaya. Buat bung ini tentang kebenaran dan kesalahan, bukan tentang siapa berkulit apa.

Yakinlah bung, ada ribuan generasi muda yang sedang tumbuh mengamati apa yang bung lakukan. Sama seperti bung yang dulu belajar dari kearifan Gus Dur dan keteguhan Baharudin Lopa. Apakah mereka kalah, bung ? Tidak. Itulah kemenangan yang sebenarnya. Ketika apa yang mereka lakukan menjadi inspirasi, motor penggerak. Kekalahan itu adalah ketika seorang berada pada kekuasaan dan sekejap ia menjadi hewan beringas.

Tidak perlu statistik dalam berjuang. Biarlah mereka meng-kalkulasi kursi, bukan itu tujuannya. Tujuan bung adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya. Itulah yang dinamakan keadilan. Keadilan bukan semua mendapat porsi yang sama. Berjuanglah bung dan biarkan Tuhan yang mengerjakan sisanya.

Saya di belakang bung... Saya berperang pada sisi yang saya bisa. Saya harus berpihak, karena netral hanyalah bentuk keraguan.
Bung Ahok, anda adalah salah satu guru yang mengajari saya bagaimana menjadi manusia. Semoga ketika semua selesai, ketika bung sudah tua dan lelah, sudilah kiranya duduk dan minum kopi bersama. Terkadang, pahitnya kopi jauh lebih jujur dari seorang manusia.

Sruput kopinya dulu, bung... Salam hormat dari saya dan ribuan warga Jakarta yang berterima-kasih kepada anda dan menitipkan satu pesan saja, "Tolong hajar mereka... " 

Selasa, 09 Februari 2016



PAKDE JOKOWI, TOLONG ANAK2 KAMI....

Oleh : Denny Siregar

Era Soeharto meski meninggalkan jejak berdarah, juga meninggalkan jejak yang baik.

Begitu kuatnya nasionalisme ditanamkan sejak dini. Upacara bendera di sekolah2, lagu2 kebangsaan, pemasangan bendera saat hari perjuangan benar2 dipaksakan. Tidak ada yang berani melanggar, karena akan dituding PKI dan kata PKI adalah momok yang menakutkan.

Lepas era Soeharto, perlahan2 terkikis juga nasionalisme. Semua bicara reformasi tanpa perduli bahwa reformasi harus ada dasar, tanpa itu reformasi seperti terop kawin yang terbang kena badai.
Saat itu pelan2 masuklah kembali paham Negara Islam, paham lama yang dimodifikasi dan diusung pihak yang beragam. Hormat bendera menjadi haram, pancasila di musrik-kan dan tumbuhlah organisasi2 radikal yang ke-arab2an meng-klaim bahwa Islam harus seperti mereka.

Lihatlah buku2 pelajaran. Islam digambarkan berjenggot dan celana cingkrang, seolah2 begitulah seharusnya seorang muslim. Sibuk di aksesoris dan ritual dengan meninggalkan konsep "paham". Pengajian2 dibangun dimana2 untuk merekrut kader2, bukan lagi sebagai tempat pengisian jiwa. Masjid2 dibangun sebagai tempat berkumpul ideologi bukan lagi sebagai "rumah" Tuhan.
Belasan tahun mereka membangun itu sejak jatuhnya rezim Soeharto dan hasilnya mulai terlihat sekarang.

Seorang bupati dikejar2 ormas tanpa perlindungan aparat. Seorang walikota melindungi ormas yang menentang Pancasila bahkan meresmikan kantornya . Seorang Gubernur duduk bersila dibawah kaki negara Saudi, mengemis minta dana dengan mem-fitnah. Seorang Gubernur bagus diserang karena "kafir" dan tidak boleh memimpin "muslim".

Nasionalisme yang dibangun kuat oleh Soeharto luntur, seperti bedak terkena hujan. Kikisan2nya menggoyahkan pondasi kenegaraan. Mereka sudah sangat terbuka, terang2an menuding dasar negara dan menuntut di bentuknya negara khilafah,

Sudah saatnya Pakde melibatkan penuh NU dan Muhammadiyah dalam meramu konsep pelajaran Islam di sekolah2. Sertifikasi guru2 agama di sekolah, juga ustad2 dan pelaksanaannya di berikan kepada 2 organisasi itu, bukan MUI, sehingga mereka punya koridor nusantara dalam mengajar, bukan koridor timur tengah.

Galakkan kembali hormat bendera dan gaung Pancasila. Jika perlu, paksa sebagai sebuah kewajiban. Sekolah negeri yang tidak melaksankan, beri sanksi. Pakde sudah bagus menyuruh media TV memutar lagu2 nasional, tetapi itu jangan dijadikan konsep "jika media TV berkenan", tetapi harus jadi kewajiban, seperti hal-nya masa Soeharto dulu mewajibkan setiap jam ada berita nasional di semua radio2. Ancam cabut ijinnya jika menentang.

Pakde, nasionalisme kita sedang dirongrong, banyak pejabat yang main serong, jangan pakai tendangan memutar lagi untuk ini tapi sudah harus gunakan kungfu peremuk tulang.
Nasionalisme harus dipaksakan sejak kecil, supaya besar nanti anak2 kami tidak mudah dikadalin radikalis berdagu sarang lebah dan bersorban. Pakde, nasionalisme anak2 kami terancam.

Pakde, tolong kami.... Masak harus Batman yang turun tangan ? Batman hanya bisa bergerak di kegelapan, dan itupun kudu ada kopi dan tahu isi sebagai suguhan.

Nb :
Kucing kurus mandi di papan. Pakde kurus tapi orangnya tampan. *
*agak menjilat supaya nanti diundang makan2*

Rabu, 03 Februari 2016


Jilbab Halal

KETIKA HALAL JADI DAGANGAN

Oleh :Denny Siregar

Seorang teman bertanya pandanganku tentang hijab bersertifikasi halal.

Saya bilang, sah-sah saja. Itu strategi branding yang smart, memanfaatkan peluang dengan menimbulkan kontroversi di masyarakat.

Produsennya pintar. Ia mampu masuk di tengah kompetisi ketat dengan membawa nama MUI. Ia paham bahwa langkahnya kontroversial, tapi memang itu yang diharapkan. Dengan begitu nama produknya akan dibicarakan dimana2.

Ditambah lagi ia menggunakan artis sebagai penguat brand-nya. Di Indonesia ini harus ada artis-nya kalo pengen barangnya laku, karena banyak dari kita yang ingin menjadi "mirip" orang terkenal. Kalo bukan mukanya, ya minimal apa yang di pakainya lah.
Pertanyaannya, apakah kemudian hijab yang tidak ber-sertifikasi halal kemudian menjadi haram ?
Jangan mau terpancing oleh permainan strategi marketing mereka, baik produsen maupun MUI. Buat mereka semua itu hanya "dagangan", tidak lebih dan tidak kurang. Ya kita anggap aja itu "dagangan".

Kalau pengen ikut kontroversial juga, coba aja buka sertifikasi "haram", atau "separo halal", atau "semoga tidak haram" untuk beberapa produk. Target pasarnya adalah non muslim. Meski pangsa pasarnya kecil, tetapi brand itu akan melekat.

Buat aja organisasi MUMI, atau Majelis Bukan Muslim Indonesia sebagai parodi tandingan. Pasti kontroversial. Kan itu yang dicari ?

Pada dasarnya, dalam iklim persaingan usaha apapun yang dilakukan sah-sah saja. Tapi jangan ditanya dalam wilayah agama, karena sekarang ini agama hanya dijadikan dagangan saja. Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, dan itu pangsa pasar yang besar.




MUI bentar lagi juga akan kebanjiran order sertifikat. Ada helm halal. Ada Kondom halal. Malah mungkin motor metik juga lampu sein-nya dikasih sertifikat, kiri halal dan kanan haram. Biar ibu2 belok kiri terus, kalo nabrak gapapa toh nabrak yang halal.
Saran buat MUI, kalau pengen kaya lagi, coba masuk ke industri rokok. Puluhan juta batang per hari. Bayangkan kalau semua di sertifikasi halal, bisa bulak balik jalan keluar negeri.

Kembali ke masalah aksesoris, mau hijabnya halal, bajunya halal, lipstiknya halal, maupun cd g-string-nya halal, kalau kelakuannya haram, seperti korupsi, ya haram ajah. Tapi memang paling mudah membungkus sesuatu dengan agama, semua jadi terasa benar.

"Bu, minta kopi hitam.."
"Yang halal atau yang haram, mas ?"
"Lho, sekarang sudah ada sertifikatnya toh ?"
"Iya mas, yang halal pake tutup, yang haram gak pake tutup gelas. Saya kan juga MUI, Mau Untung Iihhhh...."
"Duh, Ibu genit." *colek pake linggis*

Tag: #MUI, #Dagangan Halal, #Kondom Halal 

Kamis, 28 Januari 2016



AGAMA HOMOSEKSUAL [LGBT-red] 

Oleh: Denny Siregar 

Coba kita duduk sejenak dan berfikir dengan jernih.

Anggaplah saya ini media. Setiap waktu selama berpuluh-tahun, saya mengatakan bahwa buah APEL itu adalah JERUK. Saya mengundang para pakar yang saya bayar yang akan menerbitkan jurnal ilmiah dari segala sisi bahwa apel itu adalah jeruk.

Apa yang akan terjadi ? 

Secara otomatis anda akan mempercayai bahwa apel itu adalah jeruk. Apalagi ada dasar2 "ilmiah" berdasarkan "penelitian" para pakar, meski anda bahkan tidak pernah memegang jurnal ilmiah itu dan tidak mempunyai pengetahun itu, hanya berdasarkan informasi dari google. 

Begitulah cara propaganda yang merasuki akal dan mengubah pola pikir dan perilaku anda. Anda akan menjadi seperti yang mereka inginkan.

Dan perhatikan yang ini...

Ketika anda keluar dari negeri ini dan mengunjungi daerah lain, anda menemukan komunitas yang mengatakan bahwa apa yang anda yakini sebagai jeruk, sebenarnya adalah apel. Anda tetap ngotot itu jeruk, bertahan pada kesalahan pikir yang sudah terdoktrin bertahun-bertahun. 

Dahsyat bukan ?

Anda harus memahami ini dengan benar, supaya anda bisa mengetahui bagaimana cara mereka mengontrol kita.

Dan ketika akhirnya anda menganggap bahwa homoseksual itu benar, karena takdir, karena kromosom etc berdasarkan "jurnal ilmiah" yang bahkan anda bukan seorang ahlinya, hanya copas sana sini dengan bangga seakan2 anda sudah berilmu, berarti mereka sudah menang. Propaganda mereka berhasil. 

Ketika propaganda mereka berhasil, maka mereka berharap hasilnya adalah kerusakan moral, pembangkangan terhadap hukum Tuhan dan penyimpangan perilaku. Kekacauan tatanan yang sudah diatur oleh agama. 

Anda malah mendukung para homoseksual dan - secara tidak sadar - mendukung mereka dan membenarkan kesalahan2 berfikir mereka dengan meyakini bahwa itu takdir Tuhan. 

Begitulah kemenangan propaganda, dan kekalahan agama. 

Sama persis ketika seorang di doktrin bahwa radikalisme adalah bagian dari menjalankan firman Tuhan. Meski secara akal mereka yang sehat itu salah, mereka menganggap bahwa "menggorok leher orang kafir" adalah kebenaran. Sama berbahayanya.

Jadi ketika seseorang mencoba mencuci akal sehat saya bahwa homoseksual itu legal, maaf maaf saja... 

Saya hanya pakai hukum Tuhan sebagai pegangan di era pemerkosaan pikiran ini, bukan hukum para pakar yang pasti manusia dengan segala kebutuhan dasar dan kepentingan mereka. 

Tuhan mengajarkan kita minum secangkir kopi dengan benar, bukan sambil split kaki mengangkang ke atas.

Tag: #Homoseksual, #Radikalisme

Senin, 18 Januari 2016


*Osama dan Anis Matta 

Hello PKS Buka Dulu Topengmu

Oleh : Denny Siregar


Penolakan PKS terhadap usulan Perppu yang diwacanakan Menteri Hukum dan Ham untuk cegah virus ISIS di Indonesia sebenarnya bukan barang aneh.

Ingat Anis Matta, mantan Presiden PKS ini pernah mengatakan bahwa mereka yang memusuhi ISIS itu lebay, karena kekuatan ISIS hanya puluhan ribu sedangkan yang memeranginya 40 negara. Pria ber-rolex ini sendiri menganggap bahwa adanya ISIS adalah bagian dari proses hilangnya Irak dan Suriah menjadi negara baru.

Bisa ditangkap bahwa sebenarnya Anis Matta "mendukung" adanya ISIS yang mengobarkan berdirinya negara Islam dengan melenyapkan negara lain.
Kenapa PKS terlihat setuju ? Karena mereka sebenarnya mempunyai ideologi yang sama, yaitu tegaknya khilafah di bumi Indonesia.

PKS tidak bisa menghapus jejaknya bahwa mereka didirikan dengan dana mayoritas dari organisasi Ikhwanul Muslimin yang sedang diberantas di Mesir. Dan seperti hal-nya sebuah organisasi, mereka mempunyai ideologi yang tetap mereka nyalakan di hati mereka.

Indonesia adalah ladang yang subur bagi PKS untuk menyemai kembali ruh Ikhwanul Muslimin disini. Negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia sangat cocok untuk dijadikan negara khilafah.
Jadi, maaf saja PKS, kalau segala gerakmu yang sekarang terlihat cenderung moderat sejak kepemimpinan yang berganti, tidak bisa menutup mata bahwa "ada sesuatu" yang sedang dijalankan. Meski saya akhirnya dituduh ber-prasangka buruk, tapi fakta di lapangan memperkuat teorinya.

Kejadian bom Sarinah yang baru saja, membuka kembali tabir itu.

Serangan dunia maya mengecilkan peran aparat dengan segala teori2 konspirasi seakan2 ini adalah pengalihan isu. Tujuannya jelas, menjatuhkan wibawa aparat dan pemerintah, seolah2 mereka sebenarnya yang menjadi dalang semua itu.
Proses cuci otak ini tidak lepas dari peran cyber army-nya yang terkenal kuat itu. Kemampuan mereka membolak-balik fakta sudah teruji saat pilpres 2014 lalu dan mereka uji kembali sekarang ini.

Dengan adanya berita provokatif dan menjatuhkan wibawa pemerintah, diharapkan terus terpelihara kebencian yang semakin dalam. Bahkan beritanya sempat dikembangkan, bahwa ada Prabowo di balik bom Thamrin, untuk mengadu pendukung fanatik kedua kubu. Sulit melacak asal berita, tetapi polanya terlihat jelas.

Ocehan Fahri Hamzah yang terlihat seperti "menyepelekan" ISIS (Lihat Videonya disini) dengan menolak usulan Perppu, mirip dengan ucapan Anis Matta yang terlihat "mengkerdilkan" ISIS.
Tujuannya satu, supaya ISIS tidak terlihat menjadi masalah besar di mata pemerintah Indonesia. Dengan begitu pemerintah diharapkan tidak waspada dengan perkembangan ISIS di Indonesia.

Fahri Hamzah dan Anis Matta mungkin lupa, bahwa ISIS yang mereka selalu "kerdilkan" itu, telah membantai ribuan nyawa sejak kehadirannya. Dan tidak mewaspadainya, sama saja mengundang mereka dengan gelaran karpet merah dan mengulurkan kepala dengan sukarela untuk dipenggal. Ah entah, benarkah mereka lupa ?

Saya juga tidak tahu, kenapa mendengar nama PKS seperti menyeruput secangkir kopi tanpa gula ? Pahit di lidah dan membuat mata terjaga waspada.
Bukalah dulu topengmu, wahai PKS.. Biar kulihat jelas wajahmu.

*Keterangan: foto diambil dari website milik wahabi pendukung PKS yaitu Voa-islam.com saat Anis Matta memuji dengan Puisi gembong Teroris Osama bin Laden, bisa chek di sini


Tag: #Anis Matta, #Osama bin Laden, #PKS, #Gembong Teroris, #Website milik wahabi, #Fahri Hamzah, #ISIS, #Denny Siregar, #Penolakan PKS, #Cegah Virus ISIS, #Bom Thamrin#Ikhwanul Muslimin

Minggu, 17 Januari 2016



ISLAM CABE-CABEAN
Oleh: Denny Siregar 

Ada satu masa dimana Islam itu menjadi agama para kaum alay. Mereka adalah kaum wanna be...
Kalau alayers di dunia hiburan suka mengikuti apapun yang dipakai artis Negro atau Korea, alayers di Islam suka apapun yang berbau arab.

Kalau alayers dunia hiburan yang penting penampilan, otak belakangan... Kalau alayers di Islam yang penting penampilan, otaknya disimpan.

Kalau alayers di dunia hiburan suka dengan panggil "dude", "gals", "yo", kalau alayers di Islam senang memanggil dengan "akhy", "ukhti", "antum"..

Kalau alayers di dunia hiburan hapal syair penyanyi kesayangannya, alayers di Islam hapal kata2 ustadnya. Semua apa kata ustad. Sesuai peribahasa, guru cebok berdiri, murid cebok berlari.

Kalau alayers di dunia hiburan sok gaya nge-rap dengan menyapa "Wazzup, bro..", alayers di Islam sok ngarab kalo di sapa, "Jazakallah kheir.. ". Padahal hidungnya pesek, rambutnya pirang.

Kalau alayers di dunia hiburan selalu berasa gagah kalau ngomong dengan bahasa gaul "just sail away, yo..", alayers di Islam berasa gagah kalau udah koar "Syiah sesat", "ah ini liberal..".

Kalau alayers di dunia hiburan sukanya dengan gerombolan JKT48, alayers di Islam sukanya dengan rombongan pria berdaster.. Yang suka acung2kan telunjuk ke langit, mirip pawang hujan.

Itulah Islam cabe2an...

Mereka masih sangat muda, sangat berisik kalau ketemu sesama, suka pamer keimanan dan suka nantang2, selfie pake tutup kepala serbet makan kotak2 merah, sambil memegang AK-47 keponakannya yang dari plastik dan kalau di tarik picunya bunyi Rrrrrr... Rrrrrrr.... Trus ada lampunya kelap kelip warna merah di pucuknya.

Sungguh masa kecil yang kurang bahaya...

Background benderanya biasanya hitam ada kalimat syahadat, padahal shalat aja kadang2. Kadang males, kadang lupa.

"Lah trus kalo udah tua tapi masih suka begituan, namanya apa bang ?"
"Kalo itu cabe kering... Pedes ngga, busuk iya.. Bijinya banyak, besar2.."

Tag: #Islam Cabe2an, #Denny Siregar, #Syiah sesat, #Kaum Alay, #Liberal

Jumat, 15 Januari 2016



ISIS INVASI INDONESIA
Oleh: Denny Siregar 

Laporan Ketum PBNU KH Said agil siradj bahwa ISIS akan meng-invasi Indonesia di tahun 2017, memang tidak bisa dianggap enteng.
Banyaknya warga Indonesia yang bergabung dengan ISIS di Suriah, dan kembalinya mereka ke negara ini adalah sesuatu yang dikhawatirkan. Sel-sel pendukung mereka juga sudah siap di sini, hanya mereka sekarang hibernasi menunggu sinyal yang tepat.

Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia adalah wilayah yang cocok sebagai satelit ISIS di Asean. Dengan menguasai Indonesia, maka ISIS akan mudah mengontrol Asean.
Indonesia sebenarnya sudah dikurung oleh 13 pangkalan militer AS.
“Sama seperti saat Irak akan digempur melalui persiapan Operation of Enduring Freedom, dimana saat ini Indonesia sama juga “sudah terkurung” seperti Irak, oleh pangkalan-pangkalan AS yang berada di Christmas Island, Cocos Island, Darwin, Guam, Philippina, Malaysia, Singapore, Vietnam hingga kepulauan Andaman dan Nicobar beserta sejumlah tempat lainnya.”~ Connie Rahakundini Bakrie, pengamat Pertahanan dan Militer dari Universitas Indonesia.

Dan cara AS masuk untuk menguasai wilayah Indonesia, lebih mirip dengan yang mereka lakukan di Suriah daripada di Irak. Indonesia akan dibuat chaos dulu dengan isu sektarian seperti Islam-Kristen, Sunni-Syiah, Islam-Hindu utk Bali dan juga isu politik pro dan kontra Presiden. Selain itu gerakan separatis untuk memerdekakan wilayahnya masing2 akan didanai dan diperkuat.
Fanatisme2 terhadap golongan, komunitas, bendera dll sedang dibangun melalui media sosial. Ketika fanatisme itu sudah mencapai titik didihnya, baru dibenturkan.

Sesudah terbentur, masuklah ISIS dengan nama yang berbeda, sama seperti di bentuknya FSA dan Jabht al nusra di Suriah. Dan disini, di Indonesia, banyak sekali organisasi radikal Islam yang berkembang. Mereka akan memanaskan chaos di wilayah2, biasanya dimulai dari perbatasan seperti di Sumatera, Kalimantan dan Papua.
Chaos2 itu akan membakar wilayah perbatasan dan terus masuk ke tengah, ke kota2. Jawa akan jadi sasaran akhir mereka karena biasanya pertahanan terkuat ada di sekitar ibukota negara.

Ketika chaos itu, masuklah AS dan sekutunya, biasanya melalui NATO. Alasan mereka ingin membantu Indonesia menangani terorisme, padahal sebenarnya mereka malah memperkuat terorisme dengan mengirimkan suplai militer. Persis seperti di Suriah.

Penolakan Indonesia terhadap aliansi militer Saudi untuk memberantas terorisme, sebenarnya bukan tidak mempunyai dampak. Saudi dan aliansinya akan semakin memperparah situasi di Indonesia. Itu seperti seseorang yang bilang "rumah lu bisa kebakaran", trus dia melempar api ke rumah dan berkata, "bener kan, rumah lu kebakaran ? Lu ga mau gabung ma kita orang sih.."

Saudi jelas kecewa berat pada Indonesia, karena tujuan dia membangun aliansi adalah memperkuat pengaruhnya di timur tengah. Dan yang mereka anggap "teroris" adalah Iran dan Yaman.
Jadi, Indonesia yang awalnya non blok sulit untuk tidak mengambil kaki di satu blok, blok AS, Saudi dan koalisi mereka atau blok Rusia, China dan koalisi mereka. Karena ketika sendirian tidak punya teman, maka akan mudah sekali diterkam.
Tulisan ini bukan untuk membuat takut, tapi supaya kita waspada terutama untuk yang tinggal di perbatasan, siap2 menerima benturan yang sangat keras.

Lebih aman memang bergabung dengan NU dan Muhammadiyah untuk yang muslim, karena kedua organisasi besar ini sudah teruji nasionalisme mereka daripada organisasi2 yang baru tumbuh bak cendawan.

Saya sudah merasakan panasnya api Suriah di Indonesia seperti panasnya air kopi di dalam cangkir.

Sabtu, 09 Januari 2016

Oleh : Denny Siregar

MUSLIM TAK BERAKAL
"Umatku banyak di akhir zaman, tapi mereka seperti buih di lautan.."
Perkataan Nabi Muhammad Saw, sejak dulu menghantuiku. Meninggalkan jejak di benakku. Apa maksudnya buih di lautan ? Siapakah yg dimaksud buih di lautan ? Apakah aku juga termasuk buih di lautan ?



Tahun demi tahun berlalu, peristiwa demi peristiwa terjadi dan terjawablah apa yang dipertanyakan. Islam menjadi agama kedua terbesar di dunia, dahsyat memang, tetapi pondasinya sungguh kerontang.

Terciptanya media sosial, semakin mengembangkan bentuk fitnah menjadi ukuran raksasa. Inilah yang disebut fitnah besar, baik besar secara ukuran juga massif secara penyebaran. Untaian2 "kembali kepada Alquran dan sunnah" dilantunkan, tetapi tafsirnya dipelintirkan. Sesuai nafsu siapa yang berbicara.

Lalu berkembanglah fitnah2 terhadap Islam.

ISIS adalah monster yang dipakaikan baju muslim. Dengan aksesoris kemusliman, mereka membantai siapapun yg menghalangi kehendak mereka. Penciptanya bukan hanya Yahudi dan Kristen, bahkan mereka yang mengaku beragama Islam sendiri.
Kenapa harus berbaju muslim ? Supaya mengacaukan akal mereka sehingga mereka bingung mengenali jihad dan kejahatan, bingung mengenal kebenaran dan kesalahan.

Dan pada awal kemunculan ISIS, banyak sekali kita lihat mereka yang mendukungnya dengan argumen, "Islam menemukan kejayaannya." Sesudah ternyata ISIS akhirnya ditasbihkan menjadi teroris, mereka kemudian berpaling dan berkata, "ISIS itu mencoreng nama Islam.."

Ketika Iran berhasil mengusir AS dari negaranya, banyak yang mengagungkan Ayatullah Khomeini sebagai tonggak kejayaan Islam. Ketika akhirnya propaganda massif mampir ke beranda mereka, mereka balik memusuhinya dan mengatakan "Iran itu syiah. Syiah itu sesat dan bukan Islam.."

Mereka seperti buih di lautan dipermainkan ombak. Timbul tenggelam tanpa arah dan kepastian. Tidak punya patokan dan bingung mencari pegangan.

Kebingungan ini bahkan melanda dan masuk ke rumah tangga. Ketika hati ingin dekat kepada Tuhan, mereka malah dipermainkan. Di pengajian2 mereka di cuci otak dengan konsep kafir, sesat, najis, haram dan ujungnya kepada negara berdasar khilafah. Mereka seperti kerbau dicucuk hidungnya dan mengikuti apapun kata ustad mereka, yang mereka anggap lebih tahu agama dari dirinya.

Akal mereka hilang. Mereka meninggalkan keluarga mereka dengan dalih bermacam2. Ada yang ingin berjihad di jalan Tuhan, ada yang menganggap pasangannya kafir dan najis, bahkan ada yang hartanya terkuras dengan dalih berjuang di jalan agama, padahal hanya untuk membiayai kegiatan kelompok saja.

Mereka sulit bersosialisasi dengan sekelilingnya karena sudah menganggap dirinya paling benar. Mereka membentengi dirinya dgn aksesoris2 utk membedakan dengan manusia lain. Mereka bingung mereka berpijak di bumi mana, mungkin saja mereka menganggap dirinya sebenarnya adalah alien yang tinggal di planet Nexus.
Mereka menjadi persis seperti kata Imam Ali as, "Ketika akal melemah, kebanggaan diri menguat."

Ini memang zaman mengerikan, berhati-hatilah dengan mereka yang selalu mengatas-namakan agama tetapi minus ahlak. Butuh bercangkir kopi dan akal yang jernih untuk memahami situasinya.
Jangan sampai boneka barbie anak pun diberi cadar hitam karena harus sesuai syariat Islam. Ini gendeng namanya..

Tag: #Muslim tak Berakal, #kemunculan ISIS, #planet Nexus, #Syiah itu sesat, #cuci otak, #Akhir Zaman

Minggu, 03 Januari 2016

Oleh : Denny Siregar

Sejak Revolusi Iran di tahun 1979, api revolusi sebenarnya sudah menjalar ke timur tengah.
Revolusi Iran menjatuhkan sistem monarkhi yang selama ini dijadikan cengkeraman kuku barat utk menguasai satu negara.


Negara2 arab yang masih menggunakan sistem monarkhi sangat ketakutan api revolusi itu mengguncang kekuasaan mereka. Karena itulah mereka bersatu melakukan propaganda dengan kucuran dana triliunan rupiah ke seluruh dunia untuk menyatakan bahwa mazhab syiah - mazhab dalam Islam yang dianut mayoritas penduduk Iran - sesat.

Iran sudah beberapa kali dipancing untuk perang, tetapi bagusnya mereka bisa menahan diri. Peristiwa tewasnya jamaah haji di Mina, yang terbanyak dari Iran, dikabarkan adalah bagian dr memancing perang. Banyak dari jamaah haji itu yang mati dan hilang adalah petinggi militer dan ilmuwan Iran.

Kenapa Iran menahan diri untuk menyerang padahal secara persenjataan mereka sudah kuat ?
Begitu gencarnya propaganda oleh media zionis tentang Iran, membuat Iran harus sangat berhati2. Ketika Iran menyerang suatu negara, maka otomatis mereka akan diserang banyak negara dengan alasan Iran melakukan agresi. Dan mereka terus memancing Iran utk melakukan agresi, seperti pancingan mereka yang kena saat Saddam Hussein Irak menginvasi Kuwait.

Ketika di Suriah pun, Iran sangat berhati-hati. Mereka bekerjasama dgn Rusia utk membantu Suriah, karena kalau Iran yg turun langsung maka stigma bahwa Bashar Assad Syiah spt yang mereka tuduhkan, akan semakin kuat. Kalau Rusia yang maju di depan, siapa yang bisa mengarahkan isu suriah ke arah sektarian ? Tidak ada.

Eksekusi Sheikh Nimr - ulama syiah di saudi - oleh pemerintah Saudi adalah bagian memancing Iran keluar dari kandang. Sheikh Nimr dikenal sebagai seorang ulama yang sering bicara vokal terhadap perilaku keluarga kerajaan Saudi. Saking vokalnya, ia kemudian dicap teroris dan akhirnya di hukum pancung.

Eksekusi ini memantik api di dada penganut syiah di negara2 arab. Selain di Iran mereka membakar konsulat Saudi, di bahrain dan yaman, aksi ini memicu demonstrasi dimana2. Bahkan Hizbullah keluar dengan statement keras bahwa eksekusi Sheikh Nimr adalah awal keruntuhan Saudi.
Pertanyaannya, apakah Iran akan terpancing keluar utk menyerang Saudi ?

Saya rasa tidak. Iran paham bahwa ketika mereka terpancing utk menyerang Saudi, maka Saudi akan menggemborkan propaganda perang sunni-syiah, dan ini akan membenturkan muslim dgn muslim.

Iran mempunyai Jenderal Qassim Sulaemani, seorang ahli perang dgn strategi menyusup dan memecah pasukan dari dalam. Keahlian ini pernah diakui pemimpin ISIS, al baghdadi, bahwa kekalahan mereka karena ada penyusup dari dalam yang membuat pasukannya saling penggal.

Dan Jenderal Qassim pasti akan memainkan kembali peranannya. Ia menyusup ke Saudi, membakar pemberontakan di dalam Saudi, dan memanfaatkan perikaian serius antara para pangeran yang sekarang sedang berebut kekuasaan pasca meninggalnya raja abdullah dan memanfaatkan penyakit pikunnya raja salman.

Saudi sedang membangkitkan singa2 tempur persia. Dan hati-hati, situasi ini akan berpengaruh juga utk kita di Indonesia.
Semoga kopi kita tetap dingin melihat situasi yg berkembang semakin panas.

Rabu, 23 Desember 2015

Oleh : Denny Siregar

AWAL PERANG BESAR AKHIR ZAMAN


Imam Ali as berkata :
"Apabila terjadi bentrokan dua pasukan di Suriah, maka itu tidak akan berakhir kecuali dengan sebuah tanda dari Allah.."

Beliau ditanya: "Apa yang dimaksud dengan itu ya Amirul Mukminin?"

"Goncangan akan terjadi di Suriah. Akan mati lebih dari seratus ribu orang dimana Allah menjadikan hal itu sebagai rahmat bagi orang2 mukmin (spt mati syahid, pen) dan adzab bagi para kafirin (para terorist, pen).

Kalau sudah demikian, maka lihatlah pada kuda2 beban pembawa yg berat yg memancarkan percikan2 cahaya yg terkendali dan bendera2 kuning yg datang dari arah barat yg sampai ke Suriah, dimana hal itu terjadi ketika sudah terjadi keluh kesah yg teramat besar (keputus-asaan) dan kematian yg memerah (pembantaian).

Ketika terjadi itu terjadi, maka lihat pada lenyapnya satu desa bagian dari Damasyqus yg disebut deda Harasta. Ketika itu juga keluar anak dari pemakan jantung (anak hindun = keturunan mu'awiyyah) dari dataran kering dan naik mimbar di Damasyqus. Sesudah itu, tunggulah kedatangan al-Mahdi.."

Sejak awal pecah perang Suriah di tahun 2011, saya dan beberapa teman mengamati betul situasi Suriah, karena Suriah sering disebut2 dalam hadis sebagai awal dan akhir dari perang terbesar di dunia.

Api di Suriah akan membesar dan melibatkan banyak negara. Perhatikan kata dalam riwayat tersebut seperti "kuda2 beban pembawa yg berat yg memancarkan percikan2 cahaya yg terkendali". Ini menggambarkan senjata2 militer canggih seperti rudal.

Perang Suriah ini bukan perang biasa. Apinya menjilat kemana2. Fitnah2 besar dan massif akan menyebar ke seluruh dunia. Semua terkena dampaknya. Orang banyak akan dibuat bingung, siapa musuh sebenarnya ? Disitu terlibat AS, uni Eropa, negara2 arab, Iran, Rusia dan China. Tidak ada sekat agama dalam perang ini, karena kedua blok sama2 multi agama. Yang ada adalah BENAR dan SALAH.

Sejak awal perang Suriah yang berkembang ke Mesir dan negara2 arab lain, trus panas asap-nya ke Indonesia, akal kita terus digodok antara benar dan salah, benar dan salah, terus seperti itu. Kita seperti di tes, ketika dihadirkan satu peristiwa untuk menentukan mana yg benar dan mana yg salah.

Apa yang terjadi ? Kita secara otomatis akan terpecah menjadi dua barisan. Kawan menjadi lawan, yang dulu saudara sekarang hilang.

Ingat pilpres ? Pecahnya kita di pilpres sebenarnya adalah bagian dr perang ideologi yang terbelah. Prabowo dkk ke arah koalisi AS & Jordania dan Saudi, sedangkan Jokowi dkk ke arah Rusia dan China. Ini imbas dari api Suriah.

Tes ini akan terus berlanjut dan membesar. Masuknya Rusia, China dan Iran membantu pemerintah Suriah, poin utamanya bukan untuk menghajar ISIS karena ISIS itu kecil meski kekejiannya luar biasa. Tapi lebih untuk menghadang laju imperialisme koalisi AS dan Saudi yang sudah menghancurkan banyak negara spt Libya dan Irak yang berada di belakang ISIS. Tidak ada lagi non-blok, karena negara yang tidak mau bergabung dalam salah satu koalisi akan dimakan atau termakan.

Jadi tidak perlu beretorika ngambang tentang perdamaian, atau tidak usahlah perang di arena perang Suriah. Siapapun ingin damai, tapi bagaimana bisa damai kalau keluarga anda dibantai ISIS ? Atau anak anda diperkosa ISIS ? Yang masih retorika damai tidak merasakan betapa menyeramkannya kota yg sudah dikuasai ISIS. Sekali2 beli-lah paket yg banyak dan jalan2 di Youtube biar bisa merasakan suasana mencekamnya.

Semoga anda tidak semakin bingung. Di situasi ini anda, apapun agamanya, harus mulai belajar memilah mana yg benar dan mana yg salah. Jangan seperti nasibnya rakyat Suriah di perbatasan yang awalnya diprovokasi utk melawan pemerintahnya, ketika datang ISIS merekapun dibantainya tidak perduli Sunni, Syiah atau Kristen karena sejatinya ISIS tidak punya agama.

Masuknya Rusia, Iran dan China utk membantu pemerintah Suriah ini kembali akan menjadi satu peristiwa yang membelah kita menjadi dua barisan. Anda belum tentu nanti sepakat dengan saya, seperti saya yg kehilangan persahabatan gara2 situasi Mesir atau seorang teman lama yg berpisah gara2 pilpres.

Siapkan kopi, perang ini akan memakan waktu panjang dan skalanya akan sangat besar. Perhatikan kabar internasional, karena jika kita bisa memilah kebenaran dan kesalahan di Suriah, maka kita akan bisa mengenal siapa kawan dan siapa lawan di negara ini.

Nabi Muhammad Saw :

“Sesungguhnya saya melihat seakan-akan tonggak al-Kitab telah tercabut dari bawah bantalku. Maka, aku mengikutinya dengan pandanganku. Tiba-tiba terdapat cahaya terang-benderang yang mengarah menuju Syam ( Suriah ). Ketahuilah, sesungguhnya iman, apabila telah terjadi beragam fitnah, berada di Syam.”(HR Ahmad)

“Akan ada nanti tentara yang berjuang di Syam, tentara yang berjuang di Iraq, dan tentara yang berjuang di Yaman.” Rasulullah ditanya, “Kemanakah saya harus bergabung? “.. Pergilah ke Syam.” (HR. Abu Dawud).

Rabu, 16 Desember 2015


Oleh: Denny Siregar 

Tiba2 nama bu Retno terangkat ke permukaan berita.
Tindakannya yang menolak keikut-sertaan Indonesia dalam Aliansi militer negara Islam yang digagas Arab Saudi, benar2 kontroversial.
Salah satu Srikandi Indonesia sesudah bu Susi Pujiastuti, ini mulai memainkan peran diplomasi-nya yang tidak mau diarahkan oleh negara2 kuat. Model penolakannya halus, ia meminta Term of Reference atau kerangka acuan pembentukan aliansi itu dan siapa pemodalnya. Dia tidak mau terjebak dalam aliansi2an yang dibentuk untuk men-justifikasi serangan ke negara yang "tidak disukai".
Bu Retno adalah Menlu wanita pertama di Indonesia. Meskipun tubuhnya terlihat mungil ketika berada di antara para menteri luar negeri asing yg rata2 jangkung, tapi kesahajaannya tidak bisa dipungkiri. Ia dihormati oleh rekan2nya sesama menlu dan dijuluki wanita besi. Julukan yang sama diberikan kepada mantan Perdana menteri Inggris, Margaret Tatcher.
Tugas berat memang yang disandang bu Retno. Ia harus menyelaraskan antara keinginan Presiden supaya membawa nama Indonesia lebih dikenal diluar, tetapi ia juga diminta untuk memperhatikan kedaulatan Indonesia dalam menentukan sikap. Apalagi Presidennya koppig, ga bisa diatur2 negara lain.
Arah kebijakan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif pada masa terbelahnya kekuatan dunia menjadi dua saat ini memang tidak mudah. Indonesia tidak bisa lagi mempertahankan konsep non-blok, karena kedepan siapa yang tidak berteman dia akan dimakan. Karena itu mempertahankan diri diantara gelombang dua kekuatan dunia yang sedang berhadapan, ini membutuhkan keahlian sendiri.
Prinsip Indonesia tidak bisa lagi mengusung konsep "banyak teman dan tidak ada musuh" seperti yg diusung pemerintahan sebelumnya. Jokowi sudah menetapkan pandangan politik luar negerinya "semua negara adalah teman sampai mereka mengganggu kedaulatan Indonesia".

Dengan konsep ini, Indonesia menegaskan bahwa ada hal yang tidak bisa dilakukan Indonesia jika itu berhubungan dengan kedaulatannya. Dan aliansi militer negara islam yang digagas Saudi itu jelas akan menganggu pandangan politik Indonesia yang berkomitmen untuk membela Palestina, karena sudah tampak jelas aliansi ini akan digunakan jauh dari kepentingan membela Palestina.
Dan tugas ini berada di pundak bu Retno untuk tidak terjebak permainan global Saudi dan rekan2nya yang akan menjadikan Indonesia hanya sebagai "ekor" mereka saja. Jika Indonesia terjebak dalam permainan mereka, maka kita akan berbenturan dengan Rusia, Suriah dan Iran yang secara potensi hubungan jauh lebih bersahabat dari barat dan negara2 arab yang selama ini menjadi sahabat dekat Indonesia.
Bu Retno bukan seperti Ketua DPR, yang mau dikatakan apapun oleh lawan bicaranya yang hanya bisa nyengir gagap dan berkata "Yes, highly", habis itu bingung mau ngomong apalagi. Ia mempunyai sikap kuat bahwa Indonesia bukan negara "Yes, master.." yang hanya dimanfaatkan oleh kepentingan politik internasional.
Entah apakah bu Retno peminum kopi, tapi setidaknya saya ingin mengangkat secangkir kopi untuk beliau dan atasannya.
Sudah waktunya memang negara ini besar dengan cara yang benar. Bukan besar badannya saja, tapi nafasnya tersengal-sengal.

Terbaru

Seri Kekejaman ISIS

Video




VIDEO Terbaru

Random Post

pks